KHALASIRNA: “Kami Istimewa dengan Black Metal yang Kontras.”

Di tengah deraan pandemi, semangat band ‘gelap’ asal Bandung ini tidak surut. Usai melepas single “Voice of Anxiety”, mereka akan menyusulnya dengan peluncurkan tiga buah lagu demo plus album penuh. “Stay tune. We’re gonna blow your mind,” cetus Khalasirna ‘mengancam’.

Sejauh ini, sebenarnya penggarapan album penuh Andi Lazuardy (gitar/vokal), Dimas Darmawan (bass/vokal), Billy Zulkify (dram) dan Satrio Siggit (gitar) bisa dibilang molor. Niat awalnya, pada Agustus lalu sudah ditargetkan bisa rampung, namun akhirnya mundur karena berbagai faktor.

“Mulai proses pembuatan materi kurang lebih tiga bulan. Sejak akhir Maret hingga Juni. Untuk guide awal direkam di rumah, karena pada saat itu sudah mulai berlaku PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Target perilisannya direncanakan awal 2021,” beber pihak band kepada MUSIKERAS.

Ada tujuh komposisi lagu yang bakal menyesaki album penuh tersebut, dengan durasi lagu rata-rata 5-6 menit. Keseluruhan mengedepankan konsep berkisah tentang semesta bernarasi bahwa semua bisa diamati.

“Dan ada beberapa abstrak berelegi tentang hilangnya kepercayaan, ketakutan, kecemasan dan pola pikir egosentris manusia terhadap hal yang kontradiktif.”

Saat meramu musiknya yang bermuara pada aura black metal, Khalasirna mengeksplorasi banyak elemen dari berbagai pengaruh dan sub-genre. Antara lain mereka mendengarkan band-band dunia seperti Black Sabbath, Pink Floyd, Mercyful Fate, Venom, Agalloch, Ulver, Dissection, Watain, Immortal, Emperor, Marduk, At the Gates, Deathspell Omega, Gorguts, Porcupine Tree hingga Cocteau Twins. 

Menurut para personelnya, terlalu banyak jika harus menyebutkan semua referensi mereka. Tapi hasil leburan berbagai sisi tersebut justru membuat formula musik Khalasirna menjadi unik. 

“Istimewanya menjadi satu buah titik warna yang lebih kontras, dari warna-warna yang ada. Mempunyai kepuasan tersendiri bagi kami yang tidak tersurat, namun tersirat, hahaha. Aransemennya kompleks, riff yang sederhana namun mempunyai kerumitan yang berbeda dari tiap lagunya dan akan menimbulkan nuansa yang berbeda bagi audiens yang mendengar.”

Khalasirna terbentuk pada penghujung 2019 lalu, yang berawal dari obrolan santai untuk membentuk sebuah band. Nama Khalasirna sendiri mewakili makna, yakni ‘kala’ adalah waktu atau masa, sementara ‘sirna’ berarti menghilang.

“Jadi makna ‘kalasirna’ itu adalah waktu kami menghilang kami bikin band. Untuk huruf H di nama itu adalah sebagai penggenapan 10 huruf.” (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *