THE STOCKER: “Kali Ini Konsep Epic Wild Western yang Gelap.”

Berselang empat bulan sejak meletupkan single debut “Siasat Gelap” yang dirilis via Dugtrax Records pada awal Maret 2020 lalu, The Stocker akhirnya kembali menyalak lewat single terbaru bertajuk “Nadir”. Kali ini, single yang digarap dalam periode Mei hingga Agustus 2020 tersebut disebarkan via label Damnrock Club.

Band yang dihuni formasi Ismail Marzuki a.k.a. Damnskiw (dram), Agus Andieka Hamzah Priyanto a.k.a. Jaws Problema (vokal/gitar) dan Edwin Saputra a.k.a. Rockedwin (bass) ini seperti kehabisan kata atau kalimat untuk mendiskripsikan single terbaru tersebut. Banyak sekali pertimbangan saat menggarapnya secara spontan di Doors Studio, kawasan Pisangan, Jakarta Timur. Hal-hal yang perlu ditelaah ulang baik secara finansial maupun mental selama menjalani proses penggarapannya. Tetapi tidak terbesit niat sekali pun untuk membuat nuansa musik yang baru, yang bisa dibilang jauh berbeda dibanding single sebelumnya. Semua mengalir apa adanya. 

“Di single ‘Nadir’ ini, kami mencoba menghadirkan kord minor simpel yang dinamis dengan lead minimalis dan lebih menguatkan di intonasi vokal untuk mendukung lirik emosional yang ada. Selain itu, karakter sound gitar yang lebih raw (jika dibandingkan) dengan lagu ‘Siasat Gelap’. Agak sedikit riskan memang awalnya mencoba menghadirkan musik dengan sesuatu yang benar-benar belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh kami, karena lagu ini terbuat mengalir begitu saja. Lagu ‘Nadir’ ini mengambil konsep epic wild western rock dengan kord minor yang dipadukan nuansa gelap,” urai The Stocker kepada MUSIKERAS, menerangkan latar belakang proses kreatifnya. 

“Nadir” sendiri disuguhkan dengan tema seputar problematika hidup yang rumit, hal-hal bodoh yang dilakukan, jeritan hati atas keterasingan dan pengharapan lebih atas kegelisahan yang tak berkesudahan, serta nuansa gelap mencekam yang bercampur menjadi bagian dan isi dari lagu ‘Nadir’ ini.”

The Stocker pertama kali terbentuk pada 2005 silam, terpengaruh oleh karakteristik musik Brit Punk era ’70an seperti The Clash, The Jam dan The Boys dengan campuran elemen hard rock a la Led Zeppelin dan Deep Purple. Hingga saat ini, The Stocker baru merilis dua album mini (EP), yakni “Pathetic” (2013) dan “Dansapokalips” (2015). Rencananya, akhir 2020 ini, The Stocker bakal meletupkan single baru lagi. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *