Album Debut SOUND OF MONKEY, Bukan Pop Punk Biasa

Bergelut di genre yang sangat menjamur bisa dibilang menantang. Dibutuhkan kejelian melihat peluang agar bisa terlihat menonjol atau berbeda dibanding lainnya. Strategi itu sepertinya diterapkan dengan cukup matang oleh Sound of Monkey, unit pop punk asal Bandung. Lewat album bertajuk “Rumah Impian” yang baru mereka rilis, olahan pop punk diberi nafas rock serta berbagai bumbu

Single dan Formasi Baru, ST. LOCO Makin Eksplosif

St. Loco bangkit dari tidur dan melanjutkan ‘kenakalannya’. Masih dengen kegesitan hiprock/nu metal yang eksplosif, unit cadas asal Jakarta ini meluncurkan sebuah single terbaru bertajuk “NAKL”. Eits, memang sekilas terdengar kata nakal saat melafalkan judul tersebut. Namun sebenarnya, “NAKL” merupakan singkatan dari ‘Naluri Kualitas Akal’ yang mengandung pesan jujur dan berkonotasi positif. “NAKL” sendiri mendeklarasikan

Boyolali Kembali Bergetar, Datangkan INCANTATION

Jauh dari ingar-bingar berita konser Guns N’ Roses yang membahana, dari Boyolali, sebuah kota kecil di Jawa Tengah melesat kabar yang juga menggairahkan. Paling tidak bagi kaum metalhead sejati, yang menghargai suguhan musik metal murni, yang jauh dari gemerlap dunia mainstream. Pada 2 Desember 2018 mendatang, warga metal di kaki Gunung Merapi tersebut bakal merayakan

TMR, “Different Class” yang Kotor dan Berisik

Segala kemudahan yang diberikan teknologi internet saat ini benar-benar memungkinkan ide kreatif berkembang dengan lepas, lalu menuju ke sebuah keseriusan, dalam waktu yang relatif gegas. Siapa yang menyangka, hanya dari sebuah ide riff gitar, sekonyong-konyong menjelma menjadi sebuah band. Dan seperti itulah yang melatari terbentuknya sebuah band rock baru asal Bandung, TMR. Dimulai dari riff

GRIEF. Menebas dengan Hardcore yang Agresif

Satu lagi pendekar hardcore lahir dari Kota Kembang, Bandung. Grief. – namanya – baru terbentuk tahun ini, namun tak menyia-nyiakan waktu lama untuk langsung menghasilkan sebuah karya rekaman. Baru-baru ini, tepatnya 29 Oktober 2018 lalu, mereka sudah mencecar kuping para metalhead lewat single bergizi bertajuk “In Doubt”. Ya, single tersebut merupakan lagu pertama yang dirilis

REDSIX Tergiring Nasib Baik, Rilis “Uproar”

Bergulirnya karir sebuah band acap kali tak terduga. Terkadang benar-benar mengikuti garis nasib. Kurang lebih seperti itu yang dialami band pop-punk belia RedSix ini. Berawal sebagai bahan untuk syarat kelulusan di sebuah institut teknik audio di Australia, RedSix akhirnya berhasil mengantongi modal sebuah album penuh plus tekad untuk serius menggulirkan RedSix secara lebih serius. Para

BIAS Rilis Live Studio Session di Kanal YouTube

Banyak cara untuk menyampaikan karya ke khalayak ramai. Apalagi di era internet atau fenomena media sosial yang semakin menciutkan batas antar manusia untuk saling berhubungan. Bias, sebuah unit alternative/grunge asal Yogyakarta memahami betul manfaat itu. Lewat kanal YouTube, mereka pun melampiaskan luapan kreativitas dengan meluncurkan konten Live Studio Session, dimana Bias menggelegarkan lagu “Koboi“ dan

TODAY ALIVE dan Punk Tanpa Pola

Usai menjalani “TDALV Summer Tour 2018” di hampir 20 titik di kota-kota besar di Jawa Timur, unit melodic pop punk asal Malang, Today Alive langsung gerak cepat menyiapkan perilisan sebuah album mini (EP) terbaru bertajuk “Self Reminder”. Dari karya rekaman ini, mereka telah lebih dulu melesatkan single enerjik berjudul “Senja Tanpa Warna”. Single itu sendiri

DIVIDE Rilis Ulang “Titik Dalam Koma”

Menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2018 lalu, unit post-hardcore asal Jakarta, Divide merilis ulang “Titik Dalam Koma”, lagu yang sebelumnya pernah dirilis pada 2011 silam. Namun kali ini, formasi terkini Divide yang diperkuat Dhenaldi “Dendenk” Savirio Firmansyah (vokal), Wilfried “Will” Arief Nugroho (bass), Nicko Rahmat Prabowo (dram) dan Pradipta “Dipta” Beawiharta (gitar)

Visualisasi GRAUSIG dalam Propaganda Ketuhanan

Akhirnya, album terbaru GrausiG yang bertajuk “Dogma Dunia Baru (2018)” telah menetaskan single perdananya. Lagu yang terpilih adalah “Propaganda Konsep Ketuhanan”, dan sekaligus dibuatkan video klip sebagai sarana promosinya. Adalah NEC Project yang mengeksekusi video tersebut, dengan konsep penggabungan kisah singkat dua orang anak dengan penampilan dari GrausiG. Pada awal video tersebut, digambarkan sesuai dengan

HELLFREEZED Tayangkan “Citra Bertaring”

Lagi, sebuah single yang juga dibuatkan video klip dirilis oleh unit metalcore asal Jakarta, Hellfreezed. Judulnya, “Citra Bertaring”, yang rencananya bakal termuat di album perdana mereka, yang juga diniatkan akan dirilis akhir 2018 atau awal 2019 mendatang. “Ya, karena udah molor banget,” cetus pihak Hellfreezed kepada MUSIKERAS, mengenai jadwal rilis album yang terus mundur. “Biasa,

KILLA THE PHIA Gigih Kibarkan Metalcore dari Tanah Rencong

Kendati menggeliat di Tanah Rencong, Aceh yang notabene memberlakukan syariat Islam yang sangat kuat, bukan berarti unit metalcore Killa The Phia merasa terpasung untuk berekspresi. Buktinya, band yang dihuni formasi Rizki “Madon” Rahmadhani (vokal), Dian Pratama Putra (dram), Reza Arismunandar (gitar), Farhan Anwar Fuadi (gitar) dan Khairun “Sinjo” Nidhlaill Wathany (bass) ini bisa tetap merilis

Kekejian BARBAROSSA di Single “Akhir Adalah Awal”

Sebuah unit cadas berbahaya dari Negara, Bali telah meletupkan single terbarunya. Barbarossa, nama band tersebut, menggeber distorsi pekat berkarakter deathcore yang kejam di single bertajuk “Akhir Adalah Awal” yang telah tayang di kanal YouTube serta berbagai media sosial sejak 12 September 2018 lalu. Di lagu tersebut, band yang dihuni formasi Septiyan Aziz (vokal), Asrul Fahmi

AVENGED SEVENFOLD Rilis EP “Black Reign”

Akhirnya, sebuah karya rekaman baru dari Avenged Sevenfold telah dirilis. Sebuah album mini (EP) bertajuk “Black Reign” (Warner Bros) yang digarap khusus untuk sebuah video game berjudul “Call Of Duty: Black Ops 4”. Tak lama sebelumnya, unit metal yang kini diperkuat formasi M. Shadows (vokal), Zacky Vengeance (gitar), Synyster Gates (gitar/piano), Johnny Christ (bass) dan

THE CORALS Tunjukkan Keperkasaan di “Devil Resurrection”

Walau kini hanya diperkuat tiga personel, The Corals a.k.a. The Corporation Of Rock And Loud Spreader tetap melanjutkan misi utamanya, yakni menyebarkan kebisingan lewat geberan rock cepat nan perkasa. Seperti yang baru saja mereka semburkan lewat single terbaru bertajuk “Devil Resurrection”. Karya rekaman yang liriknya terinspirasi dari kisah kasih Johnny Blaze dan Roxxane Simpson dari

‘Afterdark’ Tegaskan Visi Musikal MOTHERN

Ketika disepakati terbentuk pada Oktober 2017, Mothern tidak mengulur banyak waktu. Trio alternative rock asal Jakarta yang dihuni Pandu Manupassa (vokal/gitar), Rastafarian (synth/gitar) dan Anandya Kurniawan (bass) tersebut langsung bergelut dengan sejumlah ide yang lantas diolah menjadi karya rekaman lagu. Hasilnya, lima lagu garapan terbaik mereka rampung dan dirilis dalam kemasan album mini (EP) bertajuk

KILLING ME INSIDE Kembali Bereksplorasi

Unit rock modern Ibu Kota, Killing Me Inside (KILLMS) kembali memasuki sebuah fase baru dalam perjalanan karirnya. Usai berkolaborasi dengan penyanyi AIU dan menghasilkan dua single bertajuk “Fractured” yang dirilis pada Juni 2017 serta “Remnants” pada Mei 2018 lalu, kini mereka menggaet mantan vokalis kelompok nu metal Saint Loco, Joe Tirta. Sebagai pemanasan, pada 7

Bulan Ini, MARCH Unjuk Perubahan di “Reconcile”

Dalam sebuah perjalanan, kerap banyak perubahan yang ditemui di sepanjang rute yang dilalui. Seperti namanya, yang bisa diartikan berjalan berbaris, atau berparade, MARCH pun mengalami itu. Unit cadas asal Jakarta yang telah eksis sejak 13 tahun lalu ini merasakan perubahan-perubahan selama berkiprah di skena mengikuti kematangan dan kedewasaan musikal para personelnya. Dan itu semua tertuang

KLANDESTIN Keluar Kandang, Usung Kesuraman

Lahir dari ketidaksengajaan pada 2016 lalu, kini Klandestin justru semakin mantap melaju di skena musik cadas Tanah Air. Lewat album “Green Acid of Last Century” (Hellas Records) yang telah digelindingkan band asal Magelang, Jawa Tengah tersebut sejak April 2018 lalu, mereka mencecar dengan geberan stoner/sludge/doom, sebuah formula yang mereka klaim sangat langka di Indonesia. “Kami