MUSIKERAS MERILIS ALBUM KOMPILASI “CRACKED IT! VOL. 3”

Setelah sukses merilis Volume 1 pada 22 Maret 2017 lalu, kini MUSIKERAS kembali merilis sekuelnya, yakni“MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2” yang telah digelindingkan secara resmi via Locker Media sejak 22 Juni 2017 lalu. Kali ini kembali terangkum enam komposisi keras dari band-band cadas Tanah Air yang sebelumnya belum pernah tersaji dalam format digital. Dan tidak tanggung-tanggung, beberapa di antaranya adalah nama besar dalam perjalanan rock Indonesia.

Dengan rilisan “Cracked It!” yang bisa dibeli via berbagai gerai digital seperti iTunes, Spotify, Joox dan lain-lainnya, MUSIKERAS semakin memantapkan posisi sebagai media penyaluran idealisme musik penggetar kuping. Tak hanya hadir sebagai penebar berita-berita bertensi tinggi, tapi juga telah memuntahkan album kompilasi digital beringas yang merangkum band-band independen di Tanah Air.

Mari, naikkan takaran volume sekeras mungkin, dan rasakan sensasi distorsi meledak-ledak di album ini!

Edane “Hail Edan”

EDANE adalah band rock legendaris yang masih disegani hingga kini, saat ini diperkuat formasi eet Sjahranie (gitar/vokal), Hendra Zamzami (gitar), Ervin Nanzabakri (vokal), Fajar Satritama (dram0 dan Daeng Oktav (bass). Sejauh ini, Edane yang bisa dibilang mulai terbentuk pada 1992 telah melahirkan enam album studio, yakni “The Beast” (1992), “Jabrik” (1994), “Borneo” (1996), “170 Volts” (2002), “Time to Rock” (2005) dan “Edan” (2010) serta sebuah album kompilasi bertajuk “9299” (1999). Dari album-album tersebut lahir deretan anthem panggung dahsyat seperti “Ikuti”, “Pancaroba”, “The Beast”, “Jungle Beat”, “170 Volts”, “Rock in 82”, “Cry Out” hingga “Living Dead”.

Sucker Head “Catatan Terakhir”

SUCKER HEAD, juga diakui sebagai salah satu pejuang thrash metal senior dan legendaris di Tanah Air. Lagu yang termuat di kompilasi ini dicomot dari album debutnya, “The Sucker Head” yang dirilis pada 1995 silam, dan digarap oleh formasi Krisna J. Sadrach (bass/vokal), Nano (gitar), Untung (gitar) dan Robin Hutagaol (dram).

Geliat Sucker Head – yang mengambil namanya dari tulisan merk dagang kotak korek api batang cap koin yang bertuliskan “Sakerhets-Tandstickor” – dimulai pada 1989 silam, yang digerakkan oleh formasi Irfan Sembiring, Krisna J. Sadrach, Yachya Wacked (vokal), Nano dan Doddy (dram). Band thrash metal ini lahir dari pertemanan di sebuah komunitas penggemar musik metal di Pid Pub, sebuah pub kecil di kawasan Metro Pondok Indah yang lantas melahirkan beberapa band metal, termasuk Sucker Head. Sepanjang perjalanan karirnya, kerap terjadi perubahan di susunan formasi Sucker Head. Sebelum dinyatakan bubar – menyusul meninggalnya Krisna J. Sadrach pada 2 Agustus 2016 lalu – Sucker Head telah merilis album “The Head Sucker” (1995), “Manic Depressive” (1996), “Paranatural” (1998), “10 th Agresi” (1999) dan “Hipertensi” (2004).

Jikunsprain “Gelap Tak Berujung”

Karir JIKUNSPRAIN diawali oleh proyek solo Jiks, gitaris band rock senior asal Bandung, /rif. Mulai digulirkan pada awal 2007 silam, dan pada April 2008 merilis album debut bertajuk “jikuNspraiN” yang memuat enam komposisi instrumental plus dua lagu berlirik, yakni berjudul “Untuk Dirimu” dan “Throwing Life”. Di proyek awal ini, Jiks dibantu oleh bassis Oktav, vokalis Pongky (Jikustik/The Dance Company) serta mendiang Andre Chilling (dram). Pada Juli 2008, terjadi perubahan formasi band, dimana Bima (dram) dan Megadalle/Oggie (vokal) masuk menggantikan Andre dan Pongky. Formasi ini lantas tampil pertama kali di panggung “Jakarta Rock Parade” pada 13 Juli 2008. Setelah sempat menelurkan single bertajuk “Ngetop” via “NuBuzz Compilation Album” pada Desember 2008, Jikunsprain lantas merilis album berikutnya, yakni “Sprained” pada 16 Maret 2009.

Single “Gelap Tak Berujung” sendiri melengkapi lagu-lagu lepas yang sebelumnya diluncurkan Jikunsprain sebagai persiapan menuju album baru. Sejak Mei 2016 lalu, band yang kini dihuni formasi Jiks (gitar), Sasongko (vokal), Oktav (bass) dan Reza (dram) ini sudah merilis single digital bertajuk “Malaikat Hitam” serta “Rock di Udara”, sebuah single daur ulang milik band rock legendaris God Bless.

Raksasa “Blues Trafficking”

Band ini dihuni kolaborasi musisi independen yang cikal bakalnya bisa dibilang terjadi sejak Agustus 2008 silam. RAKSASA mempertemukan referensi musik rock yang unik dengan karakter beragam dari dramer Franki “Pepeng” Indrasmoro (Naif), vokalis Adi Cumi (Fable), gitaris Iman Fattah (Zeke and the Popo), penyanyi dan gitaris ber-genre Delta Blues Adrian Adioetomo serta bassis Adhi “Dodit” Tomo. Sejauh ini, Raksasa telah merilis album debut self-titled pada 26 November 2011. Lagu “Blues Trafficking” sendiri yang sedikit banyak mengeksplorasi rock-blues ‘70an sebenarnya telah direkam sejak tiga tahun lalu, yang dipersiapkan sebagai materi untuk album kedua Raksasa.

Wolfpak “Borderlands”

Dari segi peramuan musik di “Borderlands”, band asal Jakarta yang mewakili generasi metal masa kini, WOLFPAK semakin mempertegas paham metalcore yang telah mereka anut sejak terbentuk pada 21 Juni 2015 silam dengan referensi dan inspirasi dari band-band seperti Bullet for My Valentine, Trivium dan Asking Alexandria. Saat menggarap “Borderlands”, Wolfpak kembali diperkuat formasi berlima. Pada Desember 2016 lalu, Tara, gitarisnya, mengundurkan diri. Tapi kini mereka sudah menemukan pengganti, yakni Jaya Kusuma untuk melengkapi formasi sebelumnya, yakni Ramadian Agri Putra (vokal), Juanda Esa Putra (gitar), Aditya Krisna (bass) dan Muhammad Fikri (dram).

Bissing “Sameness”

BISSING, juga band asal Jakarta yang menganut paham grunge ala Nirvana dan Alice in Chains. Kini dihuni formasi Mauritz (gitar), Henson (vokal), Aryo (dram) dan Justi (bass). Band ini terbentuk di Petukangan, Jakarta Selatan sejak 1 Februari 2009 silam. Pada September 2009, Bissing merilis album mini bertajuk “Half Ready” yang beramunisikan enam lagu, dan hanya diproduksi sebanyak 100 keping. Setahun kemudian, Bissing sempat vakum. Namun pada 2012, Mauritz bergabung, lalu disusul oleh Aryo menggantikan El Coro beberapa bulan kemudian. Justi melengkapi formasi Bissing pada bass sejak pertengahan Januari 2017 menggantikan Roy yang mengundurkan diri sejak Desember 2016. Lagu “Sameness” sendiri dicomot dari album “Half Ready” yang memang belum pernah dirilis dalam format digital.

“MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 3”

sudah bisa didapatkan di berbagai platform digital seperti iTunes, Spotify, JOOX, dan lain-lain, seharga Rp. 25.000,-.