ARCHADIA Lampiaskan Konsep Deathcore di “Angels on Heroin”

Sekitar delapan bulan sejak resmi dibentuk, unit deathcore yang berbasis di Tangerang, Banten ini akhirnya melampiaskan karya rekaman debutnya, sebuah single berjudul “Angels on Heroin”. Lirik lagu tersebut, menggambarkan tentang dunia yang semakin rusak karena ulah manusia. Keserakahan dan ketidakpedulian merupakan hal utama yang dibahas di “Angels on Heroin”. “… We pull the ropes higher

CARNIVORED: “Kali Ini Ada Kejutan Deathcore, Metalcore dan Death Metal.”

Setelah tertunda beberapa bulan lantaran sergahan pandemi Covid-19, akhirnya unit metal asal Pamulang, Tangerang Selatan ini menabuh genderang perang untuk kembali beraksi di skena musik cadas Tanah Air. Sebuah single baru sebagai pembuka bertajuk “Rintih Mengemis” telah digaungkan via kanal YouTube resmi mereka, plus layanan digital music streaming lainnya. Dan pada Januari 2021 mendatang, giliran

LARUNG Tiupkan Mantra Sihir di Debut “Calonarang”

Seperti tumbuhan yang menjalar liar tanpa pengasuh, band asal Tangerang ini pun kurang lebih demikian. Membiarkan imajinasi dan gagasan-gagasannya menjulur jauh menyeberang pagar. Tidak ada lagi genre spesifik yang dikiblatkan, selain menitikberatkan musiknya dalam satu remasan distorsi bising, gebukan dram yang agresif, serta ciri alunan vokal yang melodius. Seperti yang teramu di single debutnya yang

Formasi Baru HELLWE Akali Pandemi dengan Konsep VMS

Sejak merilis single “Sancaka” tahun lalu, banyak hal yang terjadi di tubuh band rock asal Tangerang ini. Salah satunya adalah adanya pandemi Covid-19 yang membuat banyak aktifitas harus dilakukan dari rumah, dan membuat tidak produktifnya event. Dan yang paling fatal, Hellwe harus kehilangan vokalis dan beberapa kru. Namun kini, dua personel yang tersisa, yakni Moch

Di Single “Suar”, HOLYKILLERS Menyicipi Elemen Pop

Apa jadinya jika sebuah grup keras berpaham metalcore/melodic death metal mencoba bermain-main dengan elemen pop? Mungkin single terbaru dari Holykillers yang berjudul “Suar” ini bisa jadi contoh. “Kebetulan pada lagu ini membutuhkan treatment vokal clean, kami sedikit menambahkan referensi band-band pop Indonesia, salah satunya KLa Project, agar pemilihan nadanya terdengar pop tapi tetap cocok dengan

METEORA Rilis “Rise Again” dengan Konsep Metal Rockestra

Unit musik keras wajah baru asal Tangerang ini menyebut konsep musiknya dengan istilah ‘metal rockestra’. Seperti apa? Dengarkan single perdana mereka yang bertajuk “Rise Again”, sebuah lagu yang menceritakan usaha untuk bangkit kembali dari keterpurukan, yang terinspirasi perjalanan hidup sang gitaris, Kiki ‘Kiben’. Namun jika harus menggambarkannya, ’metal rockestra’ dijelaskan Meteora sebagai konsep yang antara

KLAVIERDISASTER: Eksplorasi “Artifisial” Tanpa Depresi

Jenuh menyaksikan pertengkaran dan kerusuhan, Klavierdisaster rilis “Artifisial”, sebuah single berbahasa Indonesia, dengan penerapan leburan elemen emo, alternative rock dan post-hardcore. Di sini, band asal Ciputat, Tangerang Selatan ini mencoba melakukan terobosan baru dalam komposisi musik mereka, di mana penambahan elemen musik tradisional Sumatera Barat yaitu Saluang bansi menjadi bumbu yang melahirkan greget tersendiri. Di

HOLYKILLERS Berkontemplasi Menuju Perilisan Album Debut

Memasuki tahun baru 2020, unit metalcore/melodic death metal asal Tangerang ini kembali bergolak. Tepat 1 Februari lalu, band yang kini dihuni formasi Zethria Okka (gitar), Mochamad Reza Adhansyah (vokal), Stefanus Dicky (bass) dan Muhamad “Eby” Febriyanto (dram) ini telah melepas single baru bertajuk “Jenggala”. Perilisan versi digitalnya dilakukan serentak di beberapa platform audio serta video

KILOMETER Kembali Meneror dengan Karya Hardcore

Unit hardcore asal Tangerang ini memulai terornya kembali. Sambil mempersiapkan amunisi-amunisi berbahaya untuk album penuh yang bakal mereka ledakkan tahun ini juga, Kilometer Hardcore telah melancarkan serangan pembuka lewat rilisan video lirik dari salah satu lagu terbaru mereka yang berjudul “Diam Tidak Lagi Emas”. Sebuah lagu yang meneriakkan sebuah perlawanan, serta menunjukkan bahwa diam hanyalah

Pejuang Death Metal CHAOSFURY Akhirnya Rilis Album Debut

“The Throne Of Poseidon” akhirnya menjadi pembuktian kreativitas Chaosfury, unit death metal asal Tangerang Selatan. Sebuah album debut yang mengangkat tema tentang kekuasaan dewa laut Poseidon. Akhirnya berhasil dirilis pada 10 Oktober 2019 lalu via Horrible Creation, setelah mengalami masa penggarapan yang cukup lama. Ditambah lagi ada pergantian formasi di tengah-tengah proses pengerjaannya. “Proses rekaman

CONSUMED Gabungkan Para Pejuang Death Metal Tangerang

Consumed adalah sebuah proyek penyatuan beberapa musisi death metal yang berasal dari band-band berbeda di Tangerang. Disatukan untuk menghasilkan amunisi yang lebih berbahaya dibanding sebelumnya, yang berbeda segi gaya musik maupun konsep lirik. Hasilnya adalah sebuah karya rekaman demo bertajuk “Shattered Illussion” yang sudah diluncurkan sejak 10 Oktober 2019 lalu, dan memuat dua trek gahar

BOROX Panaskan “Keras” dan Siapkan Album Penuh

Sejak terbentuk pada pertengahan era ‘90an silam hingga sekarang, unit grindcore senior asal Tangerang, Borox tetap menempel kuat di kulit terdalam skena musik bawah tanah Tanah Air. Bahkan belum lama ini, Bone (vokal), Dodoy (bass), Master (dram) dan Gore (gitar) telah melampiaskan sebuah komposisi cadas bertajuk “Keras” yang dipromosikan dalam format video klip. Borox sendiri

DOWNSTROKE Lebur Metalcore/Deathcore di “Satan’s Breed”

Downstroke, sebuah unit penggiat baru di kancah musik cadas Tanah Air tanpa basa-basi langsung menerjang dengan karya rekaman. Usia band metalcore asal Tangerang ini baru setahun. Tapi sejak bulan lalu, Downstroke telah melepas sebuah album mini (EP) debutnya bertajuk “Satan’s Breed”. Di dalamnya, terkandung tiga amunisi meledak-ledak berjudul “Atonement”, “Glossolalia” dan “309”, yang masing-masing meneriakkan

HELLWE Persembahkan Lagu untuk Gundala

Kehebohan menjelang perilisan film pahlawan super lokal, “Gundala” yang dijadwalkan akan tayang di bioskop pada 29 Agustus 2019 mendatang tidak hanya dialami kalangan insan perfilman, namun juga melebar ke ranah musik. Penyebabnya tak lain adanya kampanye #gundalasongtribute di Instagram yang dilombakan. Hellwe, sebuah band modern rock asal Tangerang, adalah salah satunya yang langsung kasak-kusuk menggarap

HOLYKILLERS Tumpahkan “Dogma (In)Toleransi”

Holykillers, band asal Tangerang yang memainkan genre metalcore/melodic death metal akhirnya berancang-ancang merilis album dalam waktu dekat ini. Dan sebagai pembuka jalan, mereka baru saja meletuskan sebuah single ganas bertajuk “Dogma (in)Toleransi” yang sudah bisa disaksikan video musiknya di kanal YouTube sejak  21 Mei 2019 lalu. Sebenarnya, rencana perilisan album sudah ditetapkan tahun lalu, namun

VISUAL DREAM Rilis Single Instrumental yang Teknikal

Sebuah loncatan besar telah dilakukan band asal Tangerang ini, lewat sebuah single instrumental bertajuk “Visual”, yang telah diluncurkan sejak 17 Maret 2019 lalu via berbagai gerai digital seperti iTunes, Spotify, Amazon serta kanal YouTube dan media sosial resmi mereka. Tapi kali ini, komposisi-komposisi pop rock yang dulu mewarnai album mini (EP) pertama Visual Dream, “Cuma

IMMORTL Suarakan Kecadasan Penyakit Mental

Penyakit mental menjadi topik sentral bahasan unit rock kelam asal Tangerang ini. Para personelnya ingin menyuarakan tentang kesadaran akan penyakit mental yang sangat minim di Indonesia. Kebanyakan penderitanya tidak berani bercerita, karena stigma gila tentang seseorang yang mempunyai masalah pada mentalnya. Pernak-pernik gelap inilah yang lantas dieksplorasi Immortl untuk album debut mereka, bertajuk “Surv;ve” yang

Lewat “Mandatory”, JONKOPPINGS Terpuaskan

Kebutuhan untuk tampil orisinil akhirnya berhasil diwujudkan Jonkoppings, sebuah unit rock asal Pamulang, Tangerang Selatan. Setelah melepas single bertajuk “Hey Nona!”, mereka pun dengan bangga meluncurkan album penuh perdana yang diberi label, “Mandatory”. Di karya rekaman terbaru tersebut, Jonkoppings memadukan musik rock yang biasa mereka mainkan dengan beberapa memori akan musik dari era ‘90an yang

ROCKET ROCKERS dan BLESS THE KNIGHTS Invasi Asia

Walau baru saja kembali didera kehilangan personel, tapi bukan berarti roda karir ikut melambat. Itu yang sangat diyakini dedengkot pop punk asal Bandung, Rocket Rockers. Tiga penghuninya saat ini, yakni Aska (vokal/gitar), Bisma (bass/vokal) dan Ozom (dram) tak mau tinggal diam, dan langsung menancapkan sejumlah rencana besar. Salah satunya adalah menggelar tur di Jepang. Pihak

JOSHUA DEACON, Dramer yang juga Rilis Album Solo!

Penggebuk dram tak lagi harus selalu di belakang. Setelah Bayu Adisapoetra (SoftAnimal/Elephant Kind) dan Eko Nurwahyanto (Monoserus) yang sama-sama pernah diulas di MUSIKERAS, satu lagi dramer telah memproklamirkan proyek rekaman solonya. Dia adalah Joshua Deacon, musisi asal Tangerang yang sebelumnya telah merilis album berkontur instrumental progressive metal bersama bandnya, DUNIA. Dan kini, Joshua mempersembahkan album

MANUMANASA Rilis “Mind Tricker” Sambil Siapkan Album

Tidak mudah menjaga keeksisan sebuah band jika salah satu personel berada di lokasi berbeda. Manumanasa salah satu contohnya. Unit heavy rock asal Tangerang Selatan ini kesulitan mengatur waktu untuk merampungkan materi album pertamanya karena bassisnya, Nikolas “Bas” Bastanta harus bekerja di negara tetangga, Malaysia. Meski demikian, perlahan tapi pasti, band yang juga dihuni Anbiya “Biya”