Tumpahan “Ego” ALECTRONA dalam Balutan Electro-Rock

“Ego” adalah sindiran tajam untuk keegoisan ‘penguasa’ yang tega mengorbankan rakyat untuk kepentingan golongan mereka sendiri. Sebuah single terbaru dari unit electro-rock asal Yogyakarta ini, yang menyoroti banyaknya ketimpangan sosial yang terjadi di Tanah Air. Di sini, Alectrona yang diperkuat formasi Diajeng Budi (vokal/gitar), Ian Anantha (kibord) dan Winaldy Senna (dram) ini berusaha menyampaikan suara-suara

SPECIES & Yuri Becker Teteskan “Lemoon” Rasa Djent

Mengisi kehampaan di masa pandemi ini, semakin banyak musisi yang fokus berkarya dan sekaligus merilisnya. Salah satunya gitaris asal Yogyakarta, Yudhistira Gangga Pratama. Ia melabeli dirinya dengan nama Species, dan belum lama ini melepas sebuah komposisi instrumental bertajuk “Lemoon”. Sebagai penetrasi awal, di sini Yudhistira menggandeng dua rekannya, gitaris prog-metal Yuri Becker (Mercusuar) dan kibordis

Setelah 25 Tahun, DEATH VOMIT Tolak Terbungkam

Usia seperempat abad sebenarnya masih menyisakan banyak impian yang belum teraih. Salah satunya, menggelar tur lagi. Namun terjangan pandemi Covid-19 telah menghadang langkah momentum unit death metal senior kebanggaan para metalhead Yogyakarta ini. Sehingga niat itu pun harus diurungkan untuk sementara. Dan sebagai ucapan terima kasih serta dedikasi terhadap para pemujanya yang masih setia mengikuti

MERCUSUAR Rilis ‘Obat’ Berformat Instrumental Prog-Metal

“Lewat musik instrumental kita bisa membuat pendengar menentukan story dalam imajinasi mereka, salah satunya adalah ‘obat’, ibarat kata, musik bisa jadi poison, tapi juga bisa jadi obat.” Kalimat di atas dilontarkan oleh Yuris Becker, gitaris sekaligus pendiri unit progressive metal asal Yogyakarta, Jawa Tengah ini, berkaitan dengan peluncuran single terbaru mereka yang berformat instrumental, “The

RAGE OF CALIBAN Kini Tancapkan Metalcore

Setelah sebelumnya mengobarkan genre yang mereka sebut dengan istilah ‘whatevercore’, kini unit cadas asal Yogyakarta, Jawa Tengah, Rage of Caliban (ROC) meluncurkan single baru bertajuk “Patriot” yang ‘disimpelkan’ ke formula metalcore. Dan sejak 19 September 2019 lalu, “Patriot” juga telah dilepas dalam kemasan video klip untuk kebutuhan promo di kanal YouTube serta berbagai saluran media

Sarat Amarah, FORNICATION Menggilas “Bangsat Moderat”

Dari sudut Barat kota Yogyakarta, sebuah band penganut leburan deathcore dan death metal bernama Fornication siap meledak. Apinya sudah disulut sejak akhir Juli 2019 lalu lewat peluncuran video musik dari karya rekaman debut mereka yang bertajuk “Bangsat Moderat”. Single ini menjadi pemantik menuju penggarapan album mini (EP) perdana Fornication. Video klip “Bangsat Moderat” yang liriknya

LAWRIDER Panaskan EP “Extended Play”

Jarang manggung tapi menghasilkan karya rekaman. Untuk sementara ini, itulah hasil yang lebih membanggakan bagi Lawrider. Bukan karena tidak digemari. Selain masih tergolong band baru, namun karena unit rap-rock/heavy metal asal Yogyakarta ini juga masih mengedepankan pekerjaan dan penyelesaian studi, yang mereka anggap sebagai kebutuhan pokok. “Di sela itu kami mencoba mementingkan membuat karya. Karena

GODDESS OF FATE Gelar “Spiral Road Tour 2019”

Cara berpikir bijak dalam menghadapi sebuah tantangan adalah dengan menyikapinya bukan sebagai tantangan, melainkan sebagai ‘hal yang harus dihadapi’. Prinsip itulah yang dipegang kuat oleh Goddess of Fate, unit progressive metal asal Jogjakarta, saat menyiapkan rangkaian tur di sejumlah kota dan negara di Asia, yang bertajuk “Spiral Road Tour 2019”. Jika tak ada aral melintang,

LAWRIDER Awali Gebrakan Rap-Metal Beringas

Sebuah peleburan yang unik, antara keganasan punk rock, hardcore dan heavy metal dengan keagresifan rap terjadi di sebuah band belia asal Yogyakarta bernama Lawrider. Baru terbentuk pada 2018 lalu, namun kini sudah berhasil meletupkan single panas bertajuk “This Is How We Do”. Lagu tersebut sudah bisa didengarkan lewat platform digital seperti Spotify, iTunes, Deezer dan

BENHARLEM Memulai Trilogi “Medan Perang”

“Punk yang nggak rock-rock banget!” Begitu Benharlem memagari konsep musiknya. Dan formula itu pula yang ditunjukkan band asal Yogyakarta ini lewat single “Kita”, yang baru saja diluncurkan video klipnya secara resmi.  “Seringkali kami pusing bagaimana menyebut genre kami, karena masing-masing personel memiliki latar belakang musik yang berbeda, mulai dari classic rock, jazz, punk, hip-hop, sampai

Perlawanan MESSIAH Terhadap Kesenjangan Negeri

Messiah, gerombolan death metal hardcore asal Yogyakarya, baru saja menyemburkan video musik dari single mereka yang  bertajuk “Resistance”. Lagu ini dicomot dari album mini (EP) perdana “Capricioussnes” yang dirilis sejak Agustus lalu. Konsep video musik “Resistance” sangat sederhana, lantaran dibuat sebagai bagian dari perkenalan para personel baru Messiah; Matyons (bass), Nurdin Pampam (gitar) dan Rofiqu

BIAS Rilis Live Studio Session di Kanal YouTube

Banyak cara untuk menyampaikan karya ke khalayak ramai. Apalagi di era internet atau fenomena media sosial yang semakin menciutkan batas antar manusia untuk saling berhubungan. Bias, sebuah unit alternative/grunge asal Yogyakarta memahami betul manfaat itu. Lewat kanal YouTube, mereka pun melampiaskan luapan kreativitas dengan meluncurkan konten Live Studio Session, dimana Bias menggelegarkan lagu “Koboi“ dan

HAJAR DJAHANAM, Grindcore yang Kuat dan Tahan Lama

Nama band ini diambil dari sebuah titel ‘obat kuat’ yang cukup fenomenal  beredar di masyarakat arus bawah, yang masih percaya dengan tahyul dan terjebak dalam problematika ‘tidak percaya diri’. Namun filosofi menggunakan nama Hajar Djahanam jelas bukan mengarah ke rasa tidak percaya diri, tapi lebih ke fungsi obat tadi, yakni ‘kuat dan tahan lama’! Band

HANDS UPON SALVATION, Fusi Purba Senyawa Hardcore/Metal

Hal tersulit dalam sebuah band adalah menjaga chemistry antar personel, penentuan skala prioritas serta menjaga agar semangat untuk berkarya selalu berkobar. Sepertinya, tiga hal itulah yang terus diperjuangkan oleh Hands Upon Salvation, unit hardcore/metal asal Kota Gudeg, Yogyakarta untuk terus bertahan di skena musik keras Tanah Air. Dan pembuktian keeksisan mereka kembali terbukti lewat karya

Album Debut BUKTU Mengeksplorasi Tafsiran Tanpa Dasar

Buktu adalah nama dari sebuah band asal Yogyakarta yang mengombinasikan musik eksperimental, post-rock, ambience serta olahan lirik yang puitis. Di tiap penampilannya, Buktu piawai mengolah emosi dari lagu-lagu mereka, dengan lirik yang bersifat multitafsir, dimana pendengar dapat menafsirkanya dengan sebebas-bebasnya melalui perspektif masing-masing. Konklusi keunikan itu telah dicurahkan Buktu lewat sebuah album bertajuk “Mengeja Gejala

GENOCIDE Lepas dari Jebakan Death/Grind

Pengategorian jenis musik (genre), bagi sebagian besar musisi kadang justru dianggap membatasi kreativitas. Itulah yang dirasakan para personel Genocide, unit cadas asal Yogyakarta yang tadinya terikat dengan predikat penganut aliran death/grind metal. Lewat single “Home” yang baru saja dilepas, serta album mini bertajuk “From Earth II” yang tengah digodok produksi rekamannya, Genocide memutuskan untuk semakin

MULTATULI, Penyatuan Kebebasan Rock, Pelibas Kepedihan

Pijar musik Multatuli menyasar banyak genre, mulai dari rock, blues, funk, grunge dan bahkan reggae. Dan sesuai namanya yang diambil dari juru pena berkebangsaan Belanda, Dr. Ernest François Eugène Douwes Dekker (1820 – 1887) – terkenal dengan karya novel satir bertajuk Max Havelaar (1860) – yang dimaknai sebagai ‘rasa kepedihan yang telah dilalui’. Dengan harapan, lewat musiknya,

SABBRA CADABBRA Kehilangan Dramer

Unit metalcore asal Yogyakarta, Sabbra Cadabbra telah mengabarkan baru saja kehilangan penggebuk dramnya, Dwi Agung, lewat sebuah sebaran siaran pers resmi ke media. Tak ada informasi lebih jauh mengenai alasan mundurnya Agung, namun yang jelas ia sudah sempat merampungkan tugasnya mengisi porsi dram di album debut bertajuk “Pandora” yang diedarkan via Demajors. “Pandora” sendiri digarap