Visualisasi “Grind For Better Life” Menandai 20 Tahun PROLETAR

Di saat kebanyakan kelompok penganut musik cadas mengisi kekosongan akibat pandemi dengan melahirkan karya lagu atau album, Proletar mendadak menerobos ke permukaan dengan proyek yang lebih terasa prestisius dan berbeda. Pada 30 September 2020 mendatang, unit grindcore asal Jakarta ini telah memastikan bakal merilis film dokumenter tentang perjalanan karir mereka yang telah terentang hingga dua

Lewat “Worshipper”, BUSUK Akhirnya Muntahkan yang Terbaik

Usai jalan panjang yang lebih banyak dipanaskan lewat karya rekaman album mini (EP), album split serta beberapa kompilasi – termasuk yang terakhir berkontribusi di “Indonesian Tribute to Nasum” (2018) – Busuk akhirnya mampu lepas dari ancaman membusuk imbas kevakuman. Lewat label independen Lawless Records, unit metal ekstrim asal Depok yang telah menggeliat di skena sejak

Saksikan OVER POWER dalam Live Session yang Berbahaya

Situasi pandemi yang tidak menentu juga dimanfaatkan dengan baik oleh unit grindcore asal Kediri, Jawa Timur ini untuk tetap berkarya. Karya rekaman album mereka, “Ruination” yang dirilis via label independen Stormfire Production dan Grind Ears Records pada Maret 2018 silam ditampilkan lagi dalam konsep live session. Hasilnya, kini sudah bisa dinikmati melalui platform digital. Karya

PAUS PEMBUNUH Mencecar Grindcore dari Laut Terdalam

Dari sudut pandang musikal, unit cadas asal Malang, Jawa Timur ini mencoba bereksperimen di tiga single sekaligus yang mereka rilis belum lama ini. Masing-masing judulnya adalah “Sampah Masyarakat”, “Bucin” dan “Ilusi Pembawa Petaka”. “Kami sedikit bereksperimen dengan grindcore yang memiliki karakter sound lebih modern tanpa mengurangi unsur dari grindcore itu sendiri,” cetus pihak band kepada

Ini Dia Vokalis Baru NOXA

Lewat akun Instagram resminya, formasi terkini Noxa dengan vokalis barunya akhirnya resmi diumumkan. Kabar yang disiarkan sekitar dua jam lalu tersebut menampilkan foto terbaru Ade Himernio (gitar), Dipa Biomantara (bass) dan Alvin Eka Putra (dram) bersama Diegoshefa di lini vokal. “Selamat datang dan selamat bekerja @diegoshefa di Kabinet 2020,” tulis pihak Noxa di laman Instagram-nya.

“In Grind We Thrash“ Membahana di Kalimantan Timur

Jengah akan kondisi skena metal di kotanya yang bisa dikatakan semakin terlihat seperti ‘zombie’, dua unit cadas berbahaya asal Samarinda, Hatenemy dan Sheldon sepakat bergandeng tangan untuk mencairkan kebekuan tersebut. Sebuah single bertajuk “In Grind We Thrash” mereka rilis dalam format digital, sekaligus beserta video musik yang telah tayang di kanal YouTube. Lewat karya tersebut,

ABRAKADAVER Gaungkan Grindcore Anti Penindasan

Keinginan untuk membesut komposisi-komposisi bengis berkontur grindcore akhirnya benar-benar diwujudkan oleh Abrakadaver, sebuah unit musik cadas asal Kota Pahlawan, Surabaya. Pada 12 November 2019 lalu, mereka telah menyalak lewat single debut bertajuk “Say No To Oppression”. Lagu tersebut sekaligus membuka jalan menuju perilisan album mini (EP) yang dicanangkan meletup pada pertengahan 2020 mendatang. Abrakadaver sendiri

DEAD VERTICAL Letupkan Grindcore Usia 17+

Tepat di usianya yang ke-17, unit keras asal Jakarta Timur, Dead Vertical memutuskan merilis album baru bertajuk “XVII” (Blackandje Records), dengan kembali menerapkan konsep grindcore yang beringas, seperti awal Dead Vertical terbentuk pada November 2001 silam. Dan menurut para personelnya – Arya “Aryablood” Gilang Laksana (dram), Adi “Boybleh” Wibowo (gitar/vokal) dan Bonny “Deadbonz” Suhendra (bass)

BOROX Panaskan “Keras” dan Siapkan Album Penuh

Sejak terbentuk pada pertengahan era ‘90an silam hingga sekarang, unit grindcore senior asal Tangerang, Borox tetap menempel kuat di kulit terdalam skena musik bawah tanah Tanah Air. Bahkan belum lama ini, Bone (vokal), Dodoy (bass), Master (dram) dan Gore (gitar) telah melampiaskan sebuah komposisi cadas bertajuk “Keras” yang dipromosikan dalam format video klip. Borox sendiri

NOXA Cari Vokalis Baru. Ini Kriterianya!

Seperti kabar yang sudah beredar luas, terhitung sejak 14 September 2019 lalu, vokalis Tonny Christian Pangemanan resmi menyatakan mengundurkan diri dari Noxa, unit grindcore senior yang telah dihuninya sejak awal terbentuk di Jakarta, 17 tahun silam. Lewat akun Instagram pribadinya, yang lantas disiarkan pula oleh akun resmi Noxa, Tonny mengumumkan perpisahannya. “Salam jemppol kejepit, per

DUSX Proklamirkan Agresivitas Grindcore di “Beneath the Limb”

Gerakan grindcore terbaru kali ini mengemuka dari Kota Kembang, Bandung. Kali ini dipicu oleh trio bernama Dusx, yang dimotori Tommy Budiawan, mantan gitaris Godless Symptoms, bersama Gempita Adrian (vokal) dan Usenx (dram). Dua nama terakhir masing-masing berasal dari band Plastisin dan Amora Savage. Walau baru terbentuk tahun ini, namun mereka tak mau terlalu lama berbasa-basi

DENIED Resmi Semburkan “Mental Budak Jiwa Penjilat”

Satu lagi band berbahaya lahir dan menancapkan taring keeksisannya di skena musik cadas Tanah Air. Mereka memproklamirkannya lewat muntahan album debut yang sarat kebengisan distortif agresif bertajuk “Mental Budak Jiwa Penjilat”. Kenapa berbahaya? Karena Denied yang kendati baru terbentuk pada 2016 silam di Depok ini sebenarnya tidak dihuni muka-muka baru. Para personelnya adalah gabungan para

TIDERAYS dan AK//47 Tur Asia Tenggara

Tiderays dan AK//47 bakal menggelar tur di luar wilayah Indonesia. Dua unit cadas asal Semarang tersebut dijadwalkan bakal menggasak kawasan Asia Tenggara pada 20-30 Juli 2019 mendatang. Tur tersebut merupakan bagian dari rangkaian promo album Tiderays bertajuk ”401” yang dirilis Samstrong Records awal Juli kemarin. Tepatnya, Tiderays dan AK//47 akan menyambangi beberapa venue di lima

“Majal”, Semburan Kotor KANDALA

“Tidak ada keharusan atau paksaan untuk mendengarkan musik kami. Tidak ada faedah-nya mendengarkan Kandala. Pikirkan kalimat ini berulang kali.” Begitu pesan Kandala, unit keras asal Kota Palembang, menanggapi pertanyaan MUSIKERAS soal musik mereka, yang baru saja dimuntahkan melalui sebuah album debut bertajuk “Majal”. Karya rekaman mereka tersebut diedarkan label independen asal Bandung, Disaster Records dalam

RAJASINGA Panaskan “Meribut”, Sebuah EP Plus Plus

‘Ribut dan keras’ kembali dikoarkan Rajasinga, salah satu pelaku grindcore cadas Tanah Air. Pada 20 April 2019 mendatang, para personelnya – Biman (gitar/vokal), Revan (dram/vokal) dan Morrg (bass/vokal) – bersiap meledakkan “Meribut”, sebuah karya album rekaman terbaru, yang kali ini diedarkan dalam format CD dan kaset pita via label independen, Black and Je Records. Tapi

Grindcore Beringas AK//47 untuk Skena Internasional

Usai merampungkan tur panjang yang menggetarkan 21 kota di Amerika Serikat pada pada 16 Oktober hingga 17 November 2018 lalu, unit grindcore berbahaya asal Semarang, AK//47 langsung merilis album ketiganya, “Loncati Pagar Berduri”. Karya rekaman yang beramunisikan 13 komposisi grindcore dengan topik distopia dan aneka dekadensi akal sehat dalam masyarakat modern tersebut diedarkan oleh Lawless Jakarta

Oleh-Oleh dari “NOXA JAPAN TOUR 2018”

Pada 21, 22, 23 dan 24 September 2018 lalu, untuk kedua kalinya unit grindcore legendaris Tanah Air, Noxa kembali menggetarkan beberapa venue di Jepang, dalam sebuah paket tur bertajuk “Noxa Japan Tour 2018”. Kali ini, Tonny Christian Pangemanan (vokal), Ade Himernio (gitar), Dipa Biomantara (bass) dan Alvin Eka Putra (dram) menjajah Merry Go Round di

HAJAR DJAHANAM, Grindcore yang Kuat dan Tahan Lama

Nama band ini diambil dari sebuah titel ‘obat kuat’ yang cukup fenomenal  beredar di masyarakat arus bawah, yang masih percaya dengan tahyul dan terjebak dalam problematika ‘tidak percaya diri’. Namun filosofi menggunakan nama Hajar Djahanam jelas bukan mengarah ke rasa tidak percaya diri, tapi lebih ke fungsi obat tadi, yakni ‘kuat dan tahan lama’! Band

MORGIA Muntahkan Amunisi ‘Experimental Sci-fi Grindcore’

Adalah bukan hal aneh, jika sebuah band masuk studio rekaman tanpa bermodalkan material musikal yang sudah terkonsep sedikit pun. Paling tidak, ‘konsep’ inilah yang sangat dipahami oleh Morgia, sebuah band eksperimental dengan darah grindcore dan hardcore yang kental asal Jakarta. Lewat album debutnya yang bakal segera dirilis via Playloud Records, band ini menumpahkan 16 trek

TOTAL DAMAGE Merangkum Kebrutalan Dua Dekade

Bukan main! Butuh lebih dari dua dekade bagi Total Damage baru bisa mewujudkan perilisan sebuah album rekaman penuh pertamanya. Tepatnya di bulan ini, mereka merilis “Struggle for Existence”, yang diedarkan dalam format kaset via label Tarung Record, dan format cakram padat (CD) lewat Grindcore Lokal. Proses penggarapan “Struggle for Existence” sendiri menghabiskan waktu sekitar empat