Sisi Emosional NAME OF HATE di Antara Post-Hardcore dan Metalcore

Tak ada kata mundur jika kreativitas menggelora sudah di ujung jari. Termasuk urusan finansial. Unit cadas asal Bali ini misalnya. Dengan bekal pas-pasan, mereka berhasil merampungkan album debutnya, “Remind” hanya dengan fasilitas rekam seadanya, plus pembiayaan yang diirit semaksimal mungkin.  “Pengerjaan album tersebut kami kerjaan di rumah dengan alat seadanya dan alat tersebut kami beli

“Determination” Menggiring FELAN Mendekati Metalcore

Setelah menggeliat di skena sejak Desember 2012 silam, akhirnya niat unit post hardcore asal Jakarta ini untuk melahirkan karya rekaman debutnya tercapai. Belum lama ini, sebuah album mini (EP) bertajuk “Determination” telah mereka luncurkan via berbagai platform jasa dengar lagu berformat digital (streaming) seperti Spotify, iTunes, Deezer, Soundcloud dan YouTube Music. “Determination” yang menuturkan lirik

Besok, Dengarkan Musikalisasi Puisi Ala FOR REVENGE

Besok, unit rock asal Bandung ini merilis single terbarunya yang bertajuk “Perayaan Patah Hati”. Tentu ada yang baru, dimana kali ini mereka menerapkan kolaborasi lintas profesi, melibatkan coretan puisi karya Wira Nagara, seorang komika dan penulis yang dikenal lewat buku “Distilasi Alkena” (2016). “Saya adalah pengagum karya-karya Wira,” cetus vokalis For Revenge, Boniex Noor mengungkapkan

BREAKING ICE IN BRITAIN Pecah Kebekuan Lewat “Take It All”

Hampir dua tahun sejak merilis album mini (EP) “Eclectic”, akhirnya unit rock/post-hardcore asal Kota Depok ini bersuara lagi. Sebuah single terbaru bertajuk “Take It All” ini mereka rilis sejak 20 Juni 2020 lalu, yang bisa dibilang lahir dari pemanfaatan masa pandemi. Tapi menurut pihak band, “Take It All” sebenarnya sudah selesai proses rekaman sejak tahun

Wawancara Eksklusif: NEW FOUND GLORY tentang Album Baru dan Pandemi Corona

Masih dengan mengombinasikan punk, hardcore serta post-hardcore yang melodik, sarat energi dan semangat, yang digiring bersama lirik-lirik emosional nan anthemic, unit rock asal Florida, AS New Found Glory kembali membakar semangat para penggemarnya lewat album terbaru bertajuk “Forever + Ever x Infinity”, yang bakal dirilis via Hopeless Records pada 29 Mei 2020 mendatang. Setelah berkiprah

FIGHT FOR ANOTHER HERO, Penyintas Emo dari Manado

Masih dengan nuansa emo rock/post-hardcore yang sempat ramai di era 2000an hingga sekitar 10 tahun kemudian, band asal Manado, Sulawesi Utara ini akhirnya melampiaskan album penuh pertamanya, yang bertajuk “Sweet Affection On Your Eyes” pada 21 Maret 2020 lalu. Karya rekaman ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa genre tersebut belum ‘mati’. Paling tidak begitu yang diyakini

KLAVIERDISASTER: Eksplorasi “Artifisial” Tanpa Depresi

Jenuh menyaksikan pertengkaran dan kerusuhan, Klavierdisaster rilis “Artifisial”, sebuah single berbahasa Indonesia, dengan penerapan leburan elemen emo, alternative rock dan post-hardcore. Di sini, band asal Ciputat, Tangerang Selatan ini mencoba melakukan terobosan baru dalam komposisi musik mereka, di mana penambahan elemen musik tradisional Sumatera Barat yaitu Saluang bansi menjadi bumbu yang melahirkan greget tersendiri. Di

Di Album Debut, TICKET FOR FAMOUS Geber Hybrid Post-Hardcore

Proses yang cukup panjang akhirnya berhasil dilalui oleh unit post-hardcore asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara ini. Terhitung sejak 12 Januari 2019 lalu, secara resmi mereka meletupkan album penuh bertajuk “Unbroken”. Padahal sebenarnya, niat merilis album tersebut telah dicanangkan sejak pertengahan 2019 lalu, namun berbagai kendala yang menghantam membuat proses produksinya terhambat. Kendala yang pertama datang

Semangat Baru FOR REVENGE Hasilkan “Derana/Serana”

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Derana” memiliki arti tahan dan tabah menderita sesuatu. Lebih jauh aplikasinya misalnya tidak lekas patah hati, putus asa, dan sebagainya. Secara personal, “Derana” adalah pesan Boniex Noerwaga – vokalis lama For Revenge yang kembali bergabung – buat Archims “Chimot” Pribadi (dram), Izha Muhammad (bass) dan Arief Ismail (gitar) untuk berlari

Pejuang Post-Hardcore WALKINSOMNIA Membunuh Trauma

Satu lagi nama baru di ranah musik cadas Tanah Air menyeruak dari rimbunnya belantara Kalimantan. Tepatnya dari Samarinda yang belakangan ramai dibicarakan setelah dijadikan calon Ibu Kota terbaru Indonesia. Sekitar dua tahun setelah terbentuk, Walkinsomnia telah meletupkan “Killing Me Slowly” sebagai single perkenalan yang garang, melodius sekaligus dinamis. Pada dasarnya, ungkap pihak band kepada MUSIKERAS,

PRO MONKEY Tuntaskan 2019 dengan ‘Senyum Palsu’

Masih dari album “Life” yang telah ditetaskan sejak Januari 2019 lalu, unit metalcore asal Bekasi, Pro Monkey kembali meluncurkan video musik terbaru untuk single bertajuk “Fake Smile”. Ya, band ini tetap berusaha terus bergulir walau formasi kembali berkurang, menyisakan Vallian Hanjani H. (gitar), Ginandrea Saputra (vokal) dan Ramadhyan Beckham H. (dram). “Banyak hal yang terjadi

“Hard Feelings” Tegaskan Formula Baru KILMS

Seolah ingin menegaskan bahwa terus berkarya jauh lebih penting dibanding sekadar berkoar-koar di media sosial, KILMS kembali melecut karya rekaman baru. Memanfaatkan momentum dari respon positif atas single sebelumnya, “Numb”, band rock asal Jakarta tersebut kini merilis single berikutnya yang bertajuk “Hard Feelings”. Di tuturan lirik lagu yang ditulis oleh vokalis Faizal Permana tersebut, KILMS

WOLF INSIDE ME Siap Bentangkan Sayap ke Malaysia

Dari kota kecil bernama Kendari, di wilayah Sulawesi Tenggara, sebuah unit Post-Hardcore/Metalcore bernama Wolf Inside Me mencoba melebarkan sayap petualangan musikalnya. Tidak hanya bentangan daratan Nusantara yang dituju, namun mereka juga memberanikan diri mengadu peruntungan di negeri seberang. Tepatnya Malaysia. Rencananya, pada 16 November 2019 mendatang, band yang kini dihuni formasi Wija (vokal), Epul (bass),

Gebrakan Orisinal CHARIOT ON FIRE Setelah BLACKPINK

Peluncuran album mini (EP) bertajuk “Circumstances” akhirnya menjadi pembuktian keseriusan Chariot On Fire dalam berkarya. Sebelumnya, unit post-hardcore/metalcore asal Jakarta ini sempat mencoba mencuri perhatian dengan meng-cover lagu “Bad Guy” (Billie Eilish) serta “(DDU-DU DDU-DU)” (Blackpink), beberapa waktu lalu. “Circumstances” yang memuat lima trek, masing-masing berjudul “Halt”, “Fatamorgana”, “Circumstances”, “A Lies Beneath” dan “The Asylum”

Anjing Menggonggong, Kafilah KILMS Berlalu

Anjing menggonggong kafilah berlalu. Sepertinya pepatah itu yang berlaku di kubu Killing Me Inside saat ini. Di tengah kehebohan para mantan personelnya yang menggembar-gemborkan gerakan reuni, unit rock asal Jakarta tersebut tetap bergeming. Mereka seperti tak perduli dan bahkan tetap berkarya, dengan melepas sebuah single fresh bertajuk “Numb” (Anoixi Records) pada 3 Oktober 2019 lalu,

CLOSE ME CLOSET Ingin Bangkitkan Gairah Emo/Post-Hardcore

Sambil menunggu perilisan single terkini menuju album mini (EP) atau album penuh terbaru mendatang, unit post hardcore/screamo asal Jakarta, Close Me Closet melakukan pemanasan dengan meluncurkan dua karya pemanasan sekaligus bertajuk “Fairy of April” dan “My Empty Heart”. Kedua single tersebut sudah bisa disaksikan di kanal YouTube mereka sejak 27 September 2019 lalu. “Fairy of

PRAY FOR LAST NIGHT Visualisasikan “Diagnosa Epilepsi”

Setelah didahului dengan perilisan album mini (EP) bertajuk “The Only Living Sahabi” pada 28 April 2019 lalu, kini Pray For Last Night, unit post hardcore asal Serang. Banten meluncurkan video klip salah satu single dari EP tersebut, yakni “Diagnosa Epilepsi”. Visualisasi lagu tersebut sudah tayang di kanal YouTube sejak 9 Agustus 2019 lalu. Menurut tuturan

UNDERSTATEMENT Visualkan Single “Bipolar”

Salah satu single dari “Feelings” – EP (album mini) yang telah diletupkan sejak April 2018 lalu – akhirnya divisualkan Understatement dalam format video klip. Lagu yang dipilih adalah “Bipolar”, dimana unit Melodic/Post Hardcore asal Jakarta Timur yang terbentuk sejak 2016 ini menghadirkan raungan vokalis tamu, Hendro Prasetyo Wibisono dari Crows As Divine. “Kami mengajak teman

SLEEPING WITH SIRENS Bangkit dari Kegelapan

Hiruk pikuk kesuksesan album “Gossip” (2017) serta tur yang berkepanjangan justru membuat karir band post-hardcore/metalcore asal Orlando, Florida (AS) ini sempat berada di titik yang tak menentu. Khususnya sang vokalis, Kellin Quinn yang terhempas ke situasi depresi dan menjadi budak alkohol. “Saya melepas segalanya,” ungkap Kellin via siaran pers resminya, mengakui. “Saya tidak menjadi seorang

WITH THIS FAKE Suarakan “Makna” Peradaban

Kuintet metalcore With This Fake melanjutkan eksplorasi musikalnya. Kurang lebih sekitar dua bulan setelah perilisan “Gravity Fall”, kuintet metalcore asal Denpasar, Bali ini kembali menerjang lewat “Makna”, sebuah single baru dimana mereka mencoba melampiaskan keresahan yang dialami para personelnya, tentang gambaran kehidupan sehari-hari yang terlihat di media-media, yang hampir selalu diisi dengan pemusuhan, kebencian dan

Lewat “Home”, HEAT SEEKER ROCKETS Eksplorasi Total

Setelah memanaskan langkahnya lewat perilisan single “Home”, “On Heartless”, “Transendensi” dan “A Sentimental Forsaken”, kini unit modern metal asal Banjarmasin, Heat Seeker Rockets (HSR) akhirnya membungkusnya dalam sebuah kemasan album debut yang juga bertajuk “Home”. Di sini, band yang diperkuat barisan musisi – Rommy (vokal), Feriza (bass/vokal), Riza (gitar), Emen (gitar) dan Rino (dram) –