Menyedihkan, CHESTER BENNINGTON Menyusul CHRIS CORNELL

“… Chester baru saja mengatakan pada saya betapa bahagianya dia…. Dia sosok yang santun dan sangat berbakat….”

Itu potongan cuitan Nikki Sixx, bassis band rock legendaris Motley Crue via Twitter dini hari tadi, merespon berita meninggalnya Chester Bennington, vokalis Linkin Park. Chester ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Palos Verdes Estates, Los Angeles, AS, semalam. Ketika berita mengejutkan ini pertama kali mulai tersiar, pihak kepolisian setempat tidak membantah atau pun mengonfirmasi bahwa Chester telah melakukan bunuh diri. Saat kejadian, Chester sedang sendiri di rumah, ketika seluruh anggota keluarganya sedang berada di luar kota. Tubuhnya yang sudah tak bernyawa lantas ditemukan oleh pengurus rumah.

Sampai saat ini, belum diketahui motif dibalik tindakan Chester nekad menghabisi hidupnya dengan cara bunuh diri, tepat di hari ulang tahun sahabatnya, mendiang Chris Cornell yang juga meninggal bunuh diri pada 18 Mei 2017 lalu. Entah apakah tindakan Chester ada hubungannya dengan kejadian tragis Chris Cornell, namun sepeninggal Chris, Chester sempat menulis surat terbuka mengungkapkan kesedihan mendalam setelah kepergian Chris.

“Anda telah menginspirasi saya di berbagai hal, bakat Anda sangat murni dan tak tertandingi, suara anda adalah kebahagiaan dan kepedihan, kemarahan dan pengampunan, cinta dan luka yang terbungkus dalam satu kesatuan. Saya menyimpulkan kita semua seperti itu, Anda telah membantu saya memahaminya. Saya tak bisa membayangkan hidup tanpa kehadiran Anda, saya mendoakan Anda menemukan kebahagiaan di kehidupan berikutnya…,” tulis Chester.

Usaha bunuh diri sendiri bukan pertama kalinya diniatkan Chester. Kehidupan masa lalunya yang kelam saat masih tinggal di Arizona – jauh sebelum ia tenar lewat kiprahnya bersama Linkin Park – Chester tidak mengalami kebahagiaan di lingkungan keluarga. Pada usia 7 tahun, ia pernah mengalami pelecehan seksual oleh pria yang lebih dewasa darinya, dan empat tahun kemudian kedua orang tuanya berpisah. Tak lama setelahnya, Chester yang kemudian tinggal bersama ayahnya mulai menyentuh narkoba jenis marijuana, opium, kokain hingga LSD, dan mengonsumsi alkohol. Di titik ini, Chester pernah berniat untuk bunuh diri karena terdorong rasa frustrasi. Sebelum hijrah ke Los Angeles dan bergabung dengan Linkin Park, Chester akhirnya berhasil mengalahkan ketergantungannya pada narkoba.

Rekan Chester di Linkin Park, Mike Shinoda mengaku sangat terpukul dan sedih mendengar kabar duka meninggalnya Chester. “Tapi ini benar terjadi,” ungkapnya via Twitter.

Chester meninggal pada usia 41 tahun, meninggalkan Talinda Bentley, istrinya, serta tiga orang anak. Chester juga mempunyai tiga orang anak lagi dari istri sebelumnya.

Linkin Park yang terbentuk pada 1996 meraih kesuksesan internasional lewat album pertamanya, “Hybrid Theory” yang menjadi album terlaris abad ini. Di negara asalnya, “Hybrid Theory” telah terjual lebih dari 10 juta keping. Linkin Park sendiri tercatat sudah mengantongi dua trofi Grammy Awards, lima American Music Awards, empat MTV Awards VMA, 10 MTV Europe Music Awards dan tiga World Music Awards. Linkin Park telah tampil di berbagai konser besar yang sold-out di seluruh dunia. Album yang telah dihasilkan Linkin Park adalah “Hybrid Theory” (2000), “Meteora” (2003), “Minutes to Midnight” (2007), “A Thousand Suns” (2010), “Living Things” (2012), “The Hunting Party” (2014) dan “One More Light” (2017).

Pada 2003, Chester sempat bergabung di band grunge Stone Temple Pilots untuk menggantikan Scott Weiland. Kolaborasi tersebut sempat menghasilkan album mini (EP) bertajuk “High Rise” pada 8 Oktober 2003. (MK03)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *