EXTREME dan POWER TRIP Menantang Hujan di JogjaROCKarta 2019

Walau sempat ‘tergencet’ eforia promosi tiket pra-jual JogjaROCKarta 2020 yang bakal menampilkan raksasa rock dunia, Scorpions dan Whitesnake, namun ternyata antusias penonton untuk menyaksikan gelaran JogjaROCKarta International Rock Music Festival 2019 yang berlangsung pada 3 November lalu tetap membara.

Terbukti, sejak sore hingga malam, aliran penonton terus memadati Stadion Kridosono, Yogyakarta. Mereka tidak melewatkan penampilan deretan unit cadas lokal seperti Tumenggung (Yogyakarta), Trojan (Bali), Down For Life (Solo) hingga nama-nama besar asal Jakarta seperti ILP, NTRL Feat. Bimo, Edane dan Jamrud. Energi besar berkecamuk di sini, dimana telinga penonton terus dihajar distorsi tegangan tinggi nan gagah, namun dengan terjangan tata suara yang detail dan tidak menyakitkan pendengaran.

Dan ketika tiba giliran Extreme, unit rock legendaris asal Amerika Serikat menjejakkan kaki di atas panggung megah berukuran 18 x 12 meter, energi penonton pun membuncah. Rintik hujan tidak menjadi penghalang untuk berdesak-desakan mendekati bibir panggung. Selama lebih dari satu jam, Gary Cherone (vokal), Nuno Bettercourt (gitar), Pat Badger (bass) dan Kevin Figueiredo (dram) terus menggedor kuping penonton dengan 10 komposisi funky rock yang groovy dan enerjik.

Di antaranya, Extreme mengumandangkan lagu “It (‘s a Monster)”, “Get the Funk Out”, “Rest in Peace”, “Kid Ego”, “Play With Me”, “Cupid’s Dead” dan “Am I Ever Gonna Change”. Lalu ada juga nomor instrumental “Midnight Express” yang dieksekusi Nuno dengan gitar akustrik sendirian di panggung, yang lantas disambung dengan lagu akustik ‘sejuta umat’, “More Than Words”. Ya, di sini hampir seluruh penonton bernyanyi bersama, membuat malam dingin yang dibasahi rintik hujan menjadi terasa lebih khidmat. Lalu setelah menutup konsernya dengan lagu “We Are The Champions” milik Queen, Nuno pun menghampiri dan menyalami deretan penonton yang berdesakan di pagar barikade panggung. Sebuah pemandangan yang sangat istimewa dan menjadi kenangan tak terlupakan bagi penggemar Extreme di Kota Gudeg Yogyakarta.

Sebenarnya, sepanjang penampilan Extreme, kualitas tata suara yang mereka kumandangkan justru tidak sebagus terjangan band-band sebelumnya. Dan ketidakberesan itu juga terlihat di panggung, dimana ada beberapa momen dimana Nuno memperlihatkan kekesalannya karena penataan suara panggung yang tidak maksimal. Dan sepertinya, masalah itu justru datang dari ketidakbecusan kerja kru teknis mereka sendiri.

Tapi terlepas dari itu semua, Nuno tak bisa menyembunyikan kegembiraannya bisa tampil di depan ribuan penonton. Bahkan sangat mengapresiasi berbagai pemberitaan media lokal yang menyorot penampilan Extreme, seperti yang ia ekspresikan via akun Facebook dan Instagram pribadinya.

Usai sing along bersama Extreme, rangkaian konser JogjaROCKarta Festival yang diprakarsai Rajawali Indonesia itu pun ditutup dengan pesta headbang dan moshing liar di tengah guyuran hujan, yang dikomandoi Power Trip, unit thrash metal asal Dallas, AS yang dimotori formasi Riley Gale (vokal), Chris Ulsh (dram), Chris Whetzel (bass), Blake “Rossover” Ibanez (gitar) dan Nick Stewart (gitar). Sepuluh lagu yang lebih banyak dicomot dari album “Nightmare Logic” (2017) – termasuk “Soul Sacrifice”, “Executioners Tax”, “Firing Squad” dan “Nightmare Logic” – menjadi pesta penutup yang benar-benar bergigi, yang membuat gelaran JogjaROCKarta Festival 2019 mencapai klimaksnya.

“Power Trip memang layak mendapatkan predikat sebagai salah satu band dunia yang memiliki karya rock terbaik melalui album ‘Nightmare Logic’. Dan Alhamdulillah, berkat kehadiran Extreme, Power Trip dan beberapa musisi rock Indonesia di JogjaROCKarta 2019, apa yang kami targetkan dan kami harapkan bisa tercapai dengan sempurna. Malam ini setidaknya ada sebanyak 8.700 orang penonton menyaksikan festival ini. Dan hal ini bagi kami merupakan sebuah pencapaian yang sangat membanggakan,” tutur Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia & Founder JogjaROCKarta International Rock Music Festival.

Malam itu, selain suguhan konser, pihak Rajawali Indonesia juga membuka penjualan tiket pra-jual (pre-sale) tahap pertama untuk JogjaROCKarta Festival 2020 yang bakal menghadirkan band rock legendaris dunia Scorpions dan Whitesnake sebagai headliner. Untuk presale tahap kedua, juga telah dibuka sejak kemarin dengan harga Rp 1.200.000 (VIP), Rp 800.000 (Festival A) dan Rp 500.000 (Festival B. Sementara untuk tiket reguler mulai dijajakan hari ini, yang dibandrol di harga Rp 1.500.000 (VIP), Rp 900.000 (Festival A) dan Rp 600.000 (Festival B). Penjualan tiket JogjaROCKarta Festival 2020 sendiri dijual melalui id.bookmyshow.com. Untuk informasi lebih lanjut mengenai JogjaROCKarta Festival bisa diakses melalui Official Instagram @jogjarockartafestival.(*)

Kredit foto: Azhan Miraza (Extreme) & Mudya Mustamin (Nuno)

Kredit video: Official Doc Rajawali Indonesia

.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *