ALPHA MORTAL FOXTROT: “Musik Kami Bisa Membuat Produser Frustrasi.”

Rock dengan imbuhan berbagai dimensi nuansa yang melingkupi komposisinya kembali menjadi menu utama Alpha Mortal Foxtrot, yang dipersembahkan sebagai pemuas dahaga bagi rockhead yang mengharapkan suguhan karya rekaman yang tidak generik. Single terbaru mereka, “Would You Save Me?” menjadi penerus benang merah musikal yang telah dijalin unit rock asal Jakarta bentukan 2019 ini sebelumnya, lewat single “Oceanview”, “Curvew” dan “White Collar”.

Raiden Soedjono (dram), Ricky Putra (gitar), Adrian Hardjapamekas (bass) dan Wiku Anindito (vokal/gitar) yang menganyam karakter musik di Alpha Mortal Foxtrot menyebut band-band seperti Pink Floyd, Silversun Pickups, Interpol, Mew, Swervedriver hingga Porcupine Tree sebagai sumber inspirasi dan pengaruh musik mereka. Tapi lebih dari itu, intinya mereka ingin menghadirkan corak alt-rock yang lebih leluasa menghadirkan eksplorasi bunyi, namun tetap menggoda untuk disenandungkan. 

Pengerjaan single “Would You Save Me?” sendiri kembali digarap Alpha Mortal Foxtrot bersama produser Rully Worotikan, yang juga dikenal sebagai gitaris unit rock Omni. Keseluruhan proses tracking dieksekusi di JBRC, Suara Maju dan Rodinda Studio, sementara untuk pemolesan mixing dan mastering dipercayakan kepada Didit Saad (Stars and Rabbit) dan Rizky Wahyudi. Selain para personel band, “Would You Save Me?” juga menghadirkan sentuhan permainan gitar solo dari Nandie Daniel (Dried Cassava) serta melibatkan kontribusi Jeremiah Worotikan di pengolahan komposisi gitarnya.

Lebih jauh tentang bagaimana esensi ‘isi dapur’ Alpha Mortal Foxtrot saat meramu musiknya, berikut tanya-jawab MUSIKERAS dengan mereka:

.

Sejauh ini sudah ada empat single yang kalian rilis. Apakah keseluruhan dibuat dalam waktu yang berbeda sehingga terjadi proses ‘revisi’ seiring dengan berkembangnya pola kreativitas kalian? Mengingat konsep musik Alpha Mortal Foxtrot sepertinya cenderung sulit untuk ‘dipagari’…. 

“Single-single yang telah kami rilis, termasuk ‘Would You Save Me?’ sebagai single keempat direkam dalam rentang waktu bersamaan, mulai awal 2019. Namun dari waktu penulisan lirik, ‘Would You Save Me?’ justru yang pertama kali ditulis Wiku, kurang lebih delapan tahun lalu. Berhubung duka yang cukup mendalam serta kesibukan sehari-hari selaku konsultan hukum, lagu ini urung direkam hingga akhirnya Alpha Mortal Foxtrot terbentuk tahun lalu. Betul sekali bahwa konsep bermusik kami cenderung sulit dipagari. Walau di satu sisi ini adalah hal baik agar kami bisa terus melakukan eksplorasi, di sisi lain bisa bikin produser frustrasi. Kami sangat beruntung bahwa produser kami, Rully Worotikan paham betul karakter dan referensi tiap personel. Sehingga dalam proses rekaman, tidak ada revisi besar yang berarti maupun cek-cok masalah konsep dan sound.”

Masih berhubungan dengan pertanyaan tadi, bagaimana proses interaksi antar personel dalam berkreasi agar bisa menemukan titik tengah dari segi musikal, dan agar tentunya sesuai dengan target karakter lagu?

“Wiku bertanggungjawab penuh untuk aspek lirik. Umumnya, setelah Wiku merekam konsep awal lagu, Ricky dan Adi menimpali dengan isian riff gitar dan bass, sebelum akhirnya Raiden mengisi dram. Kami semua sepakat, dram menjadi aspek terpenting di lagu kami. Di tiap lagu, dramnya harus bisa ‘bernyanyi’ – kalau sekiranya gagal untuk mengajak kami air-drumming, ya berarti pattern-nya salah dan mungkin konsep lagu harus dirombak. Walaupun departemen gitar cukup sesak dengan echo dan reverb, Rully punya peran penting untuk memoles konsep sound dan vokal untuk senantiasa upfront, tidak nun jauh di belakang seperti rata-rata band shoegaze/nugaze.”

Untuk album yang rencananya kalian rilis berikutnya, berapa lagu yang akan menjadi amunisinya, dan sudah sejauh mana progresnya hingga hari ini?

“Berhubung hingga saat ini sudah ada tujuh lagu, besar kemungkinan konsep rilisan pertama kami adalah album, di kuartal pertama 2021. Kami sedang dalam tahap merampungkan mixing dan mastering untuk tiga lagu terakhir di Studio Suara Maju, Bintaro, Tangerang Selatan.” 

.

Single “Oceanview”, “Curvew”, “White Collar” dan “Would You Save Me?” bisa didengarkan di platform digital streaming seperti Spotify dan Apple Music, atau di tautan YouTube di artikel ini. (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *