Pekik Demonstran dalam Single Punk STRAITH OFF

Berlatar belakang perbedaan dalam genre musik, unit punk asal Cimahi, Jawa Barat ini terbentuk pada pertengahan 2020 lalu. Perbedaan tadi lantas disatukan dalam satu wadah yang diberi nama Straith Off, dimana mereka terpengaruh band-band punk yang didominasi lirik kritis terhadap kehidupan sosial. Straith Off berusaha menyampaikan suatu pesan akan suatu penolakan, perlawanan dan fakta yang terjadi dalam peristiwa atau kehidupan sehari-hari baik, di dalam negeri maupun peristiwa di dunia.

Sebagai perkenalan, sekaligus wadah untuk memuntahkan unek-unek mereka tadi, sebuah single debut bertajuk “Pull the Rules” telah diperdengarkan via berbagai platform digital. Lirik lagu tersebut, berisi tentang suatu penolakan kebijakan terhadap pemerintah, yang berlatar belakang peristiwa demo mahasiswa dan buruh pada 8 Oktober 2020 lalu. Selaku sesama mahasiswa, mereka mempunyai pemikiran yang searah dan berada di satu pihak yang sama. Mereka ingin ikut menyuarakan beberapa pendapat dari teman-teman pendemo yang sudah rela turun ke jalan, dan sekaligus berterima kasih kepada mereka yang telah berjuang dan menjadi inspirasi dalam terciptanya lagu “Pull the Rules”. 

We just need solution, we just need honesty from them, not your discussion, not your fuckin ascension!“. Demikian kutipan lirik “Pull the Rules” yang digaungkan sebagai bentuk apresiasi dari mereka yang mewakili seluruh demonstran. 

.

.

Proses rekaman “Pull the Rules” sendiri digarap Fahmi ‘Ami’ Santoso (dram), Maulana ‘Peeng’ Septiadi (bass), Kiemas ‘Kim’ Damar Raksa (gitar/vokal) dan Deni ‘Ben’ Rahman (gitar) di Bandung, yang hanya menghabiskan waktu sekitar beberapa minggu. Situasi kondusif itu bisa terjadi lantaran mudahnya proses peleburan ide dari setiap personel, dan masing-masing bisa menerima dan mengeluarkan pendapat satu sama lain. Mulai dari perubahan aransemen lagu, ketukan dram hingga notasi vokal.

“Secara tidak sengaja kami mengombinasikan beat punk ala Travis Barker dengan riff gitar yang catchy dari Billie Joe Armstrong, lalu disisipi lead gitar yang memadukan nada harmonic dan melodic dari scale gitar yang kami berikan,” urai Straith Off kepada MUSIKERAS, menjabarkan konsepnya.

Dari segi referensi musikal, Straith Off menyebut cukup banyak sumber yang mereka dapatkan, karena itu tadi, setiap personel datang dari latar belakang berbeda. “(Tapi) Kami tidak merujuk kepada satu band sebagai influencer bagi band kami. Kami hanya menyatukan apa yang kami dengar, apa yang kami rasa dan juga apa yang kami lihat. Dari perbedaan itu, kami menyatukannya dalam ‘Pull the Rules’.”

Usai merilisan “Pull the Rules”, Straith Off segera berpindah ke langkah selanjutnya, dimana kini mereka sedang memaksimalkan proses penggarapan sebuah album mini (EP) perdana. Sejauh ini keseluruhan proses sudah mencapai sekitar 85% untuk enam trek yang mereka siapkan bersama. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts