DISINFECTED Hidupkan Ancaman “Aku Akan Bunuh Kamu”

Untuk ketiga kalinya, album mini (EP) yang dilahirkan unit death metal asal Bandung sekitar 16 tahun silam ini kembali dihidangkan di skena musik ‘bawah tanah’. Karya rekaman beramunisikan lima komposisi mencekam bertajuk “Aku Akan Bunuh Kamu” tersebut dulunya dirilis pertama kali dalam format CD oleh label Rottrevore Records pada 2005. Lalu oleh Zim-Zum Entertainment, sempat dihidupkan lagi dalam format kaset dalam jumlah terbatas – hanya 100 keping – pada 2018 lalu.

Kali ini, atau tepatnya sejak awal September 2021 lalu, giliran Horrible Creation Extreme Musick Media yang bekerja sama dengan Karnivora Production, yang menghadirkan “Aku Akan Bunuh Kamu” kembali. Masih dalam format CD.

“Tidak ada latar belakang yang spesial untuk perilisan ulang EP ini. Kami hanya ingin pendengar sekarang, terutama pecinta karya fisik dapat memiliki EP tersebut,” ujar gitaris Adyth Nugraha mewakili Disinfected kepada MUSIKERAS, saat ditanya mengenai alasan perilisan ulang EP tersebut. 

“Aku Akan Bunuh Kamu” sendiri merupakan salah satu karya penting dalam perjalanan karir Disinfected. Dari segi konsep musik pun terbilang berbeda karena penggarapan lagu-lagunya masih melibatkan mendiang Dwinanda ‘Rio’ Satrio, mantan gitaris Bloody Gore. Kala itu, Adyth Nugraha yang merupakan pendiri Disinfected sempat mengundurkan diri pada 2002, dan Rio masuk menggantikan posisinya. Selain sebagai musisi, Rio sendiri juga dikenal sebagai salah satu pendiri label death metal fenomenal, Rottrevore Records. 

Itulah sebabnya, penggarapan lagu-lagu Disinfected di EP tersebut sedikit berbeda. Bahkan justru – kata Adyth lagi – yang paling berbeda dibanding karya Disinfected di album debut “Melted” (2000), atau beberapa split album serta album terkini.

.

.

“Karena pada EP itu, musik banyak ditulis oleh Almarhum Rio. (Tapi) Jika bicara relevansi konsep musik (dengan konsep Disinfected sekarang) jelas masih ada karena kami masih memainkan gaya old-school death metal dengan elemen thrash metal,” seru Adyth menegaskan.

Walaupun secara teknis tak pernah merasa puas dengan berbagai karya rekaman yang telah dilahirkan Disinfected sejak terbentuk pada 2 November 1997 silam, namun Adyth mengakui EP “Aku Akan Bunuh Kamu” cukup menancap dalam di ingatan para metalhead Tanah Air.

“Di album itu ada dua lagu yang melekat di benak pendengar seperti ‘Aku Akan Bunuh Kamu’ dan ‘Baptis Aku dengan Darah’. Hal tersebut cukup membuat kami senang karena penikmat musik kami dapat bernyanyi bersama di lagu tersebut.” 

Oh ya, pada 2011, secara mengejutkan Rio meninggal dunia dan Adyth pun akhirnya kembali bergabung menggerakkan roda karir Disinfected pada tahun itu juga. Selain Adyth, kini Disinfected juga diperkuat formasi Amenk GB (vokal/growl), Sigit Tri Hartono (bass), Diaz Vishnu (gitar) dan Dian Ramadhan (dram). Formasi inilah yang melahirkan album “Hordes of The Infected” yang dirilis pada Maret 2019 lalu.

Saat ini, Disinfected sudah memulai aktivitas penulisan lagu-lagu baru. Proyek terdekat adalah ikut berkontribusi di sebuah album kompilasi bersama Jasad, Forgotten, Burgerkill serta beberapa band cadas dari Bandung lainnya, khususnya komunitas Ujungberung. Namun target perilisan kompilasi tersebut belum bisa dipastikan lantaran masih terhadang dampak pandemi. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *