Satu Dekade Lalu, Inilah 10 Album Keras Terbaik yang Pernah Dirilis

Oleh @mudya_mustamin

Tentunya, nyaris tak terhitung rilisan berbahaya yang mengemuka di 2011 silam, atau satu dekade lalu. Namun menimbang berbagai sisi, di antaranya kualitas musikal, inovasi hingga pencapaian, terobosan dan pengaruhnya di kancah global, kami rasa inilah 10 karya rekaman album yang memenuhi syarat disebut sebagai yang terbaik pada era itu. Setidaknya versi MUSIKERAS. Pastinya, kalian pun punya pilihan tersendiri. Enjoy!

.

TRIVIUM “In Waves” (Roadrunner Records – 2 Agustus 2011)

Karya rekaman album studio kelima, atau yang pertama tanpa keterlibatan dramer Travis Smith. Di sini, posisi tersebut dieksekusi oleh Nick Augusto yang sempat bertahan hingga album keenam, “Vengeance Falls”. Penampilan panggung perdana Nick bersama Trivium terjadi di konser yang digelar di Jakarta, Indonesia pada 11 Februari 2010. Dari segi konsep musik, sedikit mengacu pada album “Ascendancy” yang melebur kombinasi elemen heavy metal tradisional, thrash metal serta metalcore awal.

.

ARCHITECTS “The Here and Now” (Century Media – 19 Januari 2011)

Momen saat band asal Inggris ini mulai menunjukkan keinginan kuat untuk melebarkan jangkauan musiknya dan tidak terjebak di kubang metalcore yang generik. Sedikit menekan unsur heavy dan lebih banyak bereksplorasi di penulisan lagu, seperti yang terwakili di single “”Day in Day Out”, “Learn to Live” dan “Heartburn”.

.

MEGADETH “Thirteen” (Roadrunner Records – 1 November 2011)

Sesuai judul albumnya, ini memang merupakan karya rekaman studio Megadeth yang ke-13, sekaligus merupakan momen pertama yang melibatkan kontribusi bassis David Ellefson sejak hengkang pada 2002 (David bergabung lagi pada 2010 dan lantas dipecat pada 2021). Secara musikalitas berhasil mempertahankan kualitas mengejutkan yang telah dibangun di album “Endgame”, dengan pendekatan sound yang berhasil menyuntikkan modernisasi yang apik. “Sudden Death” dan “Public Enemy No. 1” adalah dua anthem yang berhasil memanjangkan usia album ini.

.

SUICIDE SILENCE “The Black Crown” (Century Media -12 Juli 2011)

Respon terhadap album ini sangat variatif. Intinya, karya rekaman mereka kali ini lumayan terpoles rapi di produksi, dan rasanya siapa pun setuju, inilah salah satu album mereka yang tersolid. Tetap brutal dan sarat terapan breakdown yang berbahaya. Apalagi dirakit saat raga mendiang vokalis Mitch Lucker masih memperkuat salah satu pahlawan deathcore dunia ini. Salah satu kengerian lagunya yang mewakili deskripsi di atas adalah “You Only Live Once”.

.

FALLING IN REVERSE “The Drug in Me Is You” (Epitaph – 26 Juli 2011)

Ini karya rekaman studio debut dari vokalis Ronnie Radke, sejak ia hengkang dari Escape the Fate pada 2008 silam. Pop dan mudah dicerna menjadi daya tarik utama album ini, namun di sisi lain tetap melibatkan elemen-elemen heavy yang di sana-sini dibaluri sentuhan post-hardcore/metalcore dan elektronik. Komposisi single “Raised by Wolves”, “I’m Not a Vampire” serta tentunya, “The Drug in Me Is You” adalah sebagian contoh terbaiknya. Pada 13 Februari 2020 lalu, lagu “The Drug in Me Is You” didaur ulang ke dalam format balada yang berbasis piano.

.

DREAM THEATER “A Dramatic Turn of Events” (Roadrunner Records – 12 September 2011)

Album pertama milik unit progressive rock legendaris tersebut yang tak lagi diperkuat dramer Mike Portnoy, sekaligus menjadi karya pertama yang melibatkan kontribusi dramer Mike Mangini. Banyak yang menyebut konsepnya seperti memadukan album lama mereka, “Images and Words” (1992) dan “Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory” (1999). Lumayan berhasil, karena berkat album ini, akhirnya untuk pertama kalinya Dream Theater bisa tercatat di daftar nominasi Grammy Awards 2012 untuk kategori “Best Hard Rock/Metal Performance”.

.

KVELERTAK “Kvelertak” (Indie Recordings/The End Records – 15 Maret 2011)

Sebenarnya album debut unit rock asal Norwegia ini dirilis pertama kali pada Juni 2010. Tapi baru benar-benar diperkenalkan ke pasar dunia – katakanlah begitu – mulai Maret tahun berikutnya via The End Records dengan penambahan beberapa trek bonus. Jangan bayangkan black metal, karena band ini menawarkan kreativitas yang lebih renggang. Sebuah suguhan rock yang menakjubkan, dengan berbagai elemen yang dijahit secara apik menjadi satu kesatuan yang groovy, tapi juga ‘gelap’. Jika baru mengenal mereka, disarankan langsung mendengarkan lagu “Mjød” dan “Blodtørst”.

.

ANIMALS AS LEADERS “Weightless” (Prosthetic Records – 4 November 2011)

Bayangkan Meshuggah dan Cynic dipadukan, lalu sedikit-sedikit diberi sentuhan jazz, dan selanjutnya dieksekusi lewat eksplorasi dua gitar bersenar delapan yang sarat idiom ‘djent’. Album studio kedua trio ini benar-benar membuat kuping orgasme dengan berbagai manuver berformat instrumental yang progresif. Dibanding album debutnya, “Weightless” ini juga terbilang lebih heavy sekaligus kompleks. Jenius!

.

EVANESCENCE “Evanescence” (Wind-Up Records – 7 Oktober 2011)

Awalnya, album ini sempat digarap bersama Steve Lillywhite, produser yang saat ini tinggal di Indonesia. Namun karena tak ada kecocokan akhirnya diganti oleh Nick Raskulinecz. Hasilnya, Evanescence disebut-sebut berhasil mengerek kualitas musiknya ke tingkatan yang lebih heavy, namun tetap dengan hasil kerajinan lagu yang catchy dan groovy. Di berbagai negara, album yang memuat tiga single kuat, yakni “What You Want”, “My Heart Is Broken” dan “Lost in Paradise” ini sukses secara komersil. Saat mempromosikan album ini, Evanescence sempat singgah di Jakarta dan menggelar konser pada 25 Februari 2012.

.

BURGERKILL “Venomous” (Revolt Records – 14 Juni 2011)

Konsep fresh yang seolah menggabungkan sari dari album “Berkarat” dan “Beyond Coma and Despair” lalu mengembangkannya dengan berbagai referensi metal kekinian. Juga merupakan album pertama yang menghadirkan vokalis baru saat itu, Vicky Mono yang direkrut menggantikan mendiang Ivan Firmansyah a.k.a. Ivan Scumbag. Sebuah kekuatan baru dan lebih berbahaya, yang memang ditargetkan bisa menembus pasar Internasional. Salah satu warisan terbaik dari Burgerkill. Semoga damai di surga, Aries Tanto a.k.a. True Megabenz!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *