Kabar Keras Dunia: Dari LOATHE Hingga THE ROLLING STONES

Akhirnya, kelanjutan sepak terjang LOATHE yang sebelumnya telah ditancapkan via album “I Let It In And It Took Everything” (2020) serta “The Things They Believe” (2021) dipanaskan lagi. Kali ini lewat single terbaru bertajuk “Dimorphous Display”. Karya rekaman terbaru ini, menurut unit metal eksperimental asal Liverpool, Inggris ini, sebenarnya sudah ada cikal bakalnya sejak lama. Namun baru kali ini ada kesempatan untuk menggarapnya lagi secara bersama-sama di band.

“Jadi akhirnya kami bisa melepaskannya ke dunia terasa seperti pencapaian yang luar biasa. Demo awal diajukan tak lama setelah kami selesai dengan ‘I Let It In And It Take Everything’, tetapi dengan adanya pembatasan (akibat pandemi) yang terjadi di seluruh dunia, telah memberi kami kesempatan untuk bereksperimen dengan kolaborator yang berbeda.”

“Dimorphous Display” menunjukkan pengembangan musikal yang terbilang lebih galak dari Kadeem France (vokal), Erik Bickerstaffe (gitar/vokal), Sean Radcliffe (dram) dan Feisal El-Khazragi (bass)  dibanding sebelumnya. Berat hingga menggetarkan rahang, dengan susupan antusiasme avant-garde yang sebelumnya telah mereka kipasi di album debut “The Cold Sun” (2017). Namun, di “Dimorphous Display” dibuat lebih agresif dan berkembang.

Loathe yang terbentuk pada 2014 menerapkan formula musik yang secara garis beras melebur pengaruh metalcore dengan nu metal, yang lantas dibubuhi ide-ide eksperimental yang liar, hasil serapan dari berbagai elemen shoegaze, progressive metal hingga industrial. 

.

Bisnis tur keliling dunia yang lazim dilakukan oleh banyak musisi menjadi sektor paling pertama yang terkena dampak pandemi. Tak banyak yang bisa dilakukan selain menahan diri untuk tidak menggelar konser yang melibatkan banyak orang atau penonton. Tapi di tengah keterbatasan itu, band rock legendaris dunia THE ROLLING STONES masih bisa mencetak rekor sebagai peraup penghasilan terbesar dari rangkaian konser “No Filter Tour” yang mereka gelar sepanjang 2021 lalu. Tentunya khusus dalam kategori rock dan metal.

Menurut pendataan yang dilakukan oleh Pollstar.com, band yang kini dihuni vokalis Mick Jagger dan duo gitaris Keith Richards dan Ronnie Wood tersebut berhasil mengumpulkan total uang sebesar USD115.5 juta. Atau sekitar 1,6 triliun jika dikonversi ke rupiah. Perhitungan tersebut didasari data tiket yang berhasil terjual sebanyak 516,624 lembar dari hanya 12 konser yang mereka gelar.

Penggeber musik keras lainnya yang masuk daftar 100 artis berpenghasilan terbesar dari konser selama 2021 lalu, berturut-turut adalah Green Day, Weezer, Fall Out Boy, Guns N’ Roses, KISS, Slipknot, Korn, ZZ Top, Megadeth, Lamb of God, Shinedown, The Black Crowes, Primus, Foreigner dan Foo Fighters.

.

Veteran death metal asal New York, IMMOLATION telah mengumumkan bakal melesatkan album studio terbarunya, atau yang ke-11, berjudul “Acts Of God”. Karya rekaman yang memuat 15 trek berbahaya tersebut bakal dirilis pada 18 Februari 2022 mendatang via label Nuclear Blast. Hampir tidak berbeda dibanding album mereka lima tahun lalu, “Atonement”, dimana band yang dihuni formasi Ross Dolan (bass/vokal), Robert Vigna (gitar), Steve Shalaty (dram) dan Alex Bouks (gitar) ini tetap konsisten meracik sound yang menggairahkan, sambil terus mempertahankan ciri khas death metal klasik khas ‘kampung halaman’nya. Single pertama dari album baru ini bertajuk “Apostle”, sebuah lagu yang gelap, eksplosif dan tentu saja heavy. Mewakili keseluruhan elemen dari musik Immolation. 

.

Majalah Rolling Stone edisi Australia belum lama ini meluncurkan daftar “200 Greatest Australian Albums Of All Time”, dan mereka menobatkan album “Back in Black” milik grup rock legendaris AC/DC sebagai yang terbaik sepanjang masa. Bahkan di daftar itu, juga tercantum album AC/DC lainnya seperti “Highway To Hell” di posisi 29, lalu “Dirty Deeds Done Dirt Cheap” di peringkat 60 dan “Powerage” di urutan 136. Album yang dirilis pertama kali pada 25 Juli 1980 silam tersebut merupakan karya rekaman pertama AC/DC dengan vokalis baru Brian Johnson yang direkrut untuk menggantikan mendiang Bon Scott. Selain lagu yang juga bertajuk “Back in Black”, album itu juga melejitkan anthem seperti “You Shook Me All Night Long” yang berhasil bertengger di peringkat 35 terlaris versi Billboard Hot 100. Sejauh ini, album yang diproduseri oleh Robert ‘Mutt’ Lange (Def Leppard, Foreigner) tersebut sudah terjual sebanyak lebih dari 50 juta keping di seluruh dunia.

.

Sambil menyiapkan tur bersama Cannibal Corpse, Whitechapel dan Revocation tahun ini, unit deathcore SHADOW OF INTENT pun kembali memperdengarkan lagu terbarunya, yang diberi titel “Of Fury”. Lagu ini merupakan salah satu peluru tajam dari album terbaru mereka, “Elegy” yang bakal dilepasliarkan pada 14 Januari 2022 mendatang. “Of Fury” sendiri memperlihatkan eksekusi terstruktur nan brutal dari band yang dihuni formasi Ben Duerr (vokal), Chris Wiseman (gitar), Andrew Monias (bass) dan Bryce Butler (dram) tersebut. SEbelum “Elegy”, Shadow of Intent sudah menghasilkan tiga album studio, yaitu “Primordial” (2016), “Reclaimer” (2017) dan “Melancholy” (2019).

.

Album ketiga BAD OMENS yang diberi judul “The Death of Peace of Mind” (Sumerian Records) telah dipanaskan. Menyambut perilisannya pada 25 Februari 2022 mendatang, unit metalcore asal Richmond, Virginia AS ini telah mempertontonkan video musik dari single album tersebut, “Artificial Suicide”.

Menurut band besutan Noah Sebastian (vokal), Joakim Karlsson (vokal/gitar), Nicholas Ruffilo (bass) dan Nick Folio (dram) ini, proses menggarap album baru mereka kali ini sangat memuaskan. Sebagai penulis lagu dan musisi, banyak perubahan dan pengembangan yang mereka rasakan. “Dalam banyak hal, kami merasa sangat bebas sebagai artis, karena setiap keputusan yang kami buat saat penggarapan album datang dari kami sendiri, tanpa harus memikirkan ekspektasi orang-orang terhadap album ketiga ini.”

Sebelum “The Death of Peace of Mind”, Bad Omens sudah mengantongi dua album, yaitu “Bad Omens” (2016) dan “Finding God Before God Finds Me” (2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *