Resensi: Lestarikan Artefak Cadas, Rayakan Kiprah 35 Tahun

(Artis) ROXX – (Album) self-titled – (Prod.) 2022 KamarMusik.id & Total Metal Music

Oleh @mudya_mustamin

Bagi pemuja rock dan metal Tanah Air era awal 90-an, kini boleh bernafas lega. Karena akhirnya, niat merilis ulang album debut ‘self-titled’ Roxx yang kerap juga disebut ‘black album’ sudah terwujud. Diupayakan kehadirannya oleh pihak Roxx sendiri, bekerja sama dengan KamarMusik.id dan Total Metal Music. Perilisannya sekaligus menandai 35 tahun usia perjalanan band legendaris tersebut, serta tiga dekade usia album yang antara lain melejitkan komposisi “Gontai”, “Penguasa”, “5 Cm”, “Gelap” dan anthem “Rock Bergema” tersebut.

Di peta rock Tanah Air 30 tahun lalu, ‘black album’ ini menjadi salah satu karya rekaman masterpiece dalam ranah musik keras terfavorit dan terwajib rockhead. Kerap disandingkan dengan album Slank yang berjudul “Suit-Suit… He-He (Gadis Sexy)”, Edane album “The Beast”, Power Metal “Power One”, Rotor “Behind the 8th Ball”, Godbless “Semut Hitam” dan “Raksasa” hingga Kantata Takwa dan Swami.

Keseluruhan album yang disebut tadi membawa karakter kuat masing-masing, yang umumnya terpengaruh latar belakang para musisi pendukungnya. Roxx sendiri, di ‘black album’, terasa sekali berniat ‘jahat’ untuk menggasak kuping dengan komposisi yang lebih cadas. Tidak hanya berdiri di kekerasan rock, namun mulai mengeksplorasi kegaharan elemen thrash metal a la Metallica, Megadeth hingga Anthrax. Lagu “5 Cm” dan “Ada Tiada” adalah contoh konkritnya.

Garis besar ‘black album’ juga nyaris tidak memberi ruang untuk lagu-lagu berkontur pelan seperti yang banyak diumbar band rock Indonesia era itu. Pola penganyaman komposisinya sebagian besar dibesut gesit, enerjik dan jantan. Racikan itu pekat terwakili di lagu-lagu seperti “Society Way”, “Price”, “Superstar” atau “Yang Tersisih”.

Jalan menuju ‘black album’ sendiri mulai diukir Trison Manurung (vokal), Wijaya (gitar), Toni Agusbekti Sutomo aka Tony Monot (bass), Iwan Achtandi (gitar) dan mendiang Arry Yanuar (dram) setelah Roxx dinobatkan sebagai runner up di gelaran “Festival Rock Se-Indonesia” versi Log Zhelebour pada 1989 silam. Lalu karya lagu tunggalnya yang berjudul “Rock Bergema” sempat terabadikan di album kompilasi “Festival Rock Log Zhelebour 1989”. Belakangan direkam ulang untuk kebutuhan ‘black album’.

Di mata Trison, ‘black album’ merupakan karya terbaik Roxx, dan diklaim sebagai album berpaham heavy metal pertama di Indonesia yang dirilis resmi dan dipasarkan di luar negeri. “Jadi kenapa album ini (harus) dirilis ulang? Ya sebagai tonggak sejarah musik heavy metal Indonesia. Agar anak-anak metal sekarang tahu, mereka bisa menikmati hebatnya musik metal Indonesia saat ini ya atas perjuangan Roxx yang berdarah-darah 30 tahun yang lalu. Dan saat ini, musik metal sudah mendapat tempat yang terhormat di NKRI,” seru Trison meyakinkan.

‘Black album’ yang berdurasi lebih dari 52 menit tersebut pertama kali dirilis oleh perusahaan rekaman PT. Suara Sentral Sejati dan Blackboard Indonesia pada Agustus 1992. Lalu menyusul oleh Polygram International untuk pasar mancanegara. Rekamannya sendiri dieksekusi di studio Triple M, Jakarta pada periode Desember 1990 hingga Mei 1992. Tapi di rilisan terbaru ini, mutu suara ’black album’ sudah dipermak dari master rekaman asli (remastered) sehingga menjadi terdengar lebih representatif di jaman sekarang.

Sejak perilisan ‘black album’, Roxx disebut-sebut sebagai salah satu pelopor pergerakan musik metal di ranah ‘bawah tanah’ di Indonesia. Kiprah band bentukan April 1987 ini terus berlanjut hingga hari ini, dan telah mengoleksi beberapa karya rekaman album seperti “Nol” (1994), “Bergema Lagi” (2004), “Retake” (2009), “Jauh dari Tuhan” (2013) dan “Anthem” (2017).

Untuk mendapatkan rilisan terbaru ‘black album’ yang diproduksi dalam format cakram padat (CD), bisa dipesan atau dibeli via lapak virtual Tokopedia, Bukalapak dan Shopee, atau melalui tautan berikut: https://tokopedia.link/ueTCu71DOrb dan https://linktr.ee/totalmetalmusic.

.

.

Jika Anda - para pembaca Musikeras - menyukai tulisan-tulisan kami dan ingin membantu / peduli akan kelangsungan karir media kami, dengan senang hati kami menerima donasi dari Anda secara sukarela. Bantuan dana bisa dikirimkan (transfer) via aplikasi OVO Musikeras 083822872349. Berapa pun bantuan Anda sangat berharga buat kami. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *