Jeda panjang selama lebih dari lima tahun sejak melepas album debut “The Savagely Constructions” akhirnya berakhir. Kelompok brutal death metal asal Kota Kembang, Bandung ini kembali memperdengarkan ekspresi kebengisannya, lewat lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “Lanskap Peperangan Kelas”. Sebuah komposisi yang mengisahkan perjuangan kelas buruh, yang dilampiaskan melalui formula musik serta terapan suara yang lebih gila dan kompleks. Pourriture menghadirkan pengalaman audio yang mencerminkan kondisi carut marut, ketidakpuasan serta keinginan adanya perubahan dari kelas pekerja. 

Tidak hanya lewat ekspresi suara, namun Pourriture juga memvisualisasikan “Lanskap Peperangan Kelas” lewat sebuah video musik yang sudah ditayangkan di kanal YouTube sejak 21 Januari 2024. Dengan pengemasan imajinasi visual yang kuat dan kejam, mereka menggambarkan tekad untuk mengakhiri kesulitan buruh. Memperlihatkan kerasnya peperangan kelas dengan adegan yang mencekam dan simbolisme yang menggugah. Setiap adegan dirancang untuk membangkitkan emosi dan mempertegas pesan sosial yang ingin disampaikan. 

“Proses kreatif pembuatan video ini cukup memutar balik otak namun menyenangkan, karena secara tema dan konsep yang digagas, kami merespon dari karya-karya sebelumnya, yang mana masih bercerita tentang kejahatan industri. Kali ini kami mengambil spotlight yang lebih subyektif dari kacamata buruh yang tereksploitasi. Memperlihatkan bagaimana kejinya perlakuan tidak adil terhadap kelas pekerja, dibalut dengan adegan sarkastik namun terkesan lugas pula,” papar pihak Pourriture kepada MUSIKERAS, menjelaskan.

Secara teknis, formasi band bentukan 2010 yang digerakkan Panji Muhammad (vokal), Wisnar Fajrul (gitar), Rendy Apriant (bass) dan Redy Hanaf (dram) ini menggarap “Lanskap Peperangan Kelas” selama kurang lebih dua bulan. Ada hambatan di proses tukar pikiran (brain storming) serta adanya beberapa perbedaan pendapat, demi mencapai hasil yang maksimal. Eksekusi rekamannya sendiri dirampungkan di Crows Music serta di Escape Studio, khusus untuk merekam isian dram. 

Brutal death tentunya masih menjadi menu utama Pourriture, tapi dengan konsep yang berbeda dibanding karya-karya sebelumnya. Kali ini mereka benar-benar menerjemahkan carut-marut dunia pekerja, dengan geberan kontruksi musik yang tidak ‘terstruktur’, sebagaimana standar lagu yang lazim.

“Kami tidak membuat susunan verse, reff atau coda. Semua bar benar-benar tersusun padat tanpa pengulangan. Dan dari segi durasi pun lebih lama. Di lagu ‘Lanskap Peperangan Kelas’ ini, audiens bisa merasakan suguhan sound yang terdengar lebih luas dan megah. Permainan dram yang lebih atraktif dan juga variatif dalam memainkan teknik chop, namun tidak meninggalkan pattern death metal. Permainan gitar juga lebih dark dan bereksplorasi namun secara aksen nada lebih terdengar jelas, (lalu) dibalut dengan cabikan bass yang barbar dan menonjol di permainan lagu ini. Sangat menambah power. Untuk vokal (juga) sangat berbeda dari sebelumnya, karena kali ini lebih banyak menggunakan teknik deep growl dan sesekali guttural. Point lain yang mencolok dari lagu ini adalah durasi yang lebih lama dan (menerapkan) multitempo. Lebih dari tiga tempo,” urai Pourriture lagi merinci.

Tapi saat menjalani prosesnya, mereka mengakui ada tantangan yang tidak bisa dihindari saat proses rekaman. Mulai dari tenggat waktu yang sedikit bergeser karena terhadang kesibukan masing-masing personel, lalu adanya perbedaan keinginan mengenai hasil dari video musiknya untuk mengejar hasil akhir yang lebih baik. Namun dari segi musikal, tidak terlalu banyak perdebatan lantaran mereka memang sudah sepakat untuk menulis musik dengan konsep seperti ini. Konsep yang sedikit banyak teramu dari beberapa band gahar dunia sebagai referensi, seperti Suffocation, Cryptopsy, Decrepit Birth, Inveracity, Dyscarnate, Septycal Gorge dan Gorgasm.

“(Kami) Sudah tahu pos masing-masing dalam proses berkarya. Misalkan Wisnar membuat kerangka musik secara penuh, Redy mengisi fill-in di musik, (lalu) Panji dan Rendy mengaransemen struktur yang mentah agar bisa jadi bahan musik yang matang.”

“Lanskap Peperangan Kelas” menjadi lagu pembuka yang disiapkan Pourriture untuk mengawali proses kreatif menuju perilisan album penuh kedua. Menurut mereka, sejauh ini produksi album yang bakal diedarkan via label Brutal Mind Records tersebut sudah mencapai 66,6%. (mdy/MK01)

.