Usai Vakum, KREMUSH Aktifkan Keganasan Old-School Death Metal

Setelah cukup lama tertidur, trio death metal yang merangsek panggung musik cadas Tanah Air sejak 5 November 1994 silam ini kembali menggeliat.  Diawali inisiatif satu-satunya personel lama yang masih aktif, yakni gitaris Heldevi ‘Devin’ Deristan. Saat itu, pada Agustus 2019 lalu, ia bertemu kawan lamanya, dramer Randy ‘Obien’ dan mulai membicarakan konsep-konsep untuk melanjutkan aksi

Ikuti ROCKFIVETIVAL, Pemanasan Menuju JOGJAROCKARTA FEST 2022

Pesta rock tahunan JogjaROCKarta Festival kembali digeliatkan, usai istirahat selama dua tahun akibat terhadang pandemi. Jika tak ada perubahan jadwal, bakal dilangsungkan pada 24 dan 25 September 2022 mendatang. Namun sebelum sampai ke hari puncak, penyelenggara bakal menyisipkan sebuah program menarik, bertajuk “ROCKFIVETIVAL Goes To JOGJAROCKARTA”, yang bakal melibatkan musisi-musisi ber-genre rock dari skena Jawa

Ini Alasan Utama DEADSQUAD Menggaet Vicky Mono

Desas-desus yang cukup berisik di ranah musik keras ‘bawah tanah’ seputar teka-teki posisi vokalis di tubuh Deadsquad akhirnya terjawab tuntas. Lewat sebuah unggahan di akun Instagram resmi mereka hari ini, unit extreme death metal senior asal Jakarta tersebut mengumumkan frontman terbarunya. Ya, seantero jagat metal Tanah Air rasanya sudah mengetahuinya… ‘nyawa baru’ itu adalah Vicky

ROCKMANTIC Tanggalkan Pop Rock, Kini Rambah Alternative Grunge

Kelompok rock asal Surabaya, Jawa Timur ini sempat berada di jalur industri ‘arus utama’ pada 2015 silam, atau tepatnya sekitar setahun setelah terbentuk. Saat itu, Rockmantic dinaungi label rekaman Warner Music Indonesia dan sempat menelurkan lagu rilisan tunggal berjudul “Melupakanmu”.  Kini, konsep musikal yang diterapkan band bentukan 10 November 2013 tersebut mengalami pergeseran. Corak pop

Lewat “Herald”, THE HOWLING MIST Ingatkan Bahaya Kultur Pengidolaan

Latar belakang musikal dari setiap personel yang berbeda-beda, kerap menghasilkan racikan yang menarik saat digabungkan. Seperti yang dialami kelompok rock asal Jakarta Selatan ini. Di karya lagu pertama mereka, “Herald”, formula itu terbukti. Howling Mist menemukan perpaduan genre yang mempertemukan rock dan metal klasik, yang terbentuk tanpa disengaja. “Sebenarnya dari segi musikal, nuansa suara pada

CASSADAGA Kumandangkan “R.E.D”, Baur Eksplorasi Rock dan Tradisi Bali

“Kami mendeskripsikan musik kami, pondasinya rock yang juga meleburkan beberapa genre lain kayak doom, jazz, psychedelic, blues dan kami juga bereksperimen dengan memasukkan nuansa atau aura tradisional Bali dan sedikit adaptasi Arabic.”  Kira-kira begitu kesimpulan yang dicetuskan unit experimental rock asal Bali ini, tentang konsep musik yang mereka terapkan di karya rekaman terbarunya, yang bertajuk

GROSSFUSS Merilis “silence”, dengan Racikan Emo/Post-Hardcore

Tema lirik yang sedih namun bermuatan pesan yang positif tetap menjadi karakter utama unit rock asal Samarinda, Kalimantan Timur ini. Kali ini, lewat lagu rilisan tunggal ketiganya yang bertajuk “silence”, Grossfuss mengulas tentang manifestasi dari setiap manusia yang selalu memiliki sisi lain yang kontras terhadap sifat yang ditunjukkan di kehidupan sosialnya. Sering kali merasa sendiri

CARNAGE dan Pisau Deathcore Bermata Dua

Usai tergabung dalam album kompilasi “Blackened Submison Vol. 1” pada Januari 2022 lalu, unit metal ekstrim asal Bali ini memutuskan untuk meluncurkan lagu rilisan tunggal ketiganya, yang bertajuk “Era Malapetaka”. Sebelumnya, Carnage sudah memulai agresinya lewat lagu debut berjudul “Awakening” pada September 2020, lalu “Deadnation” yang diletupkan pada Agustus 2021. Di “Era Malapetaka”, Carnage yang

Berbekal Death Metal yang Jahat, ESOTERIC REVELATION Tancapkan “Bingkai Obituari”

Dengan kekuatan baru, unit metal kontemporer asal Jakarta Timur ini kembali memompa adrenalin para metalhead lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Bingkai Obituari”. Lagu tersebut, merupakan salah satu peluru tajam yang bakal menyesaki album mini (EP) Esoteric Revelation yang bertajuk “Nekropolis”, yang dicanangkan bisa diluncurkan tahun ini juga. Lirik “Bingkai Obituari” sendiri dirakit dari kisah fiksi,

Akan Digelar, PROST FEST 2022 untuk Kebangkitan Bali

Sejak tekanan pandemi terus melandai, ekosistem ekonomi kreatif di Tanah Air pun perlahan tumbuh dan memberikan dampak yang positif bagi para pelakunya dan juga penikmatnya. Geliat festival musik pun makin menggelora. Prost Fest 2022 adalah salah satunya yang ikut meramaikan, yang dipastikan akan digelar pada 13-14 Agustus 2022 mendatang, di Pantai Mertasari, Sanur, Bali. Pesta

DESPISE Panaskan EP dengan Hardcore Bernuansa Slamming Metal

Dari Tegal, Jawa Tengah, band ini menyerbu dengan gebrakan yang diniatkan untuk menyiramkan warna di skena ‘bawah tanah’ kota tersebut. Beberapa personelnya, sudah menggeliat sejak 2012 silam dengan geberan paham deathcore, namun lantas menyatakan bubar setelah berjalan beberapa tahun. Hingga akhirnya, mereka bersatu di Despise yang menetapkan berjuang di jalan metallic hardcore. Pada 22 Juni

Protes DISSMISIVE tentang Alkohol dan Hardcore Punk

Hardcore punk bukan sebatas genre musik. Hardcore punk juga adalah sikap dan ekspresi. Seperti yang diterapkan band cadas jebolan UKM Musik Ikabama UMM asal Malang, Jawa Timur ini. Bagi mereka, selain musik, lampiasan lirik pun sangat merepresentasikan Dissmisive, dimana pendengar lagu mereka bisa menemukan sudut pandang yang meneriakkan pemberontakan. Keresahan-keresahan Dissmisive itulah yang dimuntahkan di

SERIKAT ANGKASA, ‘Jurnal Manusia’ dalam Kaidah Rock

Lagi, sebuah band yang diinisiasi ketika pandemi menerjang hampir segala sisi lini bisnis hingga ke titik kondisi yang tidak diinginkan. Dengan kondisi itu, tercetuslah susunan rangkaian lagu yang berubah ke arah musik yang sarat akan distorsi. Hingga akhirnya, tahun ini, Serikat Angkasa lahir dan terus berkembang dengan serius. Bahkan pada 20 Juni 2022, mereka berhasil

Dengan Kegelapan Black Metal, AMURG Lampiaskan “Leave”

Berasal dari kota Surabaya, Indonesia, band ‘kelam’ bentukan Januari 2020 lalu ini akhirnya menuntaskan target untuk melepas karya rekaman pertamanya. Sebuah lagu rilisan tunggal bertajuk “Leave” yang mulai diperdengarkan bulan ini. Sesuai dengan pakem yang dipilih oleh Amurg, yakni melodic black metal yang atmosfirik, tema lagu “Leave” pun cenderung kelam, mengutarakan kesedihan akan harapan dan

DREAMER N FIGHTERS Ekspresikan Kesedihan dengan Beringas

“… Untuk refensinya, sepertinya tidak ada yang spesifik, karena kami hanya berusaha menggambarkan isi lagu dengan berdasarkan genre band yang kami pilih, yaitu heavy metal.” Kalimat di atas diucapkan Derijck Nugroho, gitaris sekaligus penulis dan pengolah “Oblivion”, lagu rilisan tunggal terbaru dari trio Dreamer N Fighters. Ia tak ingin benar-benar mematok batasan demi memaksimalkan pesan

THE MELTING MINDS Lengkapi Imajinasi Eksperimental di “Alternate Universe”

“… ‘Alternate Universe’ adalah satu rangkaian album penuh yang menurutku akan lebih baik didengarkan secara utuh karena dari segi transisi lagu per lagu pun berkesinambungan satu sama lain. You will be awakened!” Himbauan di atas terlontar dari Slinky Bones, vokalis dan gitaris grup musikal hasil eksperimen imajinasi asal Yogyakarta, The Melting Minds. Unit psychedelic rock

30 Tahun ‘Black Album’, ROXX Upayakan Rilis Ulang

Pada 17 Juni 2022 lalu, sebuah pengumuman berformat iklan yang tidak biasa termuat di koran cetak bernama Harian Terbit. Tidak biasa, karena infonya bukan tentang hal-hal umum yang biasa kita lihat. Bukan penyiaran tentang perusahaan yang pailit, bukan berita duka, dan bukan pula info pencemaran nama baik. Tapi kali ini tentang… musik metal! Adalah band

DERAU HC Geram, Kini Meneror dengan Hardcore yang Depresif

Tekanan pekerjaan yang hampir tak berkesudahan mengusik para personel unit hardcore punk lintas genre asal Jakarta ini untuk menyalak lagi. Maka lahirlah lagu “Teror on My Sunday”, yang sudah dilantangkan sejak 28 Mei 2022 lalu via jalur distribusi digital Earache Records, label asal Inggris. “Lagu ini terjadi saat personel Derau kumpul dan curhat akan kestresan