Kini Hanya Bertiga, GOSKYSOUL Kembangkan “No More Darkness”

Lewat karya single terbarunya yang bertajuk “No More Darkness”, unit cadas asal Serang, Banten ini kembali menghadirkan formasi baru. Kali ini hanya diperkuat oleh Kelli (vokal), Rafly Setiawan (dram) dan Antonio Claudio (gitar). Sebelumnya, saat Goskysoul melepas single “Poisonoid” pada tujuh bulan lalu, jumlah musisi yang menghuni band ini berjumlah enam orang. “No More Darkness”

Geber “Primordial”, Kini BEBAS PUKUL Makin Heavy dan Fresh

Dengan vokalis barunya, unit cadas asal Bojonegoro, Jawa Timur ini mencoba melontarkan gempuran-gempuran yang mengejutkan. Diawali lewat single terbarunya, “Primordial” yang telah dilampiaskan ke skena digital, khususnya YouTube dan Bandcamp. Karya rekaman ini rencananya bakal menjadi salah satu lagu yang turut memanaskan album kedua Bebas Pukul, yang rencananya bakal diletupkan pada akhir tahun ini. M.

Album Oplosan Hardcore/Punk MAIO Sudah Rilis dalam Format Kaset

Para ‘bedebah hardcore/punk sialan’ asal Bandung yang membaptis diri dengan nama Maio ini akhirnya berkoar lagi. Kali ini lewat sebuah album penuh debut bertajuk “Negative Thoughts”, setelah tahun lalu terlebih dahulu dipanaskan lewat single “The Justice Trap” dan “Circle Jerks”. Album yang disesaki tujuh komposisi beringas plus selipan satu nomor daur ulang milik unit punk

“I Am Hanna”, Adalah Kebrutalan Slamming Death Versi MANNEQUIN GORETUARY

Bagi banyak musisi, pandemi telah membatasi ruang gerak untuk berekspresi di panggung. Tak ada lagi keriuhan konser atau gigs yang kerap bermandikan peluh, dimana sebuah band bisa merasakan keseruan berinteraksi langsung dengan para pemujanya. Tapi di sisi lain, pandemi ternyata juga membawa hal positif. Salah satunya adalah ketersediaan banyak waktu luang untuk menghasilkan karya. Seperti

GOODENOUGH Lepas “Massive Anger Kills Future”, dan Bersiap Menuju Nu-Punk

Unit pop punk/rock/alternative asal Cibinong, Bogor ini kembali melampiaskan kreativitas musikal mereka yang makin eksploratif. Setelah sebelumnya menegaskan eksistensinya lewat album mini (EP) “Alongside” (2019) serta single bertajuk “Take It Out” (2021) yang melibatkan vokal Sofi Maeda asal Rusia, kini Goodenough kembali melontarkan karya-karya terbarunya.  Single terkini band yang diperkuat formasi Andreas George (vokal), Yos

Eksklusif: BONGABONGA, ‘Katrok’ dan ‘Gesrek’?

Ternyata, pemecatan sepihak yang dialami vokalis Daniel Mardhany dari unit technical death metal Deadsquad bulan lalu justru menjadi momentum lahirnya sebuah band baru. Ya, seperti yang sudah ramai menjadi perbincangan di skena permetalan Tanah Air, band tersebut bernama BongaBonga dan bahkan sudah melepas single debut bertajuk “Suara Sudra” pada 9 September 2021 lalu. Yoi, namanya

HENOHENOMOHEJI di Single “Phosphophyllite”, Kini Lebih Distortif

Unit pop rock asal Bandung ini sedikit memberi angin perubahan yang menarik di single terbarunya, “Phosphophyllite”. Nuansa musik anime di karya-karya Henohenomoheji sebelumnya kini terpangkas oleh suntikan modern rock di racikan aransemennya, dimana lagu mereka yang kental akan kontur pop dibiarkan terbalut distorsi berat yang lumayan padat.  “Untuk referensi musiknya, mungkin bisa dibilang single ini

UNDELAYED: “Kami Membuat Metalcore Tetap Fresh dan Tidak Basi!”

Unit alternative rock/metalcore asal Jakarta ini kembali meluncurkan karya rekaman, sambil membawa keresahan baru. Lewat single bertajuk “Dwipanca”, formasi terbaru Undelayed menumpahkan curhatan mereka tentang krisis seperempat abad (quarter life crisis), sebuah hal yang kini dirasakan oleh semua personel band ini.  Menjadi dewasa, ungkap Undelayed, bukanlah sebuah hal yang mudah bagi setiap manusia yang sedang

Lewat “Aggravate”, LXDM Derukan Nafas Metalcore/Deathcore Bernuansa Etnik

Diterpa pergantian gitaris plus terjangan pandemi Covid-19 sempat membuat band asal Malang, Jawa Timur ini sempat goyah. Penggarapan single terbaru yang harusnya bisa dieksekusi dalam sebulan, akhirnya terbengkalai. Untungnya, pada Juni 2021 lalu, La Xavier De Mystelltain (LXDM) menemukan gitaris baru bernama Ninis Agung Wahyu Prayoga yang memperkuat formasi. Dan dalam waktu hampir enam bulan,

EDI KEMPUT, Tentang Album Solo dan Polemik Musik dalam Islam

Kegelisahan yang melahirkan sebuah karya rekaman album. Itulah latar belakang motivasi yang mewujudkan “Delusi… Kill The Syndrome !!!”, sebuah album solo berformat instrumental dari Edi Kemput, seorang gitaris senior yang pernah berkibar di era akhir ‘80an hingga ‘90an bersama band rocknya, Grassrock.   Kegelisahan musisi yang punya nama lengkap Tri Witarto Edi Purnomo ini mengarah

Asu! METALLIC ASS Rilis “Thrash Metal 1983” Versi Live Session

Satu dekade lalu, album debut bertajuk “Thrash Metal 1983” dikumandangkan oleh unit cadas asal Kota Gudeg, Yogyakarta ini. Sebuah karya rekaman yang digulirkan sebagai perwujudan dari semangat dan misi Metallic Ass untuk ‘memasyarakatkan thrash metal dan men-thrashmetal-kan masyarakat’. Mereka menyukai dan memainkan thrash metal karena memiliki semangat pemberontakan, sebagaimana yang dilakukan para pengusung genre tersebut

Akhirnya, Kekejaman TURBIDITY Berlanjut di “Orgies of Sadism”

Bersiap untuk sebuah tebasan kengerian baru. Unit slamming brutal death metal asal Bandung, Turbidity akhirnya kembali melanjutkan kebengisannya lewat album penuh keduanya, “Orgies of Sadism”. Di bawah kibaran bendera label independen Brutal Mind, band yang sudah bergerilya sejak 2008 silam ini tetap memuntahkan tema besar seputar pembunuhan sadis, mutilasi, gore serta beberapa pesan moral, yang

RUAM Ajak Melayang Lewat Single “Contentious” yang Psikedelik

Band asal Wonosari, Yogyakarta ini menyebut musiknya rock ‘serampangan’, dimana para personelnya mengombinasikan selera masing-masing. Kata mereka, tak ada yang lebih menyenangkan daripada memainkan musik yang mereka sukai. “Kami suka sensasi energi hard-rock klasik dan dalamnya sensasi tripping serta kontemplatifnya rock psikedelik. Ya sudah, kami mainkan saja. Namanya juga serampangan,” cetus RUAM kepada MUSIKERAS beralasan.

THEATERING Serukan Single “Freedom of Human Right” Bernotasi Metal-Etnik

Band ini menjunjung visi ingin mengedepankan atau mengembalikan ciri khas musikalitas di kota kelahiran mereka, Malang, Jawa Timur yang sejatinya adalah salah satu barometer musik rock Indonesia. Theatering menggeber musikalitas rock yang dikolaborasikan dengan notasi etnik, plus imbuhan permainan gitar berkontur shred, yang menerapkan pola riff dan teknik palm-mute berbalut distorsi low sound nan padat.

Eksklusif: DUL JAELANI Siapkan Album Debut QODIR, Unit Grunge yang Eksperimental

Dul Jaelani merambah grunge? Ya, kenapa tidak? Jangan salah. Kendati memang namanya belakangan lebih ‘harum’ di ranah pop (baca: mainstream), tapi grunge bisa dikatakan merupakan cinta sejati Dul. Bahkan pada Maret 2013 silam, musisi bernama lengkap Ahmad Abdul Qodir Jaelani ini pernah membentuk Backdoor, band grunge yang sangat terpengaruh keliaran musik dewa grunge dunia, Nirvana.

CARNAGE Tinggalkan Nuansa Blackened di Single “Deadnation”

Dari Pulau Dewata, Bali, band ini kembali melesatkan konsep deathcore ke skena musik cadas Tanah Air. Sebelumnya, Carnage sudah melakukan gebrakan awal lewat single debut bertajuk “Awakening” pada September 2020 lalu.  Dan kini, konsep musik mereka mengalami sedikit pemolesan yang diterapkan di karya rekaman terbarunya berjudul “Deadnation” yang telah dilampiaskan ke publik metal sejak 4

MUCHLIS IN ENGLISH Tebar Keanehan dalam Skena Punk

Kedua personel duo ini, yakni bassis Dechan Martawidjaja dan vokalis Zaki Asshiddiq menyebut keseharian mereka cenderung ‘aneh’. Atau dalam bahasa Inggris bisa disebut dengan istilah ‘nerd’. Sehingga ketika tercetus gagasan untuk membentuk band, karakter nerd itu pun dijadikan sebagai benang merah. Seperti yang tertuang di album mini (EP) debut mereka yang bertajuk “Nerdy Punk”, yang

Panaskan Mesin Menuju Album Baru, HELLFREEZED Visualisasikan “Coretan Pemberontak”

Unit metalcore asal Jakarta ini kembali memaksimalkan gaung album debutnya, “Deduktif” yang dirilis resmi sejak Juni 2020 lalu. Kali ini Hellfreezed mengeksekusi lagu “Coretan Pemberontak” untuk divisualisasikan dalam format video musik. Apa alasan memilih “Coretan Pemberontak”? “(Karena) Lagu tersebut kami pilih karena dari segi aransemen musik mengingatkan kami pada lagu era metalcore tahun 2000-an yang

“Evolusi Logika” dan Nasib TREMOR Selanjutnya

Sebenarnya pejuang thrash metal asal Jakarta ini sedang berada di momentum terbaiknya. Tremor bisa merilis album rekaman yang bertajuk “Evolusi Logika” di masa pandemi. Lalu mendapat dukungan Musicblast sebagai label rekaman yang memproduksi dan mengedarkan album mini (EP) tersebut ke khalayak luas. Tapi yang lebih istimewa lagi, tiga musisi rock senior terbaik di negeri ini