NEPTUNUS Menghunus Aliencore di “Alien Conspiracy”

Banyak cara untuk membentuk identitas sendiri, agar bisa tampil beda di tengah rimbunnya band cadas di Tanah Air, atau bahkan di dunia. Seperti yang dilakukan Neptunus, unit penggeber distorsi kelas berat asal Medan, Sumatera Utara ini. Lewat album debutnya yang belum lama ini dirilis, “Alien Conspiracy” (Eastbreath Records), Neptunus mengibarkan sebuah formula musik berbahaya yang

RACHUN Lepas Rock Santai Bertajuk “SANS”

September kemarin, Rachun kembali merilis sebuah album mini (EP) terbaru yang bertajuk “SANS” pada 13 September 2018. Rilisan ini berjarak lebih dari setahun dengan EP sebelumnya, “Pra-Karya” yang diluncurkan pada Juni 2017 lalu. Dan kali ini ada yang berbeda. Unit rock asal Potlot, Jakarta tersebut tak lagi memproduksinya dalam format fisik sama sekali. Enam track

IJAY IRAWAN dalam Balutan Blues Rock ’N Roll yang Fresh

Banyak cara untuk berekspresi dan menghasilkan karya lagu, kendati hanya berbekal fasilitas yang sangat sederhana. Seperti yang dilakukan oleh musisi asal Bandung, Ijay Irawan. Ia, baru-baru ini telah melepas sebuah single perdana berjudul “Play A Drama” lewat berbagai gerai digital, sebuah lagu yang tadinya berawal dari rekaman darurat di perangkat laptop. Semuanya bermula sekitar Januari

TURN OFF NEGATIVE INSTINCT Tawarkan Metalcore yang Berbeda

Dari Kota Pekanbaru, sebuah band bernama Turn Off Negative Instinct, atau disingkat T.O.N.I., mencoba menarik perhatian lewat konsep geberan metalcore yang berciri khas. Lewat single perdananya, bertajuk “Madness”, T.O.N.I. mengaduk konsep yang mereka sebut old but gold (oldschool) yang difusikan dengan elemen distorsi padat dan beat-beat hardcore kekinian. Menurut mereka, konsep itu merupakan hasil pengaruh

Mata Pisau Death Metal Bernama NEUROLOGY

Media Sosial itu seperti ‘mata pisau’. Jika digunakan dengan baik, maka bermanfaat untuk kehidupan, tapi jika digunakan dengan sembrono, maka dapat membahayakan. Nah, opsi yang pertama itulah yang sepertinya diterapkan Neurology, unit death metal asal Bekasi yang baru saja merilis single debutnya, “Krisis Epidermis”. Adalah Jacks yang menggagas lahirnya Neurology pada 16 September 2017 lalu,

SERINGAI, ILP dan PEE WEE GASKINS Juara di AMI AWARDS 2018

Penyelenggaraan malam puncak penyerahan penghargaan Anugerah Musik Indonesia / AMI Awards 2018 untuk insan musik Indonesia semalam, 27 September 2018, telah mencetuskan lima pemenang dari lima kategori di ranah musik keras. Di kategori “Duo/Grup/Vokal/Kolaborasi Rock Terbaik” menghasilkan nama yang cukup mengejutkan. Pee Wee Gaskins dinyatakan sebagai pemenang, alias berhasil menyingkirkan pesaingnya, nama-nama yang terbilang cukup

Kekejian BARBAROSSA di Single “Akhir Adalah Awal”

Sebuah unit cadas berbahaya dari Negara, Bali telah meletupkan single terbarunya. Barbarossa, nama band tersebut, menggeber distorsi pekat berkarakter deathcore yang kejam di single bertajuk “Akhir Adalah Awal” yang telah tayang di kanal YouTube serta berbagai media sosial sejak 12 September 2018 lalu. Di lagu tersebut, band yang dihuni formasi Septiyan Aziz (vokal), Asrul Fahmi

SK TRIOLEKSO Kini Meraungkan “Macan Kampus”

Masih dalam ranah ingar bingar Glam/Hair Rock era ‘80an, SK Triolekso kembali merilis single baru yang diberi judul “Macan Kampus”, pada 17 September 2018 lalu. Sebelumnya, pada perayaan Record Store Day, April 2018 lalu, unit cadas asal Jakarta yang dihuni formasi Bima (vokal), Nanggala (gitar), Eldi (bass) dan Dimas (dram) ini juga telah meluncurkan single

CANNOT PLAY Tegaskan Perbedaan di “Persepsi”

Masih dengan bekal inspirasi musikal dari band-band dunia seperti Foo Fighters, Greenday, Alter Brigde, My Chemical Romance, Oasis hingga jagoan lokal seperti Rocket Rockers, unit alternative rock asal Lampung pun meluncurkan sebuah single terbaru bertajuk”Persepsi”. Band yang dihuni formasi Dandy Arya Sena (gitar), Ricky Aziz (bass) dan Shandy Alfa Rizky (vokal) ini merekam “Persepsi” sebanyak

RAZE Suarakan Distorsi Sosial lewat Distorsi Metal

Lewat album mini (EP) bertajuk “So Repeat This Line”, unit cadas asal Padang, Sumatera Barat ini menancapkan keeksisan, sekaligus mengampanyekan isu-isu  humanitarian. Kira-kira, keseluruhan konsep mereka seperti menggabungkan gerak-gerik distorsi ala band-band dunia macam Trivium, Disturbed, Jinjer hingga Five Finger Death Punch, yang lantas dibumbui dengan gelontoran lirik ala Rage Againts The Machine dan Architects.

THE CORALS Tunjukkan Keperkasaan di “Devil Resurrection”

Walau kini hanya diperkuat tiga personel, The Corals a.k.a. The Corporation Of Rock And Loud Spreader tetap melanjutkan misi utamanya, yakni menyebarkan kebisingan lewat geberan rock cepat nan perkasa. Seperti yang baru saja mereka semburkan lewat single terbaru bertajuk “Devil Resurrection”. Karya rekaman yang liriknya terinspirasi dari kisah kasih Johnny Blaze dan Roxxane Simpson dari

CRACKED EGGS Unjuk Kedewasaan Southern Rock

Tiga tahun setelah terbentuk, akhirnya Cracked Eggs meluncurkan karya rekaman perdananya yang bertajuk “The Sinner”. Dan single ini merupakan pembuka jalan menuju penggarapan album mini (EP) yang niatnya dilepas tahun depan. Bagi unit southern rock asal Bandung ini, melahirkan sebuah karya memang harus dengan kondisi yang cukup matang, dan tidak dilahirkan dalam kondisi yang terburu-buru.

Peluncuran EP GHO$$ dan Persiapan Rekaman di Australia

Berawal dari kejenuhan terhadap musik metal, akhirnya menjadi pemicu lahirnya GHO$$, band indie rock asal Jakarta yang baru saja memenangkan ajang kompetisi Rockin’ Battle 2017 pada 6 Mei 2017 lalu. Suatu saat di 2014 silam, adalah vokalis Diegoshefa dan gitaris Diego Aditya yang merasakan kejenuhan tersebut, dan lantas sepakat membentuk band baru. Keduanya kemudian mengajak

10 Februari, BLACKTEETH Rayakan Ultah Ketiga

Blackteeth akan menyalak lagi. Tepatnya lewat perayaan hari jadi ketiga, yang akan berlangsung di Borneo Beerhouse Kemang, Jakarta pada Jumat, 10 Februari 2017 mendatang. Hajatan ini bakal sekaligus dijadikan sebagai momen peluncuran resmi album kedua mereka, “Bleki”, dimana para personel Blackteeth nantinya, yakni Satriyo (vokal), Christopher Bollemeyer (gitar), Jerremia L Gaol (bass) dan Eno Gitara