STRAITH OFF Lesatkan Kebebasan Punk dalam Satu Detik

Seperti halnya band-band punk umumnya, kuartet punk rock asal Cimahi, Jawa Barat yang dicetuskan kelahirannya pada 30 Juli 2020 lalu ini pun mengobarkan kritik sosial dalam muntahan lirik-liriknya. Straith Off berusaha menyampaikan suatu pesan akan suatu penolakan, perlawanan dan fakta yang terjadi dalam berbagai peristiwa di kehidupan sehari-hari, baik di dalam negeri maupun peristiwa dunia. 

Resensi: Karya ‘Beauty and the Beast’ yang Eksploratif

(Artis) Dreamer – (Album) Tahta Hitam – (Prod.) 2022 Cerberus Records/demajors Oleh @mudya_mustamin “Yang pertama kami tulis adalah chorus, karena bagian ini yang paling susah. Kami harus dapat (nada) yang paling enak agar gampang diingat dan dinyanyikan.” Ucapan gitaris Handayani ‘Yani’ Woke kepada MUSIKERAS di atas terbukti di suguhan lagu-lagu di “Tahta Hitam”, karya album

OLOXEJO Mengeksekusi Punk yang Lebih Gelap di “Holocaust”

Dengan diperkuat vokalis baru, para ‘berandalan’ crusty punk asal kota Sukabumi, Jawa Barat ini menumpahkan kekesalan dan amarah akan situasi pandemi yang terjadi beberapa tahun belakangan ini, lewat sebuah lagu rilisan tunggal terbaru mereka yang bertajuk “Holocaust”. Menurut Oloxejo, lagu itu sebagai respon mereka melihat kesusahan dalam kesusahan selama pandemi terjadi. Seperti perjalanan menuju bencana

Perspektif Kebebasan WANCUM dalam Progresi “Sunflower”

Seiring dengan perkembangan teknologi dalam industri musik yang melesat semakin gesit, inovasi musisi dalam bermusik pun semakin mencengangkan. Bisa dibuktikan lewat berbagai unggahan di media sosial – terutama YouTube – yang memperlihatkan jutaan karya hasil kreativitas musisi yang nyaris tak berbatas.  Ahmad Kurniawan, atau yang lebih akrab disapa Wancum, adalah salah satu musisi independen asal

Satu Dekade OMNI, Once Mekel dan Keajaiban “Miraculum”

Usai perjalanan panjang yang meninggalkan jejak beberapa lagu rilisan tunggal, akhirnya kuartet modern rock/alternative rock asal Jakarta ini berhasil merampungkan album studio keduanya, sekaligus mengedarkannya ke khalayak luas. Terhitung sejak 8 April 2022 lalu – atau bertepatan dengan peringatan satu dekade usia OMNI – karya rekaman kolektif bertajuk “Miraculum” tersebut telah terhidang di berbagai platform

ANIMATRONIX ID Tumpahkan Skenario Metal yang Variatif

Kisah pribadi sang vokalis yang hidup tanpa orang tua atau keluarga di sekitarnya, lalu rasa dikucilkan karena memiliki jalan hidup yang berbeda dengan orang lain, hingga ke masalah keimanan menjadi tema utama yang diteriakkan unit metal asal Jakarta ini lewat karya rekaman album debutnya yang bertajuk “Human Scenario”. Makanya, rancangan sampul “Human Scenario” pun menggambarkan

Punk ‘Standar Tinggi’, di Gebrakan Awal OVER21

Awal eksistensi band punk asal Surabaya, Jawa Timur ini dimaksimalkan dengan sangat baik. Walau baru terbentuk pada awal 2022 lalu, namun OVER21 tidak menyia-nyiakan waktu dan langsung menggeber kreativitasnya secara total. Secepat kilat, empat buah materi lagu lahir dari keempat personelnya, yang lantas dirangkum ke dalam rilisan sebuah album rekaman mini (EP) bertajuk “REALLYSSSTTT!!!”. Setiap

VESSAMENTS di antara Midwest Emo dan Hardcore Punk

Band asal Kalimantan Timur ini mencoba mengembangkan keseruan Midwest emo, hardcore punk serta beberapa sub-genre lainnya dalam membentuk konsep musiknya. Formula itu telah dilampiaskan Vessaments lewat sebuah lagu tunggal demo bertajuk “Pretend Meant Wasted”, yang telah diedarkan sejak 8 April lalu via berbagai platform digital. Adalah dramer Rama Deskha Pratama serta vokalis Febry Ramadhani yang

SHOVELHEAD Geber Lagu Baru tentang Pertumpahan Darah Demonstran

Sebuah kilas balik tragedi kerusuhan yang mencoreng Indonesia pada 1998 silam, dikobarkan lagi oleh unit heavy rock bernuansa stoner asal Jakarta ini, lewat lagu tunggal terbarunya yang bertajuk “Sang Raja Pemburu”. Kisah pahit tentang pertumpahan darah dari para demonstran, penjarahan di mana-mana, ribuan peluru yang ditembakkan hingga nyawa-nyawa yang melayang. Shovelhead ingin menggiring para pendengar

Gebrakan Awal SUMMERHAZE Giring Sindrom Rock 90-an

Nama band baru asal kota manis Ciamis, Jawa Barat ini diambil dari penggalan kata di lirik “Someone Like You”, lagu milik diva pop dunia, Adele. Tapi tentu saja, musik yang dimainkan Summerhaze sama sekali tidak sekiblat. Unit keras yang baru terbentuk pada 2021 lalu ini adalah penganut paham kombinasi alternative rock dan grunge plus sedikit

PRIMITIVE MONKEY NOOSE Tancapkan Konsep Baru Punk Rock

Belum pernah terjadi sebelumnya. Punk rock rasa Banjar! Kalimat di atas adalah klaim dari Primitive Monkey Noose (PMN), sebuah unit punk rock ‘darah baru’ asal kota kecil di sudut terpencil Kalimantan Selatan (Kalsel), Batulicin. Di bawah naungan Bertuah Records yang bekerja sama dengan Sony Music Entertainment Indonesia, mereka telah menetaskan sebuah album mini (EP) debut

“Is This the End?”, Garis Akhir NIGHTMARE ON STAGE?

Ya betul. Tapi bukan akhir dari perjalanan karir gerombolan cadas asal Gianyar, Bali ini. Melainkan, “Is This the End?” merupakan rilisan lagu tunggal terakhir yang menutup babak lama Nightmare on Stage (NOS) bersama formasi sebelumnya, saat masih diperkuat vokalis Ida Bagus Agung Artha Guna aka Gus Agung serta pembetot bass, Robby Septyan Arifin. “Is This

ZIMA: “Lirik Rap Lebih Menohok Ketimbang Teriakan Rock dan Metal!”

Unit keras asal Yogyakarta ini semakin liar dalam bereksplorasi, dan menolak tegas batasan-batasan dalam mendeskripsikan rock dan metal. Di lagu tunggal terbarunya bertajuk “Generasi Rapuh”, ZIMA memantapkan transisi, dimana gerak-gerik musikal yang dulu ditorehkan di wujud lama mereka, Captain Jack, perlahan dikikis dan menyambut semburan ide baru yang lebih segar.  Saat merilis lagu sebelumnya, “Sisi

ARGON (THE LAWYER ROCKER) Mengecam “Dunia Anarki”

Kondisi dunia saat ini, tidak terkecuali di Indonesia, semakin memprihatinkan. Banyak orang cenderung mengarah anarkis dalam menyampaikan kehendaknya, sehingga cara kekerasan sudah seperti tradisi dalam mewujudkannya. Paling tidak seperti itulah pengamatan seorang Argon, musisi yang saat ini juga dikenal sebagai pembetot bass di unit rock Jecovox. Baru-baru ini, ia telah melepas lagu tunggal pertamanya sebagai

GRANDFATHER FOOL Ekspresikan Kematian dengan Punk yang Psikedelik

“Kami berusaha memvisualisasikan kematian dalam sebuah audio dengan pemilihan kord, riff dan ambience yang mendukung ke sana, tanpa menghilangkan nilai kejujuran dalam berkarya.” Di masa pandemi, kuartet keras asal Bandung, Jawa Barat ini sempat vakum dan tidak memproduksi atau merilis apapun. Tapi setelah beberapa tahun berlalu, akhirnya Grandfather Fool berhasil bangkit, diperkuat susunan formasi baru

“From Flesh to Fire” Awal Teror Kengerian FAITH DISORDER

Satu lagi unit cadas yang menancapkan benderanya di kegelapan ranah blackened death metal terbentuk di era pandemi. Mereka menamakan dirinya Faith Disorder, dan sejak 16 Maret 2022 lalu telah menebarkan amunisi lagu tunggal pertamanya, sebuah teror distorsi suara kengerian kematian berjudul “From Flesh to Fire”.  Dari segi lirik, “From Flesh to Fire” mengisahkan tentang seorang

NAKEDBRAIN Bangkit dan Luapkan “Murka” Berhulu Ledak Tinggi

Adalah gitaris Niko Bramoyo a.k.a Komik yang berinisiatif membentuk unit hardcore asal Sidoarjo, Jawa Timur ini pada 1997 silam. Pemicunya adalah kejenuhannya terhadap kultur masyarakat di kampung halamannya itu yang masih konservatif serta perkembangan musik yang lamban dan cenderung seragam. Tak disangka, nafas Nakedbrain rupanya cukup panjang dan bahkan telah memasuki usia ke-25 tahun ini.

Kutukan Awal HARSH dalam Balutan Metallic Hardcore

Lewat “Curse”, lagu tunggal terbarunya, unit cadas asal Bandung, Jawa Barat ini meyakini bahwa keberadaan mereka patut dipertimbangkan. Karya rekaman itu merupakan menu pembuka sekaligus pemanasan menuju perilisan album mini (EP) debut Harsh yang bakal dilepas dalam waktu dekat. Di sini, band bentukan 28 Desember 2020 yang sebelumnya telah merilis karya rekaman pertama berjudul “Pain//Peace”

‘Darah Segar’ DALDELDOL Bongkar Keserakahan Agraria

Lewat formasi yang kini melibatkan wajah baru namun sangat tidak asing lagi dalam kancah musik keras, serta kembalinya personel lama menjadi amunisi berbahaya bagi unit alternative rock kelas berat asal Bogor, DalDelDol. Lewat lagu tunggal terbarunya yang bertajuk “Konflik Agraria” yang dilepasliarkan sejak 13 Maret 2022 lalu, mereka menawarkan konsep musik yang semakin beringas. Di

25 Tahun FAT RANDY, Semakin Liar di EP “Re-erection”

Merayakan seperempat abad perjalanan monumental mereka, unit trio punk berandalan asal Tegal, Jawa Tengah ini kembali memuntahkan ekspresi liar mereka. Kali ini lewat sebuah album mini (EP) bertajuk “Re-erection”, yang memuat amunisi lagu tunggal baru berjudul “This is My Life”, plus dua materi lama dari EP “Rice for Life” (2017), yakni “Go Away” dan “My

Daur Ulang Lagu Lama, ATTACK THE HEADLINE Terlahir Kembali

Tujuh tahun terdiam tanpa melahirkan satu pun karya lagu rekaman nyaris mengubur karir band rock/screamo/post-hardcore asal Yogyakarta ini. Kesibukan masing-masing personel adalah faktor utama, dimana mereka mulai memasuki fase dewasa setelah lepas ikatan kuliah, dan mulai meniti karir, bisnis dan berkeluarga. “Sehingga prioritas utama personel bukan lagi band,” ujar pihak Attack the Headline kepada MUSIKERAS

Lewat Kegaharan Deathcore/Djent, VEDAVARRA Lampiaskan “Poison Reigns”

Ya, paham di judul itu yang dimuntahkan unit cadas asal Bekasi ini lewat lagu tunggal perdananya yang berjudul “Poison Reigns”. Karya rekaman VedaVarra tersebut telah menerjang berbagai plaform digital sejak pertengahan Februari 2022 lalu, yang diedarkan via Netrilis sebagai distributor. VedaVarra yang dimotori trio Landi ‘Landy’ Kresnanto (vokal), Gustav S Wijaya (dram) dan Reza Agusta