JECOVOX Kembali Panaskan Mesin Menuju “The Sun”

Usai menggetarkan kuping pemujanya lewat komposisi gahar, “Anarkis yang Kronis” yang dilepas pada Juli 2020 lalu, mesin tempur Jecovox dipanaskan lagi. Menyongsong album “The Sun” yang dicanangkan bisa rilis tahun depan, band rock yang dimotori mantan vokalis Boomerang, Roy Jeconiah ini kembali melontarkan single baru bertajuk “Unbroken” via JVox Records.   Lagu yang aransemen serta

12 Lagu Rock Terbaik Indonesia 2021 Pilihan MUSIKERAS

Oleh @mudya_mustamin Seperti yang terjadi di skala global, rentang eksplorasi komposisi rock di Tanah Air juga semakin lebar dan menarik. Berbagai pengaruh dilebur saling menyilang, mulai dari rock era 70 dan 80-an membentang hingga rock yang terkontaminasi elemen kekinian seperti emo, post-hardcore, progressive rock bahkan electronic, classical hingga reggae. Dari sekian banyak rilisan yang menyesaki

HAPPY MAN Ekspresikan “Gimme Love” dalam Nafas Blues Rock

Sesuai namanya, Happy Man memang dilahirkan oleh sekumpulan anak kampus di kawasan Jatinangor, Bandung yang merasa senang (happy) untuk ngeband dan ngeband untuk bersenang-senang. Unit rock ini memulainya pada 2015, dengan formasi Frank Chrisanto Tumanggor (vokal), Yofa Yuandira (gitar), Hari Baku Pangestu (gitar), Kamal Hidayat (bass) dan Dendi Meilandi (dram). Tapi sejak 2019, terjadi pergantian

STRAIGHTOUT: “Kami Sedang Merakit ‘Bom’ yang Siap Diledakkan!”

Empat hari lalu, pendekar modern metal asal Jakarta Selatan ini akhirnya melampiaskan video musik untuk single terbaru mereka yang bertajuk “Solace”. Menyusul versi audionya yang sudah diluncurkan lebih dahulu pada akhir Juni 2021.  Kenapa baru sekarang merilis versi video musiknya? Straightout punya alasan tersendiri. Menurut gitaris sekaligus motor utama band ini, Firman ‘Pipinx’ Fitrianto, karena

Melantai dengan Damai bersama GOD BLESS dan SONETA GROUP

Sejarah kelam tentunya tak ingin dikenang. Namun sejarah ‘hitam’ yang berujung damai patut diapresiasi. Bahkan jika perlu direka ulang.  Kurang lebih itulah yang dieksekusi oleh Boss Creator, penyelenggara event yang berhasil mempertemukan God Bless dan Soneta Group kembali dalam satu panggung. Dua ikon rock dan dangdut tersebut tampil berdampingan dalam sebuah helatan konser musik berjudul

10 Lagu Rock Terbaik Dunia 2021 Pilihan MUSIKERAS

Oleh @mudya_mustamin Rock masih tetap menarik. Rentang cakupan komposisinya juga semakin lebar. Mulai dari pengaruh psikedelik dan blues ‘70an membentang hingga rock yang terkontaminasi elemen kekinian seperti emo, post-hardcore hingga sedikit metal. Sepanjang 2021, 10 single inilah yang kami anggap terbaik dari sekian banyak rilisan single yang menyesaki kuping.  . GRETA VAN FLEET, “Heat Above”

(EKSKLUSIF) Di Balik Single “Roar of Chaos” dan Masa Depan BURGERKILL

“Perjuangan harus jalan terus, support dari teman-teman juga menginginkan Burgerkill jangan sampai bubar!”  Demikian cetusan optimistis dari Agung Ridho Widhiatmoko a.k.a. Agung Hellfrog, gitaris Burgerkill, saat dihubungi MUSIKERAS via sambungan telepon. Tekad itu telah dibuktikan lewat peluncuran single terbaru bertajuk “Roar of Chaos” semalam, yang sekaligus menjadi momen peresmian formasi terbaru unit cadas legendaris berbasis

Dengarkan Keceriaan Natal Bernuansa Djent Versi BLESS THE KNIGHTS

Tahu lagu “All I Want for Christmas Is You” yang dipopularkan diva kelas dunia, Mariah Carey? Nah, sekarang bayangkan jika lagu ceria tersebut dibawakan oleh sebuah band yang sehari-harinya mengonsumsi pil progressive metal/djent. Seperti apa? Itulah yang dilakukan oleh Bless the Knight. Sebuah manuver yang mengejutkan sekaligus menarik. Unit cadas teknikal asal Jakarta tersebut menyanyikan

Tentang Film yang Abadikan ‘Kebinalan’ Betina Rock SYLVIA SAARTJE

Usai penayangan perdana di bioskop Sarinah Moviemax, Malang pada Senin, 15 November 2021 lalu, akhirnya film dokumenter “Sylvia Saartje, Lady Rocker Pertama Indonesia” juga dipertontonkan di depan insan pers dan para penikmat musik rock di Jakarta. Tepatnya digelar semalam, di Creative Hall, M Bloc Market dengan menghadirkan Sylvia Saartje sendiri, serta sutradara Subiyanto. Juga ada

Jubah Baru BENTFORD Tuntaskan “Atomic Habits” ke Skena Hardcore

Unit hardcore asal Bogor, Jawa Barat ini sudah mengibarkan eksistensinya di skena sejak 14 Februari 2013 silam. Awalnya bernama Defence. Namun di tengah perjalanannya sempat mati suri selama kurang lebih tujuh tahun lantaran terhadang kesibukan masing masing personelnya. Tapi akhir 2019 mereka berkumpul lagi lewat sebuah pertemuan sederhana dan akhirnya sepakat melanjutkan sepak terjang Defence. 

GHOSTLINE Kubur STDC, Lalu Semburkan “Separation” yang Lebih Keras

“Kehilangan personel utama, terutama pada bagian vokal clean berdampak signifikan terhadap pembuatan materi kami. Namun itu tidak mengurangi semangat kami untuk menghidupkan kembali band ini. Hal itu justru berhasil memacu kreativitas para personel yang tersisa untuk meramu bagian-bagian yang dapat menggantikan ciri khas sentuhan dari formasi yang lama.” Lontaran sarat semangat di atas dituturkan Ghostline

SLUDGE FACTORY Lestarikan Nilai-Nilai Grunge di “Torturecracy”

Grunge, pada era 90an silam, berhasil mematahkan dominasi hair metal yang saat itu menjadi primadona pasar rock dunia. Grunge menerobos lewat kesederhanaan, mengedepankan kejujuran dalam penampilan yang mencerminkan jati diri musisinya, baik dari segi fesyen, musikalitas hingga lirik. Sub-genre inilah yang lantas disepakati menjadi ‘agama’ utama kuartet rock asal Yogyakarta, Sludge Factory dalam mengekspresikan kreativitas

FLAWLESS Rilis “Let It Be”, Konsep Rock yang Terinpirasi Adele?

Pernahkah kalian merasakan kesedihan yang amat pedih dalam hidup? Ketika semua masalah tercampur dan membuat kita ‘gelap’? Tapi kesedihan serta kepedihan adalah dua hal yang sebenarnya justru membuat bertambahnya tingkat kedewasaan seseorang. Sabar adalah pilihan terbaik, marah tidak akan menyelesaikan masalah, mungkin diam itu adalah yang terbaik. Kurang lebih itulah gambaran unit rock bentukan 2019

Satu Dekade Lalu, Inilah 10 Album Keras Terbaik yang Pernah Dirilis

Oleh @mudya_mustamin Tentunya, nyaris tak terhitung rilisan berbahaya yang mengemuka di 2011 silam, atau satu dekade lalu. Namun menimbang berbagai sisi, di antaranya kualitas musikal, inovasi hingga pencapaian, terobosan dan pengaruhnya di kancah global, kami rasa inilah 10 karya rekaman album yang memenuhi syarat disebut sebagai yang terbaik pada era itu. Setidaknya versi MUSIKERAS. Pastinya,

PRAY FOR LAST NIGHT Tak Ingin Terjebak Metalcore?

Bagi unit metalcore asal Serang, Banten ini, memiliki pertumbuhan adalah suatu keharusan. Itulah sebabnya mereka merasa harus bereksplorasi dengan konsep musik yang mereka anut, yang bisa dibilang dimulai dari single terbarunya, yang bertajuk “Cause We Broken”. “Kami merilis ‘Cause We Broken’ sebagai titik balik dalam karir kami, yang (sempat) menjauhi sound modern di rekaman kami

BRING OF THE HELL Bicara tentang Kematian di Single “Alive”

Gerombolan metalcore asal Jepara, Jawa Tengah ini masih terus menggodok proses penggarapan karya rekaman album debutnya, yang sudah ditetapkan bakal bertajuk “Martyr/Riot”. Target perilisan yang dibidik adalah pertengahan tahun depan, dan penggarapannya sendiri sudah berjalan selama kurang lebih empat tahun.  “Lamanya waktu pembuatan karena terkendala usia kami yang sudah tidak bersahabat, bisa dibilang kurangnya waktu

Para Pejuang Grunge Jakarta Rayakan 30 Tahun “Nevermind”

Siapa yang tak kenal Nirvana, legenda rock yang menggetarkan dunia lewat terobosan konsep alternative rock/grunge pada awal era ‘90an. Album keduanya yang bertajuk “Nevermind” yang dirilis pada 24 September 1991 tersebut melesatkan nama Nirvana dan menjadikan karya rekaman yang antara lain beramunisikan lagu “Smells Like Teen Spirit”, “Come As You Are”. “Lithium” dan “In Bloom”

SEKTOR Kembali Serukan Perlawanan di Jalan Hardcore

Pejuang hardcore asal Pekanbaru, Riau menyalak lagi. Kali ini menghujam lewat single bertajuk “Menolak Bungkam” yang sarat kobaran kalimat protes. Lagu tersebut sudah dilampiaskan ke kuping skena musik keras sejak 3 Desember 2021 lalu. Bagi Sektor yang kini diperkuat formasi Paulus Yehezkiel Sianipar (vokal), Inov Azwi (gitar), Hendrawan Wahyudi (bass) dan Andre Silviano (dram) ini,

HUSTED Deklarasikan “Cold Place” di Jalur Hardcore

Lagi, sebuah band cadas potensial menggeliat dari daratan Kalimantan. Tepatnya dari Balikpapan. Setelah mendeklarasikan kelahirannya pada 22 November 2020 lalu, Husted yang dihuni trio Ridyantama Christian (vokal), Kurniawan Aji (gitar) dan Nico Janitra (dram) ini pun langsung menggebrak lewat karya rekaman perdana bertajuk “Cold Place”. Sinopsis lagu itu sendiri menceritakan tentang perwakilan suara dari beberapa

Kabar Keras Dunia: Dari ESKIMO CALLBOY Hingga PROTEST THE HERO

Unit metalcore/electronicore ESKIMO CALLBOY kembali menggegerkan. Kali ini, band yang dihuni formasi Kevin Ratajczak (vokal/kibord), Daniel ‘Danskimo’ Haniß (gitar), Pascal Schillo (gitar), Daniel Klossek (bass), David-Karl Friedrich (dram) dan Nico Sallach (vokal) ini mengajak berolahraga lewat single terbarunya yang bertajuk “Pump It”. Seperti karya-karya mereka sebelumnya, lagu ini pun dibekali video musik yang sangat menghibur,