Dewa gitar adalah istilah yang merujuk pada sosok gitaris yang tidak hanya dianggap punya kelihaian secara teknikal, namun juga punya kreativitas di atas rata-rata, gaya yang ikonis dan kharismatik serta memiliki karya yang berpengaruh dan menginspirasi.
Di Indonesia, ada beberapa nama yang layak mendapatkan predikat tersebut. Sebagian terkumpul di “9 Dewa Gitar” yang dipilih untuk ikut memeriahkan panggung konser band rock legendaris dari AS, Guns N’ Roses di Stadion madya GBK Senayan, Jakarta pada 21 November 2026 mendatang.
Adalah Rajawali Indonesia, penyelenggara konser tersebut, yang pertama kali berhasil menggabungkan para ‘dewa gitar’ milik sejarah musik Indonesia. Menggabungkan sembilan gitaris legendaris Indonesia, bagai membuka kembali arsip perjalanan musik tanah air.
Mereka adalah Ian Antono (God Bless), Eet Sjahranie (Edane), Dewa Budjana (GIGI), Totok Tewel (Elpamas), Edi Kemput (Grass Rock), Pay Burman (BIP, eks Slank), Azis MS (Jamrud), Rhoma Irama (Soneta) dan John Paul Ivan (Boomerang).

Sebuah gagasan revolusioner dalam satu panggung megah.
Dalam penampilan spesial ini, kian lengkap dengan kehadiran beberapa musisi legendaris dari lintas era yang akan ikut menyambangi energi kesembilan gitaris tersebut.
Di balik perangkat drum hadir Rere Reza (Grass Rock) yang didampingi bassis Shadu Rasjidi (Infernal Lamentations, eks Deadsquad) serta kibordis Rio Ricardo.
Menyempurnakan penampilan itu, dihadirkan pula Roy Jeconiah (Jecovox, eks Boomerang), Achmad Albar (God Bless) serta Krisyanto (Jamrud) yang memperkuat di lini vokal.
Ide suguhan “9 Dewa Gitar” ini sendiri dicetuskan Anas Alimi, selaku Founder Rajawali Indonesia saat ia tengah mengkurasi musisi Indonesia untuk menu pembuka konser Guns N’ Roses.
“Mereka bukan hanya sembilan orang yang pandai memainkan gitar. Masing-masing membawa sejarah panjang,” ujar Anas, lewat unggahan pribadinya di laman Facebook.
“Ada yang membesarkan rock ketika musik ini masih dipandang sebelah mata. Ada yang membawanya masuk ke ruang-ruang musikal baru. Ada yang lagu-lagunya menemani jutaan anak muda jatuh cinta, patah hati, memberontak, bahkan mungkin bolos sekolah.”
Jamuan special performance ini semakin sarat akan makna filosofis, karena kesembilan maestro senar tersebut adalah legenda yang turut merajut perjalanan musik Indonesia dan tumbuh bersamaan dengan masa kejayaan Guns N’ Roses pada dekade 1980 hingga 1990-an.
Pada penampilan mereka nantinya, Dewa Budjana ditunjuk sebagai pengarah musik, agar terjalin sebuah skenario panggung yang memikat.
“Saya merasa Budjana adalah sosok yang tepat. Selain kemampuan musikalnya yang tidak perlu diperdebatkan, dia mempunyai keluasan pandangan dan pengalaman panjang dalam mempertemukan berbagai karakter musik,” imbuh Anas lagi, meyakinkan.
Tiket konser ini dapat dibeli melalui platform Loket.com serta fitur Lifestyle pada aplikasi Bale by BTN. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi Instagram resmi @rajawaliindonesia atau situs gnrjakarta.com. (*/MK03)
