Viscera of Autopsy bersiap memuntahkan sayatan-sayatan pedihnya lewat sebuah EP debut bertajuk “Intraoperative”. Tapi sebelum sampai di sana, ada nomor pemanasan yang diperdengarkan sebagai perkenalan.
Unit deathcore asal Padang, Sumatera Barat ini telah melepas “Severed”, sebuah lagu rilisan tunggal brutal yang secara konseptual, membawa pendengar memasuki atmosfer yang gelap, brutal dan penuh tekanan.
Menggambarkan proses pembedahan sebagai sebuah pengalaman yang dingin dan brutal—memotong, membuka, dan membedah tubuh hingga menyisakan gambaran anatomi yang mengerikan.
Pendekatan tersebut diterjemahkan Viscera of Autopsy melalui musik yang intens dan atmosfer gelap. Sekaligus, konsep itu membuat band ini berbeda dibanding band-band pelantun deathcore lainnya.
“Kami menjadikan anatomi manusia, prosedur pembedahan, dan istilah medis sebagai fondasi identitas musikal maupun konsep lirik kami,” cetusnya kepada MUSIKERAS.
“Hal ini bukan sekadar gimmick, tetapi menjadi benang merah yang ingin kami bangun dalam setiap karya.”
Dalam penerapannya, “Severed” memadukan riff gitar berat, entakan drum agresif, bass yang tebal serta vokal ekstrem. Tema pembedahan tidak hanya menjadi bagian dari lirik, tetapi juga menjadi fondasi konsep yang membentuk identitas musik mereka.
“Dalam meracik komposisi dan aransemen ‘Severed’, kami mengambil referensi dari beberapa band. Di antaranya Suicide Silence, In Flames, Whitechapel dan Chelsea Grin.”
“Masing-masing memiliki karakter musikal yang memberikan inspirasi berbeda bagi kami, mulai dari agresivitas dan energi deathcore, permainan riff yang kuat, hingga dinamika komposisi yang mampu membangun atmosfer gelap dan intens.”

Studio Warkop
Proses kreatif penggarapan “Severed” dikerjakan vokalis Ryand Cyno, gitaris Aris Fardana dan Farhan Rivaleno, bassis Galang Aflah serta drumer Aulia Rahman (Maman) selama sekitar dua bulan.
Dimulai dari pengembangan materi hingga proses rekaman. Tapi yang menarik, menurut mereka, proses produksi tidak sepenuhnya berlangsung di studio. Beberapa bagian rekaman justru dilakukan di sebuah warung kopi.
“Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berusaha memaksimalkan proses kreatif untuk menghasilkan materi yang sesuai dengan identitas Viscera Of Autopsy.”
Dari segi teknis, mereka juga harus memastikan setiap bagian memiliki artikulasi yang jelas, terutama pada geberan riff-riff cepat, breakdown dan perpindahan antar bagian lagu. Hal inilah yang menjadi tantangan teknis terbesarnya.
“Apalagi, proses rekaman kami memiliki keterbatasan tersendiri karena beberapa bagian direkam di sebuah warkop. Situasi itu menuntut kami untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan kondisi yang ada.”
Selain “Severed”, materi lagu-lagu lainnya yang bakal turut menyesaki EP “Intraoperative”, sudah dalam proses penggodokan.
Rencananya juga bakal memuat lagu berjudul “Incision”, “Hemorrhage”, “Autopsy” dan “Postmortem”. Keseluruhan merupakan pengembangan lebih jauh dari konsep yang ditunjukkan di “Severed”.
“Setiap lagu memiliki judul dan pendekatan tematik yang masih berada dalam satu benang merah, yaitu anatomi manusia dan prosedur medis, dengan karakter musik yang tetap brutal dan agresif.”
“Untuk saat ini, kami ingin memastikan setiap materi memiliki karakter tersendiri, baik dari segi komposisi, aransemen, maupun konsep liriknya, sehingga EP ini tidak hanya menjadi kumpulan lagu, tetapi juga sebuah karya yang memiliki kesinambungan konsep.”
Sejak 3 September 2026, “Severed” sudah bisa digeber via berbagai gerai pemutar musik digital. Termasuk di YouTube Music. (@mudya_mustamin/MK01)
