LOST OF SANITY: “Kami Padukan Elemen Metalcore dan Deathcore!”

Terinspirasi kekacauan yang mencuat di Tanah Air, Lost Of Sanity meraungkan “Eternal Suffer”, lagu terbarunya yang emosional dan agresif.
lost of sanity
LOST OF SANITY

Lost Of Sanity yang berasal dari Nganjuk, Jawa Timur menyebut “Eternal Suffer” sebagai lagu yang menyimbolkan bentuk kekecewaan terhadap kekuasaan negara yang selalu saja menyalahgunakan kekuasaan mereka.

Muntahan liriknya, disampaikan dengan gaya yang frontal, menggunakan tata bahasa sehari-hari, agar pendengar bisa memahami bahasa yang tidak terlalu puitis.

Tapi, lagu ini bisa pula dimaknai untuk mengekspresikan kondisi kemarahan dan kekecewaan yang sama.

Lalu demi memaksimalkan daya gempur di aransemen musiknya agar bisa memperkuat emosi yang ingin disampaikan, Lost Of Sanity menerapkan perpaduan elemen metalcore, djent serta deathcore dengan atmosfer yang gelap, emosional dan agresif.

“Eternal Suffer” juga menjadi bagian dari perkembangan musikal Lost Of Sanity dalam hal penulisan lirik, karakter sound serta penajaman identitas artistik mereka.

Lebih jauh tentang proses kreatif penggarapan “Eternal Suffer”, Lost Of Sanity yang digerakkan formasi vokalis Krisna Aji Sukamto, gitaris Eka Ari Saputra dan Rangga Wahyu Irawan serta dramer Ahmad Bimo Pramudya, mengungkapkan detailnya kepada MUSIKERAS:

Satu Hari

“Proses perekamannya lumayan cepat. Jadi sebelum hari H untuk rekaman, kami serahkan (komposisi) instrumen-nya ke vokalis, dan dia yang membuat lirik serta rima-nya.

Setelah itu, pada Hari H saat rekaman, kami selalu melakukan review ulang, mengubah sedikit kata, serta rima-nya agar lebih pas menurut kami. Semua proses pembuatan lagu di Lost Of Sanity seperti itu.

Untuk rekaman, kami (kerjakan) di @myproducerside yang kebetulan milik dramer kami sendiri, dan proses rekamannya hanya satu hari.”

lost of sanity

Personal

“Secara musikal, ‘Eternal Suffer’ mengusung metal dengan nuansa gelap, agresif, dan intens, memadukan elemen modern metal dengan sentuhan metalcore dan deathcore.

Keunikan kami terletak pada pendekatan atmosfer dan emosi. Tidak hanya mengandalkan kecepatan atau teknis, tetapi juga membangun rasa tertekan, marah dan putus asa yang terasa nyata.

Kami berusaha menghadirkan musik yang tidak hanya keras, tetapi juga jujur dan personal.”

Kekacauan

“Untuk pembuatan musik itu sendiri, komponen serta aransemennya, kami melihat band-band seperti Lorna Shore, Shokran, Periphery serta Born of Osiris.

Serta untuk lirik diambil konsep keruntuhan sebuah negara atau kekacauan yang disebabkan oleh superior atau petinggi-petinggi negara tersebut, yang membuat rakyatnya menderita dengan segala janji manis serta aturan-aturan yang dibuat secara tidak masuk akal.”

Sebelum melepas “Eternal Suffer”, Lost Of Sanity telah memperdengarkan lagu rilisan tunggal debut berjudul “Exorcism” yang diedarkan di berbagai platform digital pada 27 Juli 2025 lalu.

Selanjutnya, mereka menargetkan untuk terus bereksprimen dan mengeksplorasi karakter bermusiknya.

Bahkan saat ini, mereka telah mengantongi beberapa draft lagu untuk kebutuhan perilisan album mini (EP) atau album penuh di masa mendatang.

Tonton video lirik “Eternal Suffer” di tautan kanal YouTube ini. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts