ESOTERIC REVELATION: Keluar dari Zona Nyaman Deathcore?

Masih galak dan emosional, namun kini Esoteric Revelation meminimalkan formula deathcore di lagu terbarunya, sebagai patokan menuju album baru.
esoteric revelation
ESOTERIC REVELATION

Esoteric Revelation telah memperdengarkan lagu rilisan tunggal terbarunya, yang bertajuk “Voidborn”. Komposisi yang mereka sebut sebagai sebuah eksplorasi mendalam dan gelap tentang perasaan pribadi.

“Voidborn” menjanjikan sebuah pengalaman sonik yang kuat dan emosional bagi para pendengar yang akrab dengan nuansa kehampaan eksistensial.

Sebuah representasi musikal dari perasaan seseorang yang telah mencapai titik nol emosional. Suatu kondisi dimana indra terhadap dunia luar, baik kegembiraan maupun kesedihan, telah mati.

Liriknya yang jujur dan kuat menggambarkan rasa hampa di tengah-tengah keberadaan, mengartikulasikan pengalaman orang-orang yang merasa diri mereka adalah ‘papan tulis kosong’ yang tidak lagi memantulkan warna-warni kehidupan.

Lalu untuk menggambarkan kehampaan itu, vokalis Hendro Prasetyo Wibisono, gitaris Imamulkhaer dan Angki Mujiman Sunarya, bassis Ricky Sebastian serta dramer yang diperbantukan, Miracle Chisara ‘Michy’ Ibrahim pun memahat mahakarya metal yang melankolis.

Kocokan riff gitar yang menghancurkan serta deru dram yang menggelegar menjadi dasar untuk lolongan vokal yang memilukan dari Hendro. Suara yang melayang dan menggeram dengan intensitas yang sama, mencerminkan roller coaster emosional dari narasi.

Lagu ini membangun klimaks yang katarsis, dimana Esoteric Revelation melepaskan emosi kehampaan yang dibalut dengan musik emosional dari setiap temponya.

Bagi band ini, lagu “Voidborn” lebih dari sekadar lagu metal. Lagu itu akan beresonansi dengan siapa saja yang pernah mengalami mati rasa di setiap kehidupannya, dan ini berfungsi sebagai pengingat bahwa di sekitar kita masih banyak hal yang tidak baik-baik saja.

esoteric revelation

Atmospheric Blackgaze

Kepada MUSIKERAS, Esoteric Revelation mengungkapkan bahwa “Voidborn” yang telah dikonsep sejak setahun sebelumnya ini, coba diarahkan untuk keluar dari zona nyaman ‘deathcore’.

Berbeda dibanding karya-karya rekaman mereka sebelumnya, yakni rilisan An Endless Faces of Soil for the Unspoken” (2 Februari 2024) dan “Wretched Passage” (10 Oktober 2024).

“Kami sempat riset dari beberapa aspek rilisan-rilisan genre yang kami mainkan. Bahwa, belum ada rilisan seperti yang kami mainkan sekarang, dan kami rasa kami sudah menemukan formula instrumentasinya,” seru mereka meyakinkan.

Tapi apa yang membuatnya berbeda dibanding band-band deathcore umumnya?

“Mungkin dari sisi pendengar, kami minim breakdown dan lebih didominasi oleh riff-riff mengawang ala-ala blackgaze atau atmospheric black metal yang kami implementasikan dalam instrumentasinya.”

Formula yang diterapkan dalam peracikan komposisi serta aransemen “Voidborn” sendiri, sedikit banyak mengambil inspirasi dari musisi seperti Porter Robinson, lalu band-band mancanegara macam Within Destruction, Bodysnatchers dan beberapa band deathcore lainnya.

Oleh para personel Esoteric Revelation, “Voidborn” yang direkam di Jiga Studio, Jakarta Selatan ini, disebut sebagai gambaran dari album yang akan mereka rilis tahun depan.

Sejak 8 Desember 2025 lalu, “Voidborn” yang berdurasi 4 menit 33 detik telah tersedia di berbagai gerai penyedia layanan digital streaming. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gutter cvlt
Read More

GUTTER CVLT: Kebrutalan yang Tertunda

Tertunda sejak 2020 lalu, akhirnya album debut Gutter Cvlt berhasil dirilis resmi, yang gabungkan agresivitas death grind dengan atmosfer kelam black metal.
drag me
Read More

DRAG ME TO HELL: Bangkit Tanpa Kompromi

Usai masa vakum panjang, Drag Me To Hell gaungkan era baru sekaligus fondasi arah musikal terkininya, lewat album mini (EP) bertajuk “Reign of Tyranny”.
thornslug
Read More

THORNSLUG: Muntahan Kelam di EP Debut

Perkenalan Thornslug, baurkan tema-tema kelam seperti keputusasaan, nuansa thriller dan horor di album mini (EP) debut yang berdistorsi berat dan tebal.