Severance melontarkan karya rekaman yang membawa atmosfer gelap tentang perang, kehancuran, dunia yang runtuh, dan penolakan untuk menyerah dalam sebuah paket EP bertajuk “God Can’t Take Me”.
Rilisan ini, bukan tentang mencari jawaban. Melainkan tentang komitmen berdiri ketika segala sesuatu di sekeliling mulai runtuh. Tanpa omong kosong. Tanpa kompromi.
Dimulai dengan intro singkat bertajuk “One Six Three”, EP ini selanjutnya langsung menghantam lewat komposisi “Severance”, “Dystopian World” yang berkolaborasi dengan Ino Al Kaff dari Day of Salvation, kemudian “Ashes and War” yang lantas ditutup dengan geberan “God Can’t Take Me”.
Sarat permainan gitar bernuansa metalik plus terapan riff berat, bantingan breakdown hingga raungan vokal yang agresif. Semuanya diniatkan untuk memprovokasi lahirnya arena moshpit.

Brand Owner
Terbentuk pada 2025 lalu, unit metallic hardcore gaya 90-an dengan pengaruh kuat dari skena hardcore H8000 asal Kepanjen, Kabupaten Malang ini membutuhkan waktu setidaknya lima bulan dalam menggodok EP “God Can’t Take Me”.
Vokalis Andri Bagus Prasetyo, bassis Masrur Ali (Ali), gitaris Gigo Bimby Siswantoro (Bimby) dan Bayu Himawan Nugroho (Hlkvlt) serta drumer Yusuf Irfan memulainya pada Mei 2026 hingga akhir September 2026.
“Memakan waktu cukup lama meskipun semua track sudah siap untuk direkam karena latar pekerjaan personel yang berbeda beda,” tutur pihak Severance kepada MUSIKERAS ungkap alasan.
“Mulai dari karyawan pabrik hingga brand owner yang tentunya waktu yang dibutuhkan tidak sefleksibel itu.”
Lima lagu yang disemburkan di EP debut Severance berakar pada musik yang membentuk mereka dan dimainkan melalui perspektif mereka sendiri. Menurut band ini, mereka tumbuh di lingkup saat paham metallic hardcore 90-an berkembang pesat.
“Kami juga menganggap warna musiknya masih sangat relevan untuk diri kami hingga saat ini.”
Sementara sejumlah referensi yang mereka jadikan acuan, terentang dari band-band metallic hardcore senior macam Reprisal (Italia), Regression (Australia), Maroon (Jerman), Morning Again (AS), Sentence (Italia), Length of Time (Belgia), Kickback (Prancis) hingga Arkangel (Belgia).
Tapi di luar itu, mereka juga menyerap ide-ide dan gagasan musikal dari band-band yang terbilang cukup baru seperti Temple Guard (Inggris), Demonstration of Power (Skotlandia), Staple (AS), Contention (AS) dan lain-lainnya.
“Dystopian World” adalah lagu yang menurut para personel Severance cukup memberi tantangan dalam pengeksekusian rekamannya. Alasannya, banyak bagian yang cukup sering diubah di tiap pertemuan studio serta dalam eksekusi di studio rekaman.
“Karena lagu ini adalah lagu featuring dengan Ino vokalis dari Day of Salvation, yang mana waktu yang dibutuhkan untuk take vokal cukup riweh karena kesibukan masing masing.”
Dengarkan materi EP “God Can’t Take Me” di berbagai gerai penyedia layanan pemutar musik digital. termasuk Bandcamp dan YouTube. (@mudya_mustamin/MK01)
Susunan Lagu:
- Intro (One Six Three)
- Severance
- Dystopian World ft. Ino – Day of Salvation
- Ashes and War
- God Can’t Take Me
