Browsing Tag
hardcore
368 posts
SEVERANCE: Perspektif Metallic Hardcore
Luncurkan album mini (EP) “God Can't Take Me” sebagai tonggak awal Severance di skena ekstrem. Lima lagu. Bukan omong kosong. Tanpa kompromi.
AVHATH: Album Debut, Titik Baru
Usai lewati perjalanan karier selama lebih dari satu dekade, dengan lampiasan 16 rilisan, akhirnya Avhath mempersembahkan album debut pertamanya.
MAJNUN: Demo yang Kasar dan Mentah
Kini Majnun menjalani rangkaian Manjadda Wajada Tour 2026 untuk memaksimalkan gaung rilisan terbarunya, bertajuk “Demo 2026” yang kasar dan mentah.
OCEAN: Lebih Liar, Gelap dan Brutal
Narasi konfrontatif terhadap kemunafikan, doktrin dan praktik keagamaan menjadi sorotan OCEAN di karya terbarunya, sambil membawa warna musikal berbeda.
CHROMABLUR: ‘Mati Rasa’ dalam “Remorse”
Dalam wujud reinkarnasinya, Chromablur telah mengawali perjalanan musik terbarunya dengan meluncurkan “Remorse” yang lebih atmosferik dan melodius.
RASCAL: Unjuk Gigi di EP “Heaven Shall Burn”
Usai perkenalan dan pemanasan di lagu “In Mourning”, Rascal melesatkan album mini (EP) debutnya, “Heaven Shall Burn” yang sarat kekerasan metallic hardcore.
STEPFORWARD: Capai 30 Tahun, dan Tak Ingin Mati
Tiga puluh tahun Stepforward. 30 Agustus dan album mini (EP) “Tak Pernah Mati”. Angka 30 dan satu kalimat judul yang akhirnya bertemu dalam satu momen.
AFTER HALT: Monumen Kebangkitan yang Keras
Pendatang baru di ranah musik keras, dimana seluruh personelnya adalah wanita. Kini After Halt telah melepas lagu rilisan tunggal debut bertajuk “Kontraktor”.
DEFEAT: EP “Undefeated” dan Karya Terbaru
Sambil menanti rilisan tunggal bertajuk “Stigma” untuk menyambut album terbaru, Defeat ungkap benang merah yang dimulai dari album mini (EP) “Undefeated”.
VIOLENTIA: Kasar, Bising dan Kacau
Sebuah album mini (EP) debut, “V.I” (dibaca: V-one/satu) akhirnya dikoarkan Violentia setelah tertunda cukup lama, disulut kobaran hardcore/metal yang bengis.
TORE UP: Ekspresi ‘Sakit Jiwa’ dalam “Amentia”
Usai lontarkan “Anxious”, Tore Up mengemas seluruh ide ganasnya dalam sebuah album penuh distortif yang suarakan realitas kesehatan mental.
FESTERING SCUM: Cetuskan Debut ‘Hardgore’
Terpicu riff lambat yang ‘beracun’, Festering Scum terbentuk, lahirkan karya rekaman yang sarat ‘cipratan darah’ oplosan metal dan hardcore yang brutal.
DELIVERANCE: Kejujuran di “Bestowed Upon Us”
“Kami ingin menjangkau penikmat musik di luar hardcore,” seru Deliverance tentang formula pengolahan musik di album penuh debutnya.
HUMAN TARGET: Terasuki Black Metal
Dari Salatiga, Jawa Tengah, Human Target memanaskan jalannya menuju pelampiasan album mini (EP) lewat rilisan “No Evil / Refuge and Fortress”.
TIGHTSHUT: Raungkan ‘Kelemahan’ dalam Hardcore
Lewat rilisan “Rot Beneath the Skin”, Tightshut ungkap manifestasi dari gejolak dan perasaan yang ‘terpendam’ dan ‘membusuk’ dalam kobaran metallic hardcore.