Album Oplosan Hardcore/Punk MAIO Sudah Rilis dalam Format Kaset

Para ‘bedebah hardcore/punk sialan’ asal Bandung yang membaptis diri dengan nama Maio ini akhirnya berkoar lagi. Kali ini lewat sebuah album penuh debut bertajuk “Negative Thoughts”, setelah tahun lalu terlebih dahulu dipanaskan lewat single “The Justice Trap” dan “Circle Jerks”. Album yang disesaki tujuh komposisi beringas plus selipan satu nomor daur ulang milik unit punk

Di Single Barunya, EACH DAY REMAINS Tumpahkan ‘Amarah’ Metallic Hardcore

Tahun lalu, Each Day Remains (EDR) merilis dua single bertajuk “Tanpa Arah” dan “Sepakat Mendominasi” yang kental akan nuansa hardcore berat dan lebih mengarah ke beatdown. Tapi kali ini, unit bengis asal Jakarta tersebut ingin lebih melebarkan jangkauan eksplorasinya. Lewat single terbarunya yang dilabeli “In Our Mind”, EDR menumpahkan konsep geberan musiknya dengan menyuntikkan balutan

DISGRACE Tampil Beda Lewat Suguhan Hardcore ‘Pemuja Senja’

“Bagi kami, untuk asik tak harus menjadi seram atau menyerang.” Kalimat di atas jadi pegangan utama unit hardcore asal Makassar, Sulawesi Selatan ini. Konsep itu, telah mereka tuangkan lewat sebuah singel perdana bertajuk “Langit Sore”, yang telah dilepasliarkan sejak awal Agustus 2021 lalu. Disgrace yang baru terbentuk tahun ini menyalakkan entakan enerjik hardcore beatdown dengan

Kini, Ledakan Protes HELLBURGER Sudah Tersedia di Platform Digital

Rangkuman sikap antipati unit old school hardcore punk asal Bandung ini, terhadap pemerintahan yang bobrok, kekerasan militer dan anti fasis, serta dukungan untuk para petani yang mempertahankan lahannya dari gempuran para pemodal tamak untuk keperluan tambang dan kisah kelam kacaunya situasi politik pada 1998 akhirnya termuntahkan. Terlampiaskan lewat sebuah album mini (EP) bertajuk “Menolak”, rilisan

FINGERPRINT Panaskan ‘Determinasi’ Lewat Geberan “Dongan Sahuta”

Unit hardcore asal Medan, Sumatera Utara ini menyalak lagi. Dengan penambahan seorang personel baru di lini gitar, mereka siap menggasak kuping para metalhead lewat sebuah ledakan album baru bertajuk “Determinasi”. Tapi sebagai pemanasan, Fingerprint terlebih dahulu memuntahkan single berjudul “Dongan Sahuta”. Sebelumnya pada April 2021 lalu, mereka telah memulai agresi menuju “Determinasi” lewat single berjudul

Keberingasan WOLFBREATH Akhirnya Terlampiaskan di Album “Disintegrasi”

Setelah sekian lama diperjuangkan, akhirnya “Disintegrasi”, album debut milik pejuang hardcore asal Magelang, Jawa Tengah ini pun berhasil dirampungkan. Butuh waktu tiga tahun bagi Wolfbreath untuk mewujudkan karya rekaman tersebut, sejak terbentuk pada 2017 silam. Lumayan lama karena mereka memang menargetkan sebuah karya yang dieksekusi dengan kualitas baik dan layak untuk dipublikasikan.  “Proses penggarapan album

Gebrakan Awal INCRAH, Rintis Kombinasi Hardcore/Stoner/Sludge

Seperti kebanyakan band pada umumnya yang kerap mengalami bongkar pasang personel, unit hardcore yang terbentuk di Jakarta pada 2015 silam ini pun tak lepas dari kemelut itu. Baru lima tahun kemudian mereka mendapatkan formasi yang dirasa tepat, yang bahkan akhirnya bisa melahirkan karya single perdana, bertajuk “Sisi Selatan”. Saat ditetapkan eksis pertama kali, kelahiran Incrah

Raungan Perundungan LOCKDOWN di Single “Psycho Depression”

Satu lagi unit ‘penyiksa’ dari sisi Timur Indonesia, tepatnya Makassar, siap menggerinda di skena hardcore/metal Tanah Air. Lewat karya rekaman perdananya yang berupa single bertajuk “Psycho Depression”, Lockdown menyuarakan dampak dari perundungan (bullying) atau semacamnya yang mengakibatkan kondisi korban menjadi depresi, tekanan mental hingga gangguan jiwa, yang lantas mengakibatkan korban membalas dendam dengan cara menyiksa

Tahapan Kehidupan ANOTHERSELF dalam Keberingasan Hardcore

Konsep hardcore modern, hasil leburan berbagai asupan steroid distorsi dari band-band dunia seperti Comeback Kid, Counterparts, Champion, Have Heart, From Autumn to Ashes, I Killed the Prom Queen dan As I Lay Dying, dipadu dengan semburan narasi lirik bermakna dalam tentang ‘Stages of Life’, yang dikembangkan dari gagasan Carl Jung, seorang psikolog asal Swiss yang

Jelang “Parrhesia”, LAISSEZ-FAIRE Serukan Hardcore ‘Terbalik’

Kali ini, unit melodic hardcore asal Kota Malang ini ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Lewat single ketiganya, “Terbalik”, mereka memutuskan mengolaborasikan tiga vokalis dengan karakter berbeda, termasuk vokalis Laissez-Faire sendiri. Hasilnya, single dinamis rilisan Samstrong Records tersebut diklaim telah menciptakan sesuatu yang tidak pernah didengar pengikut band bentukan 2012 silam ini sebelumnya. Hingga saat ini,

HAWTHORN Kubur Radicalism, Lalu Menerjang dengan Konsep Baru

Usai menanggalkan nama sebelumnya, Radicalism, unit hardcore asasl Bekasi ini langsung menerjang lewat single debut bertajuk “Leave”. Sebuah ekspresi yang dilampiaskan saat berada dalam kekecewaan, namun di saat bersamaan masih tersimpan harapan, yang akhirnya membentuk dilema dan kegelisahan.  Dalam penggarapan “Leave”, Hawthorn – nama barunya – mencoba menggaet salah satu vokalis dari unit Hardcore asal

Unit Hardcore RIGHTING WRONG Visualisasikan “Tragedi Fantasi”

Di saat cuaca tak menentu, di tengah pandemi, dan juga pasca ditinggalkan salah satu personelnya, Righting Wrong harus kembali memutar otak untuk terus bergerak. Salah satu yang berhasil tereksekusi adalah ide untuk proses pembuatan video klip lagu “Tragedi Fantasi” yang sempat tertunda untuk beberapa waktu.  Berbeda dibanding pengerjaan video klip mereka sebelumnya yang berjudul “Born

Dari Batam, HEARTFELT Bakar Zona Merah Hardcore

Terinspirasi akan situasi politik di Tanah Air saat ini, dimana oknum pejabat korupsi, serta yang menggunakan kekuasaannya untuk menekan masyarakat, maka unit cadas asal Batam, Kepulauan Riau ini pun melampiaskannya lewat karya rekaman single debut berrtajuk “Redzone”. Makna lagu yang menghadirkan vokal tamu dari Dhenaldi Savirio (Divide) tersebut, adalah untuk menyadarkan generasi muda untuk peduli

Terhadang Pandemi, HUMANIMAL dan OUTRAGE Cetuskan Proyek “Humanrage”

Berawal ketika Humanimal dan Outrage gagal melanjutkan tur “Dignotour 2020” bersama karena harus terhenti di tengah jalan akibat hempasan pandemi, maka tercetuslah gagasan untuk melanjutkan niat berkolaborasi tersebut. Solusinya adalah merilis sebuah album berbagi (split) bertajuk “Humanrage”. Karya produksi rekaman yang bakal diedarkan dalam format fisik oleh kerja sama beberapa label independen sekaligus, yakni Trueside,

Dengarkan ‘Desahan’ 3D di Video Animasi SERINGAI

“Lirik ‘Ishtarkult’ cerita tentang seks, cukup tersiratlah. Tapi untuk (konsep) video, dari dulu memang pengen punya video animasi tapi belum pernah kejadian. Belum pernah ketemu partner yang gue mau. (Karena) Gue fans animasi science fiction, pengen terapin di video ‘Ishtarkult’.”  Kalimat di atas dilontarkan vokalis dan penulis lirik unit rock oktan tinggi, Seringai, Arian Arifin

“Voice of Resistance”, Tembakan Peringatan dari FIN’S MOCK

Dari ujung pulau Sulawesi paling utara, unit melodic hardcore/hardcore punk ini melampiaskan lirik eksplisit, meneriakkan jiwa yang menginginkan kebebasan serta perlunya melontarkan ‘suara penolakan’ akibat sistem yang gagal. Keresahan itu ditumpahkan lewat karya rekaman baru mereka bertajuk “Voice of Resistance”. Single itu sendiri merupakan suguhan kedua Fin’s Mock setelah “Anguish”, single pertama yang mereka luncurkan

Usai Vakum, SABERTOOTH Tancapkan “Fury” di Skena Hardcore

Tak ada maksud selain menghibur dan menambah sesak telinga. Salah satu rooster Temple City Hardcore, Magelang ini akhirnya kembali mengibarkan benderanya, sekaligus membakar semangat dan melepas kekesalan untuk merespon keterbatasan ruang gerak sekitar yang terjadi belakangan ini. Maka lahirlah single terbaru, “Fury” yang dirilis bersamaan dengan video musiknya pada 20 Januari 2021 lalu, setelah lebih

NOOSE BOUND Perdalam Kombinasi Hardcore-Metalcore di “Lost In The Plot”

Menyambut tahun baru, sekaligus membuka jalan menuju perilisan album debut Noose Bound yang bakal digeber pada pertengahan 2021, unit cadas asal Malang ini pun meluncurkan single terbarunya yang bertajuk “Lost in the Plot”. Sebuah karya rekaman baru yang menerapkan konsep hardcore berbeda dibanding dua single sebelumnya, “Paint Me Red” dan “The Needle”. “Menurut kami pribadi,

Kumulasi Kemarahan WAJIB MILITER Terlampiaskan di “Geram”

Maraknya ketimpangan sosial yang terjadi belakangan ini membuat unit hardcore asal Kota Daeng, Makassar ini tidak bisa tinggal diam. Sebagai kumulasi dari amarah yang diredam paksa, Wajib Militer lantas meletupkan “Geram”, sebuah single yang menjadi gebrakan perdana mereka di kancah musik keras Nusantara.  “Daripada marah-marah terus tidak ada output yang jelas, mending kemarahannya ditumpahkan seluruhnya

“Consequences”, Seruan Hardcore SILENCE AS REVENGE yang Tidak Biasa

Di mata unit hardcore asal Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini, progresi hardcore yang lumayan popular di Indonesia mulai terkesan monoton. Mereka ingin membuatnya terdengar lebih modern. Jadilah sebuah formula, dimana unsur-unsur khas hardcore punk dikombinasikan dengan elemen metalcore era 2000an yang dikemas dalam sound modern. Terapan itu sudah dirumuskan Silence As Revenge lewat single terbarunya