Baru Lahir, TO FUSED AND FUZZED Langsung Letupkan Dua Komposisi Hardcore

Terkadang, kejenuhan justru bisa membangkitkan gagasan yang positif. Seperti yang dilakoni ‘daun muda’ di ranah hardcore asal Banda Aceh ini. Akibat situasi pandemi yang masih menjebak kebebasan, lima musisi beringas ini pun lantas membentuk band pada awal 2022 agar tetap bertahan relevan. Mereka, yakni Muhammad ‘Bearhead’ Fuad (vokal), Purnama Ramadhan (gitar), Dopan ‘Dope’ Rehayatdyah (gitar),

NAKEDBRAIN Bangkit dan Luapkan “Murka” Berhulu Ledak Tinggi

Adalah gitaris Niko Bramoyo a.k.a Komik yang berinisiatif membentuk unit hardcore asal Sidoarjo, Jawa Timur ini pada 1997 silam. Pemicunya adalah kejenuhannya terhadap kultur masyarakat di kampung halamannya itu yang masih konservatif serta perkembangan musik yang lamban dan cenderung seragam. Tak disangka, nafas Nakedbrain rupanya cukup panjang dan bahkan telah memasuki usia ke-25 tahun ini.

Kutukan Awal HARSH dalam Balutan Metallic Hardcore

Lewat “Curse”, lagu tunggal terbarunya, unit cadas asal Bandung, Jawa Barat ini meyakini bahwa keberadaan mereka patut dipertimbangkan. Karya rekaman itu merupakan menu pembuka sekaligus pemanasan menuju perilisan album mini (EP) debut Harsh yang bakal dilepas dalam waktu dekat. Di sini, band bentukan 28 Desember 2020 yang sebelumnya telah merilis karya rekaman pertama berjudul “Pain//Peace”

MEROWISE Rangkum Kegilaan Hardcore/Punk di “Lunatic Change”

Empat lagu yang dimuntahkan hardcore/punk asal Bekasi ini di album mini (EP) debutnya, “Lunatic Change” berkisah tentang segala perubahan gila yang meresahkan. Tema yang sangat terkait masa pandemi yang mendera dan langsung mengubah tatanan kehidupan serta kondisi sosial dari yang semestinya. Segala rasa dan amarah ditumpahkan Merowise dalam komposisi lagu berjudul “Glitter”, “Tipu Dunia Glamor”,

MINIMAL TENSION Luapkan Kemarahan di “Threatened With Despair”

Nama band yang berarti ‘ketegangan minimal’ diumpamakan pelaku musik cadas asal Pontianak, Kalimantan Barat ini sebagai suatu sifat transisi antara hidup yang sedang baik-baik saja menjadi kecemasan. Kurang lebih, kesan itu pula yang mereka kobarkan di karya rekaman lagu tunggal perdananya yang diberi judul “Threatened With Despair”. Minimal Tension yang diperkuat formasi Muhammad Rakha Wibisana

Dengan Formasi Baru, THIRD FLOOR Lanjutkan Momentum

Walau sempat tertidur lama, namun akhirnya band emo/post-hardcore asal Bandung, Jawa Barat ini berhasil menjaga momentum kebangkitannya, yang digulirkan sejak awal 2021 lalu. Bahkan kini mereka kembali meletupkan lagu tunggal ketiga yang bertajuk “Elusif”. Sebelumnya, garapan musik Thirdfloor sudah diperdengarkan lewat dua karya lagu berjudul “Menghindar untuk Terpejam” dan “It’s Over”.  Thirdfloor yang kini dihuni

HARD TO KILL Bangkit Lagi, Panaskan Album Ketiga

Walau vakum hampir satu dekade, namun band cadas beringas dari ‘neraka’ Timur Jakarta ini menolak keras untuk mati berkarya. Sesuai arti namanya. Pergantian personel serta kesibukan mengurus kehidupan pribadi dan pekerjaan yang mengganjal laju Hard to Kill akhirnya bisa diatasi. Mereka pun meletupkan dua karya rekaman baru, yakni “Parasit” serta sebuah lagu bertajuk “Konsumsi Racun

Di “Hiperbola Analogi”, FIGHTOUT Giring Hardcore ke Layar Lebar

Rangkaian promo album mini (EP) bertajuk “Dominasi” yang dirilis via Frogs Records tahun lalu kembali dipanaskan oleh unit hardcore asal kota Gresik, Jawa Timur ini. Kali ini, salah satu trek dari EP tersebut yang berjudul “Hiperbola Analogi” dibuatkan video musik, dengan perlakukan istimewa. Berkolaborasi dengan Akral Pictures, video “Hiperbola Analogi” dibuat dengan tema thriller, menceritakan

Tahun Ini, Kita akan Mendengarkan Kebrutalan HURT’EM Lagi

Karya rekaman album studio kedua unit hardcore punk/metal asal Depok ini akhirnya mulai dididihkan. Oleh labelnya, Lawless Jakarta Records sudah menjanjikan bahwa album tersebut bakal menerjang kuping para metalhead tahun ini juga. “Redemption”, judulnya, diproyeksikan beramunisikan 19 lagu berhulu ledak tinggi, yang sarat akan riff hardcore punk dengan intensitas blastbeats yang brutal tanpa kompromi. Untuk

Di “Parrhesia”, LAISSEZ-FAIRE Geber Hardcore yang Terpengaruh Radiohead?

“Tanpa kesalahan, manusia akan tetap menjadi binatang, tetap terbang bersama kebencian pada nilai.” Secuil lirik di atas tersiar di lagu bertajuk “Delusi”, yang termuat di “Parrhesia”, album terbaru besutan salah satu unit hardcore asal kota Malang, Jawa Timur ini. “Parrhesia” sendiri lahir di tengah keresahan Laissez-Faire terhadap kondisi yang tidak mendukung akibat hadangan pandemi, dimana

Unit Hardcore Berbahaya RECALCITRANCE Menghajar “Arogansi”

Sebuah ledakan hardcore sarat amarah telah dimuntahkan Recalcitrance, unit cadas asal Cilandak, Jakarta Selatan lewat lagu tunggal terbarunya yang bertajuk “Arogansi”. Karya rekaman ini, sebenarnya merupakan produk daur ulang, yang telah disuntikkan nyawa baru di garapan produksinya. Sebelumnya, “Arogansi” versi lama telah termuat di album mini (EP) “Crimes Territory We don’t Call Man will Recalcitrance”,

EASEMENT Tuntaskan Hardcore yang Mandiri di “Distorsi Nafsi”

Dari kota Bandung, band ini datang untuk menggairahkan skena hardcore Tanah Air. Mereka telah meletupkan sebuah karya lagu tunggal debut bertajuk “Distorsi Nafsi”, yang dilepas sejak pertengahan Januari 2022 lalu. Secara lirikal, lagu tersebut mengangkat tema perlawanan, seperti hardcore pada umumnya. Sebuah sikap untuk melawan dan menaklukkan diri sendiri. “Karena potensi kami, setiap orang selalu

Selepas ‘Mati Suri’, STUBBORN Tanggalkan Deathcore di “Doppelgänger”

Band asal Serang, Banten ini sebenarnya sudah terbentuk sejak 2009 silam, dengan mengibarkan nama Killed For Sheilla. Namun kemudian ‘mati suri’ selama 12 tahun. Ketika masa pandemi datang, ternyata membawa momentum untuk menyatukan band ini kembali, dengan nama dan formasi baru, plus konsep musik yang juga telah dimodifikasi.   Khususnya dalam urusan formula musik, Stubborn

BRANDOFFER Hembuskan “Whisper” dengan Terapan Hardcore yang Makin Gelap

Ibarat berjalan memasuki sebuah gua, semakin ke dalam semakin gelap. Unit cadas yang berakar pada keberingasan hardcore asal Banda Aceh ini, kurang lebih, seolah menjalani perumpamaan tadi. Usai menyalak lewat single “Sic et Non” dan “Knock You Out” yang terbilang gelap, kini Brandoffer hadir lagi lewat karya rekaman terbaru bertajuk “Whisper” yang semakin menyelami kegelapan

Jubah Baru BENTFORD Tuntaskan “Atomic Habits” ke Skena Hardcore

Unit hardcore asal Bogor, Jawa Barat ini sudah mengibarkan eksistensinya di skena sejak 14 Februari 2013 silam. Awalnya bernama Defence. Namun di tengah perjalanannya sempat mati suri selama kurang lebih tujuh tahun lantaran terhadang kesibukan masing masing personelnya. Tapi akhir 2019 mereka berkumpul lagi lewat sebuah pertemuan sederhana dan akhirnya sepakat melanjutkan sepak terjang Defence. 

SEKTOR Kembali Serukan Perlawanan di Jalan Hardcore

Pejuang hardcore asal Pekanbaru, Riau menyalak lagi. Kali ini menghujam lewat single bertajuk “Menolak Bungkam” yang sarat kobaran kalimat protes. Lagu tersebut sudah dilampiaskan ke kuping skena musik keras sejak 3 Desember 2021 lalu. Bagi Sektor yang kini diperkuat formasi Paulus Yehezkiel Sianipar (vokal), Inov Azwi (gitar), Hendrawan Wahyudi (bass) dan Andre Silviano (dram) ini,

HUSTED Deklarasikan “Cold Place” di Jalur Hardcore

Lagi, sebuah band cadas potensial menggeliat dari daratan Kalimantan. Tepatnya dari Balikpapan. Setelah mendeklarasikan kelahirannya pada 22 November 2020 lalu, Husted yang dihuni trio Ridyantama Christian (vokal), Kurniawan Aji (gitar) dan Nico Janitra (dram) ini pun langsung menggebrak lewat karya rekaman perdana bertajuk “Cold Place”. Sinopsis lagu itu sendiri menceritakan tentang perwakilan suara dari beberapa

Bulan Ini, MURAM Siap Muntahkan Album “Raung Selatan”

Pada 23 April 2021 lalu, MUSIKERAS sudah pernah mengabarkan gerak-gerik berbahaya dari unit rock asal kota seribu sungai Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini. Saat itu, mereka baru saja meletupkan single kedua yang berjudul “Jangan Muram”. Sebelumnya, Muram juga telah memantik adrenalin lewat single debut “Rimba Membara”, tak lama setelah terbentuk pada 2019 lalu. Lalu tak butuh