Di Album Terbaru, CHILDREN OF BODOM Melemah?

Penantian panjang untuk kembali mendengarkan kecadasan karya-karya rekaman terbaru dari Children of Bodom akhirnya bakal terjawab pada 8 Maret 2019 mendatang. Sejak kehilangan gitarisnya, Roope Latvala pada 29 Mei 2015 lalu, unit extreme metal asal Finlandia tersebut terbilang cukup lama melakukan konsolidasi internal. Mereka sempat menjalani tur hanya dengan empat personel sebelum merilis album “I Worship Chaos” pada 2 Oktober 2015, album terakhir yang melibatkan kontribusi Roope.

Kini di album terbaru bertajuk “Hexed” yang bakal kembali diedarkan via label Nuclear Blast Records, Children of Bodom telah melibatkan Daniel Freyberg, gitaris yang secara resmi direkrut sejak pertengahan Januari 2016 lalu. Para personel band ini: Alexi Laiho (gitar/vokal), Jaska Raatikainen (dram), Henkka Seppälä (bass), Janne Wirman (kibord) dan Daniel Freyberg menggodok rekaman “Hexed” di Danger Johnny Studios, Finlandia, dimana mereka kembali berkolaborasi dengan Mikko Karmila, produser yang juga mengeksekusi teknis rekaman album “I Worship Chaos”, “Halo Of Blood”, “Hatebreeder”, “Follow The Reaper” serta “Hate Crew Deathroll”. Namun khsus untuk perekaman isian kibord, Janne Wirman menuntaskannya di Beyond Abilities Studios, dan di Finnvox Studios, Helsinki untuk proses mixing dan mastering.

Ada sedikit pergeseran konsep musikal di “Hexed”. Paling tidak, itu yang dirasakan sang otak utama Children of Bodom, Alexi Laiho, berdasarkan komentar orang-orang yang telah mendengarkan bocorannya. “Kata orang-orang secara umum musiknya mudah dicerna. Jadi saya mulai berpikir mungkin struktur lagunya lebih ringan. Tapi tetap ada juga unsur-unsur yang menggila di situ, hampir progresif, atau paling tidak teknikal. (Bahkan) Ada beberapa bagian melodi di sepanjang album yang berasal dari lagu-lagu jazz, meskipun buat kami tetap saja metal buat kami.”

“Buat saya, selalu sulit untuk menggambarkan musik terbaru kami,” cetus Henkka Seppälä menimpali. “Di satu sisi, selalu terdengar tak asing, tapi musik kami yang terbaru juga telah mengejutkan saya. Kami memiliki bagian-bagian yang sangat Bodom, tapi sesungguhnya kami rasanya tak pernah melakukannya sebelumnya. Bahkan ada yang bilang nuansanya kurang lebih seperti ‘Follow The Reaper’.”

Sekadar tambahan informasi, dari 14 komposisi yang termuat di “Hexed”, terselip tiga lagu ekstra yang bukan termasuk karya baru, yaitu versi rekaman konser lagu “I Worship Chaos” dan “Morrigan” serta versi remix lagu “Knuckleduster”.

Children of Bodom yang terbentuk pada 1993 silam, sejauh ini telah merilis album “Something Wild” (1997), “Hatebreeder” (1999), “Follow the Reaper” (2000), “Hate Crew Deathroll” (2003), “Are You Dead Yet?” (2005), “Blooddrunk” (2008), “Relentless Reckless Forever” (2011), “Halo of Blood” (2013) dan “I Worship Chaos” (2015). Pada 15 November silam, Children of Bodom pernah menggelar konser di Bulungan Outdoor, Jakarta Selatan. (MK03)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.