Lagi, Ide Gila Terbaru TOM MORELLO Dikumandangkan

Meneruskan respon menggairahkan yang dialamatkan ke album solo pertamanya, “The Atlas Underground” (2018), gitaris dan musisi rock Tom Morello akhirnya kembali merangsek lewat karya rekaman baru. Bertajuk “The Atlas Underground Fire” dan bisa dibilang ini merupakan agresi lanjutan dari album debut solonya tadi. Album rilisan perusahaan rekaman Mom+Pop Music tersebut beramunisikan 12 lagu, dan menampilkan

IQIF Kini Memompa Adrenalin Tanpa STEREOCASE

Walau sarat tantangan dalam hal teknis, tidak menyurutkan semangat solois alternative rock asal Jakarta ini untuk mewujudkan karya-karya personalnya. Usai memperdengarkan empat single sebelumnya, yakni “Before It’s Too Late” dan “Burn Me Down” pada Maret 2020, lalu “Twisted” di Februari 2021 dan “Falling” pada Juli 2021, IQIF akhirnya mempersembahkan karya rekaman album penuhnya yang diberi

Kabar Keras Dunia: Dari AUGUST BURNS RED Hingga NITA STRAUSS

AUGUST BURNS RED (ABR) kembali merilis sebuah karya rekaman baru yang bertajuk “Vengeance”. Bagi unit metalcore asal Pennsylvania, AS ini, “Vengeance” berbicara tentang betapa kejamnya 18 bulan terakhir yang tampaknya telah menimpa banyak orang. Sehingga rasa belas kasih dan saling pengertian antar sesama berkurang. “Kita harus melakukan semua yang kita bisa untuk mengembalikannya ke dalam

Pengembaraan SHANKARA dan Kekelaman Rock

Nuansa musik yang kelam untuk menggambarkan suasana duka yang mendalam, sebuah momen ‘kehilangan’, menjadi titik sentral tema yang dituangkan band rock asal Pamulang, Tangerang Selatan ini. Khususnya di single keduanya yang bertajuk “This Is Come”. Bait pertama lagu berdurasi 4.35 menit tersebut menari di kepala gitaris Shankara, Ruby Prawira, ketika mobil ambulan berangkat dari kediaman

Sebelas Tahun A REVENGE FROM INSIDE, Bangkitkan “Armageddon” Kembali

Sejak melahirkan album berjudul “Towards The End” yang dirilis via Rostels Records pada Oktober 2015 lalu plus sejumlah jadwal tur promo, unit metalcore/post-hardcore asal Tambun, Bekasi ini mendadak memutuskan untuk rehat. Tepatnya dimulai pada 2017 lalu lantaran beberapa faktor, termasuk adanya pergantian personel serta permasalahan internal. Namun untung tidak terus terlena dan bubar. Tahun ini,

12 Lagu Emo/Post-Hardcore Terbaik di Mata DIVIDE

“Keduabelas lagu ini merepresentasikan awal mula kecintaan kami terhadap musik ber-genre keras atau sidestream yang melahirkan keinginan untuk bermusik.” Itu alasan utama unit post-hardcore asal Jakarta, Divide yang diungkapkan kepada MUSIKERAS, dalam memilih 12 lagu dari circlepit emo/post-hardcore di artikel ini. Deretan pilihan yang sangat personal tentunya, bukan pilihan absolut yang berlaku untuk semua orang.

DISSECTING FLESH Banting ‘Alien’ dengan Death Metal yang Brutal

Sambut unit slamming brutal death metal asal Bekasi ini, yang menyerbu dengan konsep yang terbilang sangat berbeda dibanding band-band sejenis. Dari muntahan lirik misalnya, lewat album mini (EP) bertajuk “The Impact of Cruelty from Extraterrestrial” yang baru mereka lontarkan pada 4 Oktober 2021 lalu, Dissecting Flesh mengumbar dampak kekejaman makhluk angkasa luar. “Kami mengambil tema

Kabar Keras Dunia: Dari VEIL OF MAYA Hingga SLAYER

VEIL OF MAYA akhirnya kembali melepas single baru, dengan konsep musik yang juga mengejutkan. “Outrun” adalah judul lagu terbarunya, yang sudah mengudara sejak empat hari lalu. Kenapa mengejutkan? Karena kali ini, unit deathcore/metalcore tersebut menyusupkan elemen pop di komposisinya, namun tanpa meninggalkan kegesitan musiknya. Menurut vokalis Lukas Magyar, lagu ini sangat spesial buat mereka, karena

ELIMINATOR Hujat Kebencian Lewat Semburan Metalcore

Penyebar kebencian di era digital menjadi titik sentral semburan lirik dari unit metalcore asal Malang, Jawa Timur ini. Di mata Eliminator, era saat ini, banyak sekali yang menyalahgunakan media sosial untuk menyebarkan berita palsu atau hoax dan lain sebagainya. Itulah yang melatari penciptaan single bertajuk “Hatred” yang baru saja mereka lontarkan ke skena musik keras.

MIDNIGHT MEOWTH Lebur Hardcore Punk dengan Kultur Weaboo

Band keras asal kota Malang, Jawa Timur ini cukup unik. Mereka mengibarkan keberingasan hardcore punk yang dibumbui unsur metal plus sentuhan kultur otaku atau weaboo. Dua istilah yang disebut terakhir dikenal di komunitas penggemar kultur Jepang, tepatnya merupakan sebutan untuk orang-orang yang menyukai budaya pop asal negeri Matahari Terbit tersebut seperti manga dan anime. Dan

“MUSIGRUNGE INDONESIA” Rayakan 30 Tahun Keliaran Grunge

Dirilisnya “Nevermind”, album milik grup rock Nirvana pada 24 September 1991 silam telah menyebabkan gelombang tsunami grunge yang berhasil melibas hampir semua sub-genre musik keras yang menguasai skena mainstream saat itu. Karya rekaman yang antara lain melejitkan single “Smells Like Teen Spirit”, “Come as You Are”, “Lithium” dan “In Bloom” tersebut menjadi salah satu album

Akhirnya, Pekik Vokalis Baru NOXA Bergemuruh di Single “Greed”

Hampir dua tahun berselang sejak mengukuhkan vokalis barunya, akhirnya untuk pertama kalinya Noxa memperdengarkan suara Diegoshefa dalam sebuah karya rekaman baru. Tepatnya pada 30 September 2021 lalu, Noxa yang digerakkan formasi Alvin Eka Putra (dram), Ade Himernio Adnis (gitar), Nyoman Dipa Biomantara (bass) dan Diegoshefa menderukan single “Greed” via label independen Blackandje Records. Tapi lagu

Kabar Keras Dunia: Dari SHADOW OF INTENT Hingga RITCHIE BLACKMORE

SHADOW OF INTENT kembali menggempur lewat single terbaru bertajuk “From Ruin… We Rise”. Lagu ini merupakan nomor pemanasan untuk mengantarkan kuping penggemarnya menuju kebrutalan “Elegy” album studio keempat unit deathcore asal AS tersebut, yang sudah ditetapkan bakal dirilis pada 14 Januari tahun depan. Sebelumnya, Shadow of Intent yang kini dimotori formasi Ben Duerr (vokal), Chris

EASTCAPE dan SUGAR THRILLS Dipertemukan ‘Proyek dari Langit’

Sebuah album mini (EP) berbagi (split) yang mempertemukan keseruan mathrock/Midwest emo dengan shoegaze post-grunge telah diletupkan oleh label asal Bandung, Greedy Dust Records belum lama ini. Genre pertama diwakilkan oleh Eastcape, unit emo asal Blitar, Jawa Timur lewat dua lagu yang bertajuk “Soul Recovery” dan “I’m Sorry I’m Sick”, sementara yang satu lagi menghadirkan Sugar

BEARFOURS Lepas Debut Metalcore yang ‘Manis’, Sekaligus Eksperimental dan Maskulin

Metalcore yang sedikit banyak terpengaruh dan terinspirasi dari band-band dunia macam Spiritbox, Northlane dan Dayseeker menjadi urat nadi unit keras asal Depok ini. Entakan distorsi racikan mereka dipermanis, sekaligus dibuat maskulin dengan kehadiran vokalis wanita bersuara cadas, seperti yang sudah mereka lampiaskan via single debut, “Friends with Benefits”. Metalcore sendiri bagi Bearfours yang digerakkan oleh

Bangkit dari ‘Kubur’, KEMENYAN Kisahkan Kengerian Neraka

Unit barbaric black metal dari Makassar, Sulawesi Selatan ini meneruskan rapalan mantra-mantra seputar kematian, neraka dan kebencian. Kali ini dibuat lebih mencekam dibanding karya rekaman demo mereka pada 2016 lalu. Lewat album bertajuk “Energi dari Neraka”, Kemenyan merajam pemujanya dengan delapan trek mengerikan hasil ramuan berbagai serbuk hitam yang diserap dari band-band gelap dunia macam

Inilah Sembilan Nama Rockstar yang Diimpikan THE JABA

Satu lagi band yang berhasil memanfaatkan keterbatasan dalam pandemi dengan berkarya. Hasil dari mengisi kegiatan di rumah membuat unit rock asal Subang, Jawa Barat ini berhasil menggarap sembilan lagu untuk materi album perdana mereka. Dan usaha itu menuai keberuntungan, The Jaba lantas dipertemukan dengan Yobbi Ananta dari Grim Studio, Jakarta yang siap memproduseri karya-karya mereka. 

Di “Sky Burial”, FORNICATION ‘Kubur’ Deathcore yang Generik

Memastikan masih mencengkeram kuat di jalur musik deathcore, namun unit keras asal Yogyakarta ini tak ingin terjebak menjadi band yang generik. Deathcore versi Fornication telah dieksplorasi sedemikian rupa sehingga kini – menurut mereka – telah menjadi jati diri Fornication.  Formula ini telah mereka tancapkan sebagai penanda era baru, lewat sebuah single rekaman terkini bertajuk “Sky