Disarray yang berasal dari Batam – atau biasa disebut 0778-AREA – kembali mengobarkan New Wave of Batam Hardcore. Dengan semangat dan nafas baru, mereka telah melepas karya rekaman baru dalam kemasan “Promo 2024”. Dua lagu yang termuat di promo tersebut sekaligus menjadi bahan bakar untuk melengkapi album mini (EP) debut Disarray yang rencananya akan dilampiaskan ke publik tahun ini juga.
Vokalis Fabrio Saviola (Fabs), gitaris Rendi Ridwansyah dan Fatkhun Naim (Naim), bassis Bagus Putra (Sugab) dan dramer Tito Ramdani (Oman) sendiri menggarap dua lagunya itu, yakni “0778” dan “Trying” selama kurang lebih setahun. Butuh waktu yang cukup lama lantaran terkendala waktu dan biaya. Mereka merekamnya di Narrow Studio, dan di Griffin Studio untuk pemolesan mixing dan mastering.
“Proses kreatif yang kami jalani untuk memulai rekaman selalu lewat latihan atau jam session, sebelum memasuki dapur rekaman. Tantangan yang sering kami hadapi yaitu di masalah tempo lagu atau bagian kord yang kadang masih belum rapi,” ujar pihak Disarray kepada MUSIKERAS, terus-terang.
Dalam meramu musiknya, kali ini Disarray mengklaim materinya jauh lebih agresif. Bakal selalu membuat kepala tidak bisa diam untuk menikmatinya. Sebuah gelombang baru untuk hardcore Batam. Berbeda jika dibandingkan dengan “Life?”, lagu rilisan tunggal yang pernah mereka perdengarkan tahun lalu.
“Dari segi musik untuk ‘Promo 2024’ ini, kami menggabungkan elemen musik death metal dan heavy, atau lebih tepatnya untuk siapa saja yang biasa menikmati ‘mosh’ atau ‘violence dance’. Kalau di single perdana, ‘Life?’, mungkin lebih ke unsur hardcore punk dan youth crew-nya. Tetapi tidak lupa juga di ending setiap lagu kami beri low tempo part atau breakdown,” seru mereka lagi.
Dalam membentuk konsep barunya, “Promo 2024” dipadatkan lewat berbagai referensi musik. Di antaranya serapan dari pejuang-pejuang hardcore asal AS seperti Bigboy, Pain of Truth, Outta Pocket, Kharma serta Reality Denied (Kanada).
“Tapi kalau soal FFO (for fans of), kami juga nggak bisa memastikan lebih ke arah mana. Mungkin biar orang saja menilai kami bagaimana… atau lebih tepatnya mungkin for fans of tough guy, oversized tee, or whatever u wanna call it. Karena saat meracik lagu juga, (berdasarkan) apa yang kami rasa cukup pas dan enak ketika didengarkan. Jadi karena itu kami tidak bisa memberi patokan untuk referensi musiknya lebih ke arah mana untuk saat ini.”
Saat ini, Disarray yang dibentuk pada Agustus 2022 lalu juga sedang menjalani proses penggarapan EP pertamanya. Sejauh ini tinggal memperbaiki atau membenahi beberapa materi lagu yang belum di rekam. Belum ada target pasti mengenai jadwal perilisannya, namun jika tak ada kendala, Disarray berharap bisa lebih cepat. Paling tidak pertengahan atau di akhir 2024 ini.
“Promo 2024” kini sudah bisa didengarkan melalui kanal resmi Target Records di Bandcamp, juga di Spotify dan Apple Music. (aug/MK02)