Browsing Tag
band jakarta
548 posts
KARAM: Kepekatan Black dan Doom Metal
Sebelum menuju album, sejauh ini Karam telah memperdengarkan dua lagu rilisan tunggal. Termasuk yang terbaru, “Rekah” yang diformulasikan lebih gelap.
DANZ: Trio Nekat Pindah Sekte?
Personel ADA Band, Lyla dan Govinda menyatu dalam formasi DANZ, yang menggeber formula modern rock yang lebih gelap, agresif serta eksploratif.
UNDIMENSION: Ambisi Tertinggi “Imperium Manifestopia”
Sejak 2022 lalu, Undimension terus kembangkan identitas musikalnya melalui pendekatan teknikal, progresif dan sinematik, yang kini digelorakan di album debut.
SIKSAKUBUR: Menyiksa Lagi, Rilis “Dari Langit”
Agresivitas Siksakubur kembali menyala. Tanpa kawalan gitaris Andre Tiranda, namun unit death metal ini berhasil rampungkan karya album mini (EP) terbarunya.
GETAH: Bakal Merilis Piringan Hitam
Setelah puluhan tahun, Getah tetap menjadi kekuatan yang terus berkobar. Bahkan, unit cadas veteran asal Jakarta ini sudah mengantongi sejumlah rencana ambisus.
PANIC DISORDER: Akhir Kegelapan di “The Wyrd Continuum”
Usai perdengarkan “Eternal Dread”, kini Panic Disorder merangkumnya dalam kemasan album mini (EP) “The Wyrd Continuum” yang lebih modern.
SILVERMAN: Tuang Keresahan di “Bara Penindasan”
Dengan energi kasar dari suara rock Seattle era 90-an, Silverman meraungkan kegelisahan di album mini (EP) debutnya, “Bara Penindasan”.
THE SAOSTOMAT: Hidupkan “Jimmy Go”, dan Siapkan EP Tahun Ini
Dengan beramunisikan “Jimmy Go” versi baru plus sebuah EP yang tengah dimatangkan, The SaosTomat siap kembali beraksi di skena punk Tanah Air.
BANGKAR: Perubahan Baru di Album “Speed Bastard”
Di album keduanya, “Speed Bastard”, Bangkar menargetkan terapan formula musikal yang berbeda dibanding album debutnya. Lebih solid sekaligus presisi.
SPOLENK: Sudahi Hibernasi dan Rilis “Come On”
Satu lagi wajah lama di skena musik keras bangkit dari tidur lelapnya. Spolenk yang dibentuk pada 1993 silam aktif lagi dan langsung rilis album.
STEREOWALL: Perjalanan Emosi yang Semakin Cadas
Di lagu terbarunya berjudul “Antara”, Stereowall mulai berani beri ruang untuk eksplorasi vokal Zeva, namun dengan proses transisi yang lebih natural.
KILLING MACHINE: Lahir dari Kepunahan Betrayer
Terbentur izin penggunaan nama Betrayer melahirkan semangat baru bagi dua personelnya yang masih haus darah panggung, cetuskan Killing Machine.
MORGIA: Formasi Bertiga, Makin Eksperimental
Usai melewati masa krisis formasi, kini Morgia kembali menggeliat dengan meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru, yang lebih gelap, mekanis dan imersif.
ISYANA SARASVATI: Cetuskan Trance Metal di “Burn”
Setelah “Babel”, kini Isyana Sarasvati meluncurkan “BURN” yang kembali menonjolkan elemen distorsi metal, sebagai trek fokus di album “EKLEKTIKO”.
LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru
Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.