Goodbye Blvesky memecah keheningan setelah enam bulan terakhir nyaris tidak beraktivitas. Sampai akhirnya mereka memutuskan merilis “Nirsuara”, lagu rilisan tunggal terbaru yang emosional.
Sebuah pernyataan yang diangkat dari pengalaman pribadi salah satu personel mereka, saat bertarung dengan kondisi kesehatan mentalnya setelah didiagnosis bipolar oleh dokter.
Sebuah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati (mood) yang sangat ekstrem dan drastis.
“Sedikit cerita, jadi selama enam bulan ke belakang kami benar-benar nggak melakukan apa-apa, karena salah satu personel kami sedang menghadapi masa bipolarnya. Padahal rilisan udah banyak,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS.
“Tapi akhirnya, kami memutuskan untuk bersuara lewat ‘Nirsuara’. Padahal lagu ini belum kami buat, tapi karena ada spontanitas dan keresahan yang nyata jadi malah rilis lagu dadakan ini.”

Gejolak Batin
Lewat racikan lirik dan musik khas Goodbye Blvesky, “Nirsuara” menyodorkan sudut pandang (POV) jujur dan mentah dari seseorang yang sedang berada di titik terendah saat kondisinya kambuh.
Dinamika lagu ini dibangun dari nuansa tertekan, ledakan emosi di bagian chorus dan breakdown, hingga penutup yang tenang—mencerminkan gejolak batin yang dirasakan para penyintas.
Penambahan unsur breakdown, scream hingga rap dipilih untuk mewakili realita yang dirasakan: segala pikiran dan emosi yang tiba-tiba masuk tanpa bisa diprediksi. Terjadi begitu saja di luar kendali saat kondisi tersebut datang.
Dari segi musikal, “Nirsuara” disajikan gitaris Rechy Yustim, vokalis Cindy S.S., drumer Dicky Permadi dan bassis Julfirman S. Harahap (Ucox) lebih emosional.
Merupakan sudut pandang nyata yang mereka tuangkan untuk menyampaikan pesan pada lagu.
Dalam peracikan komposisi serta aransemennya, terutama di riff gitar, Goodbye Blvesky banyak menyerap inspirasi dan pengaruh dari lagu-lagu milik band modern rock/metalcore mancanegara seperti Spiritbox dan President.
Album Penuh
Melalui “Nirsuara”, Goodbye Blvesky memilih untuk tidak bersembunyi. Mereka berdiri tegak untuk menyuarakan apa yang sering kali mendapatkan pandangan sebelah mata dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Kami tidak ingin ada manusia yang dibeda-bedakan dengan kondisi tertentu, karena pada dasarnya kita semua sama,” cetus mereka.
“Justru lewat ‘Nirsuara‘, kami ingin berdiri dan berbicara bersama para penyintas bipolar. Jika kalian merasa tidak bisa bersuara atau sulit menjelaskan apa yang kalian rasakan, biarlah lagu ini menjadi pesan yang mewakili perasaan itu.”
“Kalian tidak pernah sendiri dan kalian lebih kuat dari apa yang kalian rasakan.”
“Nirsuara” kini sudah dapat didengarkan di berbagai gerai pemutar musik digital, juga video klip resminya yang tayang di kanal YouTube Goodbye Blvesky.
Setelah perilisan “Nirsuara”, rencana Goodbye Blvesky berikutnya adalah merilis album penuh. Sejauh ini penggarapannya sudah mencapai 60% dari keseluruhan proses produksi. (@mudya_mustamin/MK01)
