CLUSTER BRAND X BROKEN CULTURE Rilis Kolaborasi “AWAKEN”

CLUSTER, sebuah merk streetwear yang mulai digeliatkan sejak 2020 lalu, oleh orang Indonesia di Taiwan, kini merambah Tanah Air. Pada proyek kali ini, brand tersebut berkolaborasi dengan sebuah unit metalcore asal Bandung bernama BROKEN CULTURE. Kedua pihak lantas merilis lagu rilisan tunggal khusus berjudul “Awaken”, dalam kolaborasi ini. Lagu itu merupakan karya Broken Culture, yang

GRANDFATHER FOOL Ekspresikan Kematian dengan Punk yang Psikedelik

“Kami berusaha memvisualisasikan kematian dalam sebuah audio dengan pemilihan kord, riff dan ambience yang mendukung ke sana, tanpa menghilangkan nilai kejujuran dalam berkarya.” Di masa pandemi, kuartet keras asal Bandung, Jawa Barat ini sempat vakum dan tidak memproduksi atau merilis apapun. Tapi setelah beberapa tahun berlalu, akhirnya Grandfather Fool berhasil bangkit, diperkuat susunan formasi baru

Kutukan Awal HARSH dalam Balutan Metallic Hardcore

Lewat “Curse”, lagu tunggal terbarunya, unit cadas asal Bandung, Jawa Barat ini meyakini bahwa keberadaan mereka patut dipertimbangkan. Karya rekaman itu merupakan menu pembuka sekaligus pemanasan menuju perilisan album mini (EP) debut Harsh yang bakal dilepas dalam waktu dekat. Di sini, band bentukan 28 Desember 2020 yang sebelumnya telah merilis karya rekaman pertama berjudul “Pain//Peace”

Kisah Kritis dan Kerinduan GRAYSEA akan Alternative Rock Lawas

Usai melakoni kultur pop-punk sejak 2014 silam, unit rock asal Bandung ini akhirnya menemukan ‘taman bermain’ yang lebih sesuai panggilan hati para personelnya. Lewat lima lagu yang termuat di album mini (EP) bertajuk “Hesitate”, Graysea yang diproklamirkan kelahirannya pada 2020 lalu memperkenalkan jubah barunya yang lebih kental akan corak alternative rock lawas yang pernah berjaya

ZYROQUEL Tumpahkan ‘Curhat’ Musisi dalam Balutan Metalcore Eksperimental

Metalcore menjadi makhluk yang berbeda di tangan unit keras asal Bandung, Jawa Barat ini. Lewat lagu tunggal terbarunya, “Jet of Tears”, Zyroquel mencoba bereksperimen dalam olahan aransemen. Hasilnya cukup unik.  “Kami hampir tak sepenuhnya mengadaptasi unsur musikal metalcore ke dalamnya,” seru pihak band kepada MUSIKERAS, mengklarifikasi.  Menurut dua personel band bentukan April 2021 ini, sang

Dengan Formasi Baru, THIRD FLOOR Lanjutkan Momentum

Walau sempat tertidur lama, namun akhirnya band emo/post-hardcore asal Bandung, Jawa Barat ini berhasil menjaga momentum kebangkitannya, yang digulirkan sejak awal 2021 lalu. Bahkan kini mereka kembali meletupkan lagu tunggal ketiga yang bertajuk “Elusif”. Sebelumnya, garapan musik Thirdfloor sudah diperdengarkan lewat dua karya lagu berjudul “Menghindar untuk Terpejam” dan “It’s Over”.  Thirdfloor yang kini dihuni

ASCARIA Lepas “Ascent”, Karya Instrumental Prog-Metal Berkadar Jazz

Tiga genre musik, yakni metal, post-rock dan jazz dilebur jadi satu. Hasilnya adalah sebuah komposisi yang berkontur unik, seperti yang dihasilkan kuartet progressive metal asal Bandung, Jawa Barat ini. Lewat sebuah lagu tunggal instrumental debutnya yang bertajuk “Ascent”, Ascaria mencoba memperdengarkan eksplorasi karya yang menarik dan variatif. “Kami ingin para pendengar, tahu dan paham bahwa

EASEMENT Tuntaskan Hardcore yang Mandiri di “Distorsi Nafsi”

Dari kota Bandung, band ini datang untuk menggairahkan skena hardcore Tanah Air. Mereka telah meletupkan sebuah karya lagu tunggal debut bertajuk “Distorsi Nafsi”, yang dilepas sejak pertengahan Januari 2022 lalu. Secara lirikal, lagu tersebut mengangkat tema perlawanan, seperti hardcore pada umumnya. Sebuah sikap untuk melawan dan menaklukkan diri sendiri. “Karena potensi kami, setiap orang selalu

Dirasuki ‘Roh’ Black Sabbath, AGE OF SPIN Kobarkan Single “Godus”

Mengenyam heavy rock berpotensi metal yang berkiblat pada sekte Sabbathian dengan sentuhan ragam hibrida, kuintet asal Bandung ini menjadikannya bahan bakar untuk melesatkan karya rekaman debut bertajuk “Godus”. Age of Spin membangun single tersebut dari kumpulan riff berat yang menggetarkan kuping. Band ini mengklaim, pengembaraan musikal mereka berangkat dari kegemaran terhadap musik Black Sabbath, lalu

HAPPY MAN Ekspresikan “Gimme Love” dalam Nafas Blues Rock

Sesuai namanya, Happy Man memang dilahirkan oleh sekumpulan anak kampus di kawasan Jatinangor, Bandung yang merasa senang (happy) untuk ngeband dan ngeband untuk bersenang-senang. Unit rock ini memulainya pada 2015, dengan formasi Frank Chrisanto Tumanggor (vokal), Yofa Yuandira (gitar), Hari Baku Pangestu (gitar), Kamal Hidayat (bass) dan Dendi Meilandi (dram). Tapi sejak 2019, terjadi pergantian

(EKSKLUSIF) Di Balik Single “Roar of Chaos” dan Masa Depan BURGERKILL

“Perjuangan harus jalan terus, support dari teman-teman juga menginginkan Burgerkill jangan sampai bubar!”  Demikian cetusan optimistis dari Agung Ridho Widhiatmoko a.k.a. Agung Hellfrog, gitaris Burgerkill, saat dihubungi MUSIKERAS via sambungan telepon. Tekad itu telah dibuktikan lewat peluncuran single terbaru bertajuk “Roar of Chaos” semalam, yang sekaligus menjadi momen peresmian formasi terbaru unit cadas legendaris berbasis

HIGH-X Sebarkan “Hoax” untuk Gairahkan Rock

Kerap kita dengar, orang-orang memekikkan ‘rock tak pernah mati’. Dan memang kenyataannya tak pernah mati. Di berbagai belahan dunia, rock tetap mengudara dan perkasa, dengan beragam karakter. Bersanding dengan ‘adiknya’, yakni metal. Tidak jauh beda di Indonesia. Bahkan sejak internet mulai menjadi kebutuhan primer di masyarakat, jumlah band yang menggemuruh di ranah rock pun ikut

NIKHARA Gaet WIRATAMA & ABAH ANDRIS untuk Eksekusi “Surreal”

Berawal dari sebuah momen menyanyikan lagu “Tiga Titik Hitam” milik Burgerkill yang dirilis sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Ebenz (gitaris Burgerkill), proyek kolaborasi vokalis Yuvi Yuandhitra dan gitaris Danny Ramadhan yang membentuk Nikhara dengan produser/gitaris Wiratama Satria pun berlanjut.  Dan berpijak pada saran Wiratama agar Nikhara menggarap lagu karya sendiri – maka kolaborasi itu pun

GODLESS SYMPTOMS Rangkum Depresi Hidup di “Satir Getir”

“Semua lagu sangat ‘menantang’ bagi kami!” Cetus unit cadas asal Bandung, Jawa Barat ini kepada MUSIKERAS, mengungkapkan proses penggarapan album barunya, “Satir Getir” yang baru saja dirilis via label Disaster Records. Yang membuat album itu istimewa sekaligus menantang, karena Godless Symptoms kali ini tak ingin membuat album yang tipikal, seperti karya-karya mereka sebelumnya.  “Karena sebelum

DISINFECTED Hidupkan Ancaman “Aku Akan Bunuh Kamu”

Untuk ketiga kalinya, album mini (EP) yang dilahirkan unit death metal asal Bandung sekitar 16 tahun silam ini kembali dihidangkan di skena musik ‘bawah tanah’. Karya rekaman beramunisikan lima komposisi mencekam bertajuk “Aku Akan Bunuh Kamu” tersebut dulunya dirilis pertama kali dalam format CD oleh label Rottrevore Records pada 2005. Lalu oleh Zim-Zum Entertainment, sempat