HORRIFIED Letupkan “Greed Bloom” dengan Mesiu Deathgrind

Sebuah karya rekaman single terbaru berjudul “Greed Bloom” akhirnya dihempaskan unit grindcore/deathgrind bentukan akhir 2019 ke skena musik cadas Tanah Air. Lagu baru ini adalah buah dari kondisi pandemi yang menyulitkan band asal Bandung, Jawa Barat tersebut untuk mencari panggung, sementara Horrified adalah tipikal band yang tidak bisa diam begitu saja.  “Greed Bloom” yang bercerita

Album Oplosan Hardcore/Punk MAIO Sudah Rilis dalam Format Kaset

Para ‘bedebah hardcore/punk sialan’ asal Bandung yang membaptis diri dengan nama Maio ini akhirnya berkoar lagi. Kali ini lewat sebuah album penuh debut bertajuk “Negative Thoughts”, setelah tahun lalu terlebih dahulu dipanaskan lewat single “The Justice Trap” dan “Circle Jerks”. Album yang disesaki tujuh komposisi beringas plus selipan satu nomor daur ulang milik unit punk

HENOHENOMOHEJI di Single “Phosphophyllite”, Kini Lebih Distortif

Unit pop rock asal Bandung ini sedikit memberi angin perubahan yang menarik di single terbarunya, “Phosphophyllite”. Nuansa musik anime di karya-karya Henohenomoheji sebelumnya kini terpangkas oleh suntikan modern rock di racikan aransemennya, dimana lagu mereka yang kental akan kontur pop dibiarkan terbalut distorsi berat yang lumayan padat.  “Untuk referensi musiknya, mungkin bisa dibilang single ini

Akhirnya, Kekejaman TURBIDITY Berlanjut di “Orgies of Sadism”

Bersiap untuk sebuah tebasan kengerian baru. Unit slamming brutal death metal asal Bandung, Turbidity akhirnya kembali melanjutkan kebengisannya lewat album penuh keduanya, “Orgies of Sadism”. Di bawah kibaran bendera label independen Brutal Mind, band yang sudah bergerilya sejak 2008 silam ini tetap memuntahkan tema besar seputar pembunuhan sadis, mutilasi, gore serta beberapa pesan moral, yang

MUCHLIS IN ENGLISH Tebar Keanehan dalam Skena Punk

Kedua personel duo ini, yakni bassis Dechan Martawidjaja dan vokalis Zaki Asshiddiq menyebut keseharian mereka cenderung ‘aneh’. Atau dalam bahasa Inggris bisa disebut dengan istilah ‘nerd’. Sehingga ketika tercetus gagasan untuk membentuk band, karakter nerd itu pun dijadikan sebagai benang merah. Seperti yang tertuang di album mini (EP) debut mereka yang bertajuk “Nerdy Punk”, yang

SPITHATNORE Serukan Kegelisahan “Udara Demokrasi” Berbalut Grunge/Stoner

Band indie beraliran alternative rock asal Kota Bandung, Jawa Barat ini hadir di skena rock Tanah Air dengan ramuan musikal yang sarat ‘udara demokrasi’. Seperti judul single debut mereka yang telah diluncurkan sejak bulan lalu.  Perbedaan latar belakang musik dari para personel Spithatnore; Yogie ‘Ogie’ Prana Tan (vokal/gitar), Faisal Nugraha dan Robi ‘Obi’ Trianda (dram)

JAWLESS Panaskan Mesin Stoner dengan Geberan EP “Total War Stoner”

Satu lagi bentuk kreativitas yang menolak terkubur karena deraan pandemi. Ketika materi album yang sudah digarap dengan segenap peluh dan sudah mendekati rampung terhambat penyelesaiannya akibat pembatasan penyebaran Covid-19, muncullah gagasan alternatif. Tawaran kesempatan untuk melakukan rekaman live yang datang dari label Auswitch Record dimanfaatkan dengan sempurna oleh unit heavy stoner rock asal Bandung, Jawa

Kemuakan KIDS NEVER GET CRAZY Kini Termuntahkan di “Memudar Meradang”

Masih memainkan keagresifan punk rock ala NoFX dan Bad Religion era awal serta kegesitan Tørsö, trio asal Bandung ini kembali menyalak setelah sempat mengalami kekosongan geliat. Edo Sahputra (gitar/vokal), Amos Widya Putra (bass), Dendi Septyeni (gitar) dan Desta Fadilla (dram) kini hadir lewat sebuah single terbaru berjudul “Memudar Meradang”, dimana Kids Never Get Crazy (KNGC)

510, Titisan SLAP IT OUT yang Lebih Agresif dan Atraktif

Bisa dibilang, trio ini lahir untuk menjawab antusiasme ‘SIO Squad’ – sebutan untuk para penggemar unit post-hardcore Slap It Out – yang sangat tinggi. Apalagi, band asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah tersebut sudah lama tertidur. Nah, kini Slap It Out kembali dibangkitkan, lewat reuni dua personelnya, yakni vokalis Faizal ‘Ical’ Permana dan gitaris Pras Goldinantara dalam

Kini, Ledakan Protes HELLBURGER Sudah Tersedia di Platform Digital

Rangkuman sikap antipati unit old school hardcore punk asal Bandung ini, terhadap pemerintahan yang bobrok, kekerasan militer dan anti fasis, serta dukungan untuk para petani yang mempertahankan lahannya dari gempuran para pemodal tamak untuk keperluan tambang dan kisah kelam kacaunya situasi politik pada 1998 akhirnya termuntahkan. Terlampiaskan lewat sebuah album mini (EP) bertajuk “Menolak”, rilisan

PUKAR Serukan Tarian Perang dalam Balutan Crust Black Metal

Usai menyuarakan kegelisahan mengenai kontroversi legalisasi tanaman ganja dalam sebuah lagu bertajuk “Propaganda Mary” pada Maret 2020 lalu, kini duo perantau asal Maluku Utara yang menyebut diri mereka “true Indonesian crust black metal” ini kembali menyalak. Kali ini, Pukar yang berbasis di Bandung meneriakkan ‘cakalele’, yang berarti tarian perang atau tarian perlawanan. “Cakalele” juga merupakan

PAS Band tentang EP Terbarunya: “Be Yourself. F**k Trend!”

Usai ‘menggoda’ lewat dua single fresh, masing-masing bertajuk “Sesungguhnya” yang diperdengarkan pada November 2020 lalu, dan disusul “Friendship” pada awal 2021, akhirnya pendekar rock senior asal Bandung, Jawa Barat ini benar-benar kembali memanaskan mesinnya di industri rekaman. Sebuah album baru – setelah kekosongan lebih dari satu dekade sejak merilis “Romantic… Lies… and Bleeding” (2008) –

SEVEN STRING ATTACK Rilis Komposisi Gitar yang Kejam

Khususnya di Bandung, geliat para gitaris independen yang tergabung di komunitas Indonesian Guitar Community (IGC) rupanya belum meredup, kendati ada keterbatasan akibat pandemi. Salah satunya yang berhasil memecah kebuntuan adalah Seven String Attack, sebuah proyek musik instrumental berorientasi gitar yang baru dibentuk tahun ini oleh trio Ivan Fabian Devota, Asgien Novrizal dan Dendy Benduh.  Belum

Lewat “It’s Over”, THIRD FLOOR Sudahi Mimpi Buruk

Januari 2021 menjadi babak kedua dalam perjalanan karir unit emo/post-hardcore asal Bandung, Jawa Barat ini. Mulai menancapkan keeksisannya di skena pada 2006 dan menggeliat hingga 2015. Setelah itu, sempat tertidur lama. Untungnya, kekosongan itu tidak berlarut-larut, dan akhirnya Third Floor berhasil bangkit lagi dan menghasilkan karya rekaman. Usai lepas “Menghindar untuk Terpejam”, kini Third Floor

AIDOAUDIO Cetuskan “Samar” yang Lahir di Persimpangan

Formasi band asal Bandung ini datang dari latar belakang genre berbeda,  seolah merepresentasikan organ tubuh yang saling menopang satu sama lain. Keberagaman hasrat musik personelnya lantas dikonversi menjadi kelebihan, dengan harapan agar menjadi kaya akan warna, suasana, dan ritme yang berbeda. Seperti yang telah tertuang lewat single debut bertajuk “Samar”. Adalah Muhamad Farid Azhari –

WALLS TO CAVE Meneruskan “Dendam” dengan Tiga Ujung Tombak

Usai melampiaskan karya album mini (EP) pertamanya, “Deathless” pada Agustus 2020 lalu, unit metalcore asal Bandung, Jawa Barat ini merasa perlu untuk segera menggasak skena musik keras lagi. Hasil penggodokan mereka ditengah keterbatasan masa pandemi akhirnya menghasilkan single baru berjudul “Dendam”. Kali ini, Walls To Cave masih mempertahankan acuan musikal mereka, yang antara lain diserap

GRANDFATHER FOOL Bangkit, Lampiaskan Punk Berkontur Stoner/Metal

Setelah melepas single “Bandung Tenggelam” pada 2018 lalu, unit punk rock asal Bandung, Jawa Barat ini sempat terlena dalam kevakuman. Mereka tidak memproduksi atau merilis karya apa pun. Namun kini, dengan formasi baru serta konsep musikal yang juga semakin menggairahkan, Grandfather Fool memutuskan kembali menyalak lewat karya rekaman baru. Tepatnya sebuah single gesit bertajuk “Anak

Ini Alasan KOMUNAL Merilis Vinyl “Hitam Semesta” dan “Gemuruh Musik Pertiwi”

Semakin banyak band yang menggalakkan kembali keseruan memiliki album-album rilisan fisik. Khususnya yang berformat piringan hitam (vinyl). Dan unit stoner beringas Komunal terbilang lumayan bernafsu ikut mengisi ceruk pasar menarik dan bergengsi tersebut, walau biaya produksi serta harga jualnya masih tergolong mahal.  Lewat inisiasi pihak band yang bekerja sama dengan label Disaster Records, kedua pihak

Tolak Terpuruk, BROKEN CULTURE Lampiaskan Single “Awaken”

Walau hanya tersisa tiga personel, bukan alasan bagi Unit keras asal Bandung ini untuk berhenti menggelorakan sebuah karya dan mengajak semua orang yang sedang atau sudah mengalami masa yang sulit untuk bangkit. Harapan itu yang dilampiaskan Broken Culture di single terbaru bertajuk “Awaken”, yang resmi dirilis hari ini. Lirik lagu tersebut, menggarisbawahi hak setiap manusia