Sebelas Tahun A REVENGE FROM INSIDE, Bangkitkan “Armageddon” Kembali

Sejak melahirkan album berjudul “Towards The End” yang dirilis via Rostels Records pada Oktober 2015 lalu plus sejumlah jadwal tur promo, unit metalcore/post-hardcore asal Tambun, Bekasi ini mendadak memutuskan untuk rehat. Tepatnya dimulai pada 2017 lalu lantaran beberapa faktor, termasuk adanya pergantian personel serta permasalahan internal. Namun untung tidak terus terlena dan bubar. Tahun ini,

12 Lagu Emo/Post-Hardcore Terbaik di Mata DIVIDE

“Keduabelas lagu ini merepresentasikan awal mula kecintaan kami terhadap musik ber-genre keras atau sidestream yang melahirkan keinginan untuk bermusik.” Itu alasan utama unit post-hardcore asal Jakarta, Divide yang diungkapkan kepada MUSIKERAS, dalam memilih 12 lagu dari circlepit emo/post-hardcore di artikel ini. Deretan pilihan yang sangat personal tentunya, bukan pilihan absolut yang berlaku untuk semua orang.

Kabar Keras Dunia: Dari IMMINENCE Hingga WHITECHAPEL

Unit post-hardcore/alternative metalcore asal Trelleborg, Swedia, IMMINENCE kembali menggebrak lewat single baru. Kali ini bertajuk “Ghost” yang juga direkam di Swedia – termasuk proses mixing dan mastering – bersama produser Henrik Udd (Architects/Bring Me the Horizon/At the Gates). Lewat “Ghost”, grup yang dihuni vokalis dan pemain biola Eddie Berg, gitaris Harald Barrett dan Alex Arnoldsson,

NVNA Melebarkan Ramuan Post-Hardcore di Single “The Broken”

Lebih dari setahun sejak melepas album mini (EP) “State of Mind”, penganut paham post-hardcore asal Pamulang, Tangerang Selatan ini akhirnya kembali menggaungkan sebuah karya rekaman single baru, bertajuk “The Broken”. Tapi kali ini, ada sedikit pergeseran konsep di ramuan komposisi musiknya. NVNA menyuntikkan sedikit elemen emo yang kurang lebih mengacu pada album ‘self titled’ milik

BUFXCTER Geber Skramz Eksperimental di Single “Cold Hands”

Pengalaman menggarap album mini (EP) pertama mereka, “Pale and Sleepless” (Mei 2020) membuat para personel unit screamo/skramz/post-hardcore asal Yogyakarta ini kini lebih percaya diri dalam menggarap single terbarunya, yang bertajuk “Cold Hands”. Lagu ini, menjadi gerbang pembuka untuk materi lainnya yang akan mereka rilis dalam EP berikutnya. Bufxcter yang masih diperkuat formasi Mokhammad ‘Rifin’ Arifin

EKO NURWAHYANTO Gelar Kolaborasi ‘Core/Djent’ di “Esoteric of Dystopian”

Melanjutkan proyek solonya yang telah dipanaskan lewat single “The Reign of Chaos” pada 2018 lalu, kini dramer asal Siak, Riau dan juga pendiri unit post-metalcore bernama Monoserus ini semakin serius membentangkan eksplorasi musikalitas yang sesuai idealismenya. Belum lama ini, Eko Nurwahyanto pun melepas sebuah album mini (EP) berjudul “Esoteric of Dystopian”, yang memuat lima amunisi

510, Titisan SLAP IT OUT yang Lebih Agresif dan Atraktif

Bisa dibilang, trio ini lahir untuk menjawab antusiasme ‘SIO Squad’ – sebutan untuk para penggemar unit post-hardcore Slap It Out – yang sangat tinggi. Apalagi, band asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah tersebut sudah lama tertidur. Nah, kini Slap It Out kembali dibangkitkan, lewat reuni dua personelnya, yakni vokalis Faizal ‘Ical’ Permana dan gitaris Pras Goldinantara dalam

Lewat “It’s Over”, THIRD FLOOR Sudahi Mimpi Buruk

Januari 2021 menjadi babak kedua dalam perjalanan karir unit emo/post-hardcore asal Bandung, Jawa Barat ini. Mulai menancapkan keeksisannya di skena pada 2006 dan menggeliat hingga 2015. Setelah itu, sempat tertidur lama. Untungnya, kekosongan itu tidak berlarut-larut, dan akhirnya Third Floor berhasil bangkit lagi dan menghasilkan karya rekaman. Usai lepas “Menghindar untuk Terpejam”, kini Third Floor

PAINFUL BY KISSES Lebarkan Konsep Post-Hardcore di Single “Kacau”

Setelah berjalan kurang lebih empat tahun tanpa ada rilisan karya terbaru, pada 2021 ini akhirnya Painful by Kisses memutuskan untuk bangkit. Dengan formasi baru yang sekaligus membawa semangat baru, unit keras asal Bali ini pun merilis sebuah single rekaman baru bertajuk “Kacau”.  Single tersebut memusatkan tema liriknya pada ungkapan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para personel

AMUKREDAM Rangkum Evolusi Emosional di “The Album”

Keseriusan dalam menajamkan eksistensi band post-hardcore asal Jakarta ini akhirnya kembali tereksekusi dengan baik. Sebuah album penuh perdana berhasil mereka wujudkan, bertajuk “The Album” dan sudah disahkan perilisannya pada 23 Mei 2021 lalu via Sailboat Records. Karya rekaman ini beramunisikan 10 lagu yang dikumpulkan sejak 2013 silam, lantas direkam dalam rentang waktu Agustus 2020 hingga

‘Pengkhianatan’ AVERMENTS dalam Balutan Post Hardcore/Melodic Hardcore

Satu lagi band yang mencoba bertahan dari kejemuan pandemi Covid-19, lalu menggelegak, memanas untuk segera melahirkan karya-karya musik berdistorsi panas sebagai pelampiasan kreativitas. Terbentuk pada Januari 2020 lalu, sindikat post-hardcore/melodic hardcore asal Kota Malang, Jawa Timur ini tercatat telah memulai gebrakannya lewat single sarat amarah, “Realize the Sin” pada Desember 2020 lalu. Dan tak butuh

‘Kesedihan’ LAST VOICE di Antara Raungan Distorsi Post-Hardcore

Masih berkutat pada lirik sedih, unit post-hardcore/emo asal Kota Udang, Sidoarjo, Jawa Timur ini kembali melanjutkan petualangan kreativitas musikalnya. Sebuah single baru bertajuk “Diantara Duka” telah mereka lontarkan ke berbagai kanal digital. Sebelumnya, Last Voice sudah pernah merilis dua single, yakni “Sad Song” dan “Tenggelam Terluka”. “Lagu ini bercerita tentang seorang remaja yang lebih banyak

Gebrakan Awal, SEVEN FEET TO VEGAS Cecar Konsep Emo-Core

Emo atau emotional hardcore yang merupakan salah satu turunan dari post-hardcore dengan ciri khas musik yang banyak memakai melodi gitar, teknik vokal scream serta buncahan lirik emosional yang meluap-luap menjadi pegangan utama band belia asal Bogor ini. Formula yang antara lain dipopularkan oleh band-band dunia seperti My Chemical Romance, From First to Last, Fall Out

Kolaborasi CHARIOT ON FIRE dan CELESTIAL HEVRTS Berlanjut, Hasilkan “Codename: Fire”

Tergiring keseruan kolaborasi memainkan lagu “Obey” milik Bring Me The Horizon yang ditayangkan di kanal YouTube sejak tiga bulan lalu, kini dua pelaku musik keras kekinian ini kembali menyatukan ide- kreativitasnya. Hasilnya, adalah sebuah single orisinil yang enerjik bertajuk “Codename: Fire”, yang telah diperdengarkan pada 12 Maret 2021 lalu. Ide awal melakukan kolaborasi itu sendiri

AMUKREDAM Gaungkan Sepasang Lagu di “The First Phase”

Usai mengenalkan eksistensinya lewat beberapa rilisan, yakni sebuah album mini (EP) pada 2012, lalu karya album berbagi (split) dengan Individual Distortion (2015) serta single “Everything Is Either Dystopic or Merely Just A Daydream” (2017), akhirnya unit post-hardcore asal Jakarta ini melanjutkan gebrakannya. Kali ini lewat peluncuran dua lagu bertajuk “Arrival” dan “Shots in The Dark”

Bulan Ini, SHVRON Tetaskan EP Emo/Post-Hardcore Bertajuk “Scars”

Shvron, akhirnya sebentar lagi bakal merilis karya rekaman kolektif perdananya, berupa album mini (EP) bertajuk “Scars”. Tepatnya pada 26 Februari 2021 mendatang. Sebelumnya, sudah ada single “Burn” yang diluncurkan pada pertengahan September tahun lalu, serta yang terbaru, “Hurricane” yang telah digelindingkan Shvron sebagai nomor ‘penggoda’. Khusus tentang “Hurricane” sendiri, menurut penyanyi wanita yang menganut paham

“Samenwerken”, Kolaborasi CLOSE ME CLOSET dengan Empat Vokalis Emo

Kehilangan ujung tombak di lini vokal bukan penghalang bagi unit screamo/post-hardcore asal Jakarta ini untuk terus menajamkan kreativitas bermusiknya. Buah dari tekad mereka untuk terus maju terlampiaskan di “Samenwerken”, sebuah album kolaborasi dimana Close Me Closet menggandeng empat frontman dari empat band pejuang emo berbeda untuk menyumbangkan vokalnya. Di karya rekaman tersebut, empat personel Close

“Secret Showcase” dan Post-Hardcore di Mata MIKA

Banyak cara untuk menjaga kewarasan selama menjalani masa pandemi yang sudah berlangsung hampir setahun. Seperti yang dilakukan unit post-hardcore asal Malang, Jawa Timur ini. Sambil memanaskan mesin kreativitasnya untuk merampungkan materi album yang rencananya bakal dirilis tahun ini, mereka pun melampiaskan sebuah konten berformat live session bertajuk “MIKA – Secret Showcase” yang bisa disaksikan via

Bereksplorasi dan Berdinamika, Target Baru DIVIDE

“Lagu ini bakal terdengar sangat berbeda apabila dibandingan dengan lagu-lagu kami sebelumnya, bukan hanya karena minimnya scream dan tempo yang relatif pelan, tapi karena di sini kami merasa berhasil mengawinkan dengan baik antara lirik dan juga musik, dimana semestinya pesan dari lagu lebih mudah tersampaikan.” Kalimat dari Divide di atas mengklarifikasi konsep musikal single baru

Sisi Emosional NAME OF HATE di Antara Post-Hardcore dan Metalcore

Tak ada kata mundur jika kreativitas menggelora sudah di ujung jari. Termasuk urusan finansial. Unit cadas asal Bali ini misalnya. Dengan bekal pas-pasan, mereka berhasil merampungkan album debutnya, “Remind” hanya dengan fasilitas rekam seadanya, plus pembiayaan yang diirit semaksimal mungkin.  “Pengerjaan album tersebut kami kerjaan di rumah dengan alat seadanya dan alat tersebut kami beli

“Determination” Menggiring FELAN Mendekati Metalcore

Setelah menggeliat di skena sejak Desember 2012 silam, akhirnya niat unit post hardcore asal Jakarta ini untuk melahirkan karya rekaman debutnya tercapai. Belum lama ini, sebuah album mini (EP) bertajuk “Determination” telah mereka luncurkan via berbagai platform jasa dengar lagu berformat digital (streaming) seperti Spotify, iTunes, Deezer, Soundcloud dan YouTube Music. “Determination” yang menuturkan lirik