VESTED: Di Antara Metal dan Hardcore

Mencoba menonjolkan karakter yang berbeda dan segar tanpa kehilangan agresivitasnya, Vested kembali menghujam lewat rilisan baru yang menajamkan konsep itu.
vested
VESTED

Vested semakin mempertajam formula musiknya, dalam mempertemukan elemen metal dan hardcore, yang ditunjukkan lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Suffering”.

Tapi seperti di karya-karya sebelumnya, yakni “Destroy Punish Resist” (28 September 2025) dan “Bungkam” (11 November 2025), unit keras asal Bali ini berakar kuat di perpaduan yang tidak murni.

Tetap berniat agresif, namun mencoba menonjolkan karakter yang berbeda dan segar. Secara musikal, “Suffering” merupakan eksplorasi Vested dalam mempertemukan elemen metal dan hardcore ke dalam satu komposisi yang memiliki nuansa yang anger dan disturbing.

“(Lagu) ‘Suffering’ membawa emosi tentang pengkhianatan, kebohongan dan luka yang ditinggalkan oleh orang lain. Kami mencoba menerjemahkan emosi tersebut ke dalam nuansa kemarahan yang terasa sepanjang lagu,” seru band ini, kepada MUSIKERAS.

“Bagi kami, agresivitas dalam musik bukan sekadar soal seberapa keras sebuah lagu dimainkan, tetapi bagaimana energi dan atmosfernya bisa memperkuat pesan yang ingin disampaikan.”

Disamping itu, mereka juga menyadari bahwa skena modern metalcore dan hardcore saat ini berkembang cukup pesat, dengan banyaknya band yang mengeksplorasi pendekatan musikal serupa.

Namun, gitaris I Gede Wahyu Parama Sucipta (Wahyu) dan Kadek Bayu An Dibrata (Bayu), vokalis I Gusti Ngurang Merta Wiguna (Merta) serta bassis I Putu Gede Prasetya Adi Putra (Tude) – yang sedang vakum saat penggarapan “Suffering” – tidak ingin mengklaim bahwa formula yang mereka gunakan sepenuhnya baru atau belum pernah dilakukan band lain.

“Justru, tantangannya adalah bagaimana kami mengolah berbagai pengaruh tersebut menjadi sesuatu yang terasa personal dan merepresentasikan Vested.”

“Untuk saat ini, kami masih terus mencari dan mempertajam karakter tersebut. Kami ingin Vested dikenal melalui kombinasi sound dengan atmosfer yang disturbing, dan pendekatan emosional yang kuat, tanpa harus membatasi diri pada satu formula tertentu.”

Bagi Vested, “Suffering” merupakan salah satu gambaran dari arah yang sedang mereka bangun, sekaligus menjadi titik awal untuk eksplorasi yang lebih jauh ke depannya.

Dalam peracikan komposisi serta aransemennya, secara garis besar Vested mengombinasikan dua pengaruh. Satu dari skena metal lokal, yakni Strangers dan Knocked Loose dari perwakilan mancanegara.

“Dua referensi yang sangat berpengaruh dalam terbentuknya Vested. Keduanya memiliki pendekatan musikal dan energi yang menjadi salah satu fondasi awal bagi kami dalam menentukan arah musik band ini,” cetus mereka meyakinkan.

Selain itu, band yang telah menggeliat sejak Juni 2025 ini juga banyak mendengarkan band-band modern metalcore dan hardcore lainnya seperti Alpha Wolf, Dealer, Varials dan masih banyak lagi.

“Dari berbagai referensi tersebut, kami mengeksplorasi pendekatan riff, karakter tone gitar, dinamika, serta bagaimana membangun ketegangan dan intensitas dalam sebuah lagu.”

Tapi tentu saja, berbagai referensi tidak dijadikan patokan (blueprint) yang harus diikuti sepenuhnya. Vested hanya mengambil inspirasi dari elemen-elemen yang disukai para personelnya, lalu mengolahnya melalui proses diskusi dan eksperimen di dalam band.

“Pada akhirnya, kami ingin referensi tersebut menjadi fondasi untuk berkembang, bukan batasan yang membuat musik Vested berhenti pada satu gaya tertentu.”

vested

Titik Penting

Momentum penggodokan “Suffering” diawali demo yang dibuat oleh Wahyu di gitar, kemudian dikembangkan bersama Bayu melalui proses bertukar pikiran dan gagasan.

Mulai dari pengembangan riff, struktur lagu, hingga pencarian tone yang sesuai dengan karakter musik yang ingin mereka bangun. Proses tersebut berlangsung selama sekitar lima bulan sejak rilisan terakhir Vested.

Waktu tersebut bukan semata-mata digunakan untuk menyelesaikan lagu, tetapi juga menjadi bagian dari proses eksplorasi mereka sebagai band yang masih relatif baru.

“Kami merasa perlu mengenal lebih jauh karakter musikal Vested, baik dari segi komposisi, sound maupun bagaimana setiap elemen bisa saling melengkapi.”

Bagi Vested, “Suffering” menjadi salah satu titik penting dalam proses tersebut. Mereka tidak ingin terburu-buru merilis materi hanya untuk menjaga produktivitas.

“Kami ingin memastikan bahwa apa yang kami keluarkan memang merepresentasikan arah musik yang sedang kami tuju.”

“Proses ini sekaligus menjadi bentuk pendewasaan kami dalam berkarya, karena semakin kami mengeksplorasi, semakin kami memahami apa yang ingin kami hadirkan melalui Vested.”

Saat ini, usai memperdengarkan “Suffering”, Vested berikutnya mulai mengarahkan konsentrasi menyelesaikan album mini (EP) perdananya.

Sejauh ini, mereka masih memberikan ruang untuk eksplorasi dalam proses penulisan dan aransemen. Mereka ingin memastikan setiap lagu memiliki identitasnya sendiri dan tetap berada dalam satu arah musikal yang dibangun.

“Saat ini, kami memilih fokus menyelesaikan materi terlebih dahulu agar EP perdana ini bisa merepresentasikan Vested dengan lebih utuh. Kami berharap EP tersebut dapat segera dirilis dan menjadi gambaran yang lebih jelas tentang arah musik yang ingin kami bawa ke depannya.”

Dengarkan “Suffering” serta lagu-lagu vested sebelumnya di berbagai gerai musik digital. Termasuk di kanal YouTube Music. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
dewa gitar
Read More

9 DEWA GITAR di Konser GUNS N’ ROSES Jakarta

Sembilan dewa gitar legendaris tanah air dipilih sebagai amunisi pembuka konser Guns N’ Roses yang bakal berlangsung di Senayan, 21 November 2026 mendatang.
hyper
Read More

HYPER: Keserakahan, Dosa dan Pertobatan

Perpaduan riff yang agresif, groove yang menghantam serta energi khas metalcore 2000-an menjadi bagian penting geberan Hyper di album mini (EP) terbaru.