Browsing Tag
band bali
100 posts
SCYLLA: Antara Polyrhythm Djent dan Metalcore
Panaskan jalan menuju perilisan albumnya, Scylla perdengarkan rilisan tunggal terbarunya yang lebih modern, namun tetap punya identitas mereka yang kuat.
NOXL: “Arus Opini” dalam Arus Punk
Usai penantian lima tahun, NOXL akhirnya menuntaskan penggarapan albumnya, bersuara jujur dan menyatakan perlawanan lewat mesin punk rock.
DEVOTIONS: ‘Distopia’ dalam Kebrutalan Death Metal
Usai memperkenalkan kobaran musiknya lewat tiga lagu rilisan tunggal, kini Devotions patenkan kebrutalan agresinya di album debut, “Distopia”.
RIOTNINETYNINE: Pernyataan Sikap yang Brutal
Di demo “Greed Is Death”, Riotninetynine gambarkan manusia yang serakah akan segalanya, lewat gempuran hardcore yang agresif dan mencekam.
RAIN FOR SUMMER: ‘Throwback’ Post-Hardcore/Emo
Terdorong tekad untuk melangkah lebih jauh dengan menciptakan karya sendiri, Rain For Summer akhirnya meluncurkan album mini (EP) debutnya.
LUDICIA: Turunkan Ego Personal di “Exhausted”
Lagu terbaru Ludicia, “Exhausted” menjadi titik penentu dari perjalanan baru unit cadas asal Denpasar, Bali ini, yang sebelumnya dikenal agresif.
CHESTIER BELT: “Kami Tidak Terikat dengan Konsep”
Bukan sekadar berondongan hardcore, tetapi album terbaru Chestier Belt adalah perjalanan dari luka, kebencian, perlawanan, hingga persatuan.
ENDGATE: Kombinasi Agresi Ekstrem dan Atmosfer Melankolis
Usai terbenam senyap selama dua tahun, Endgate akhirnya persembahkan sebuah album rekaman penuh bertajuk “Ballad of Broken Reality”.
INFERNAL LAMENTATIONS: “Quantum Immortality” dan Amunisi Tur Bali
Sambil lontarkan lagu terbarunya, bertajuk “Quantum Immortality”, trio kolaboratif Infernal Lamentations siapkan amunisi jelang tur di Pulau Dewata.
ERUPSY: “Kami Ingin Buktikan Skena Metal di Bali Masih Aktif”
Erupsy kembali menggaungkan amunisi terbaru, bertajuk “Amarah” yang juga mereka sebut menjadi bukti bahwa mereka masih terus berkarya.
ELEEVEN TWENTYTWO: “Kami Terinspirasi ‘Metalcore Perjuangan’!”
Melanjutkan pencapaian positif di rilisan “Rise”, Eleeven Twentytwo kini memperluas jangkauan musiknya ke ranah metalcore awal yang lebih pekat.
THUGGERY: Eksplorasi Kegelapan dan Kehancuran
Tema mencekam itu dicurahkan Thuggery di album mini (EP) yang memuat enam komposisi death metal beringas, keras, namun punya jiwa.
AEONS OF RESURRECTIONS: “Kami Menawarkan Deathcore ‘Lawas’!”
Formula dan konsep musik dari Aeons Of Resurrections tersebut diaplikasikan lewat lagu debut yang menantang dalam pengeksekusiannya di rekaman.
COSMIC GENOCIDE: “‘Constant Catastrophe’ Representasikan Bencana.”
Usai melepas tiga komposisi lagu rilisan tunggal, Cosmic Genocide lalu menyatukannya dalam sebuah album mini (EP) bersama dua lagu baru.
Di Karya Barunya, VERMINS Hindari Hardcore/Metal Panutan
Lewat lagu “Mangled and Torn”, Vermins mencoba mandiri dalam pengolahan ide-ide musikalnya, sehingga membutuhkan waktu lama.