CYROCIST: Demo Abstrak nan Beringas

Sambil menyiapkan materi album perdananya, Cyrocist melepas tiga lagu dalam kemasan demo bertajuk “Dossier MMXXVI” yang abstrak, gelap dan beringas.
cyrocist
CYROCIST

Cyrocist melakukan pendekatan musik yang abstrak, cepat dan gelap di kemasan rilisan demonya, “Dossier MMXXVI” yang dirilis dan diedarkan via bendera BrutalMind Records.

Rilisan ini menjadi kelanjutan dari lagu rilisan tunggal “Rotten Unsolved Case” yang diperkenalkan unit brutal death metal asal Bekasi, Jawa Barat ini pada April 2026 lalu.

Sekaligus menjadi langkah berikutnya dalam mempersiapkan album perdana Cyrocist yang sudah berada dalam tahap penggodokan. Ditargetkan, album tersebut bakal dirilis tahun depan.

“Sejauh ini, progres penggarapan materi untuk album debut kami sedang berjalan sangat positif,” seru pihak band kepada MUSIKERAS meyakinkan.

“Kami terus fokus melakukan workshop secara organik di studio demi mematangkan setiap aransemen baru tiap minggunya.”

Mentah Organik

Tajuk “Dossier MMXXVI” ditetapkan vokalis Jati Hadasher, gitaris Raden Liga, bassis Adi Njup dan drumer Yogi Praja Bimantara sebagai representasi berkas perkara tahun ini.

Demo yang direkam di Benji Studio, Bekasi ini memuat dua komposisi baru dan satu komposisi yang direkam ulang dari satu rilisan promosi sebelumnya, yaitu “Rotten Unsolved Case”.

Keputusan untuk merekam ulang lagu tersebut tercetus lantaran para personel band ini merasa versi yang dirilis sebelumnya masih belum sepenuhnya mengeksekusi visi ekstrem yang mereka inginkan.

“Di versi terdahulu, ada beberapa detail sound, ketajaman riff dan intensitas blastbeat yang kami rasa kurang keluar dan kurang beringas,” cetus mereka beralasan.

“Dengan merekam ulang di dalam kemasan demo ini bersama dua trek baru lainnya, lagu ini mendapatkan suntikan energi baru yang jauh lebih gelap, padat, dan menyatu secara konseptual dengan keseluruhan berkas perkara ‘Dossier MMXXVI’.”

Ketiga lagu yang dipersembahkan Cyrocist ini sendiri dianggap sebagai materi perkenalan. Makanya buat mereka, kemasannya lebih nyaman disebut sebagai demo, bukan album mini (EP).

Karena pada dasarnya “Dossier MMXXVI” dirancang sebagai perkenalan awal sekaligus jembatan menuju album penuh perdana mereka nantinya.

“Pertimbangan utamanya adalah dari segi esensi materi; kami ingin menyajikan dokumentasi mentah yang organik.”

“Sebuah berkas perkara awal yang menunjukkan fondasi dasar dari karakter musik Cyrocist sebelum nantinya diproduksi secara masif dan lebih matang di dalam format album studio penuh.”

cyrocist

Unsolved Case

Demo ini, menjadi kesempatan bagi Cyrocist untuk memperkenalkan karakter musikal dan konseptual mereka secara lebih utuh sebelum melangkah menuju album penuh perdana.

Satu benang merah konseptual yang menyoroti kasus-kasus nyata di Indonesia yang hingga kini belum menemukan penyelesaian dan hanya menyisakan pertanyaan, ketidakpastian dan juga keluarga yang masih menantikan kepulangan orang-orang terkasih mereka.

Melalui “Dossier MMXXVI”, Cyrocist berupaya menyuarakan hal tersebut melalui formula brutal death metal yang abstrak, gelap dan penuh ketegangan, sekaligus menyimpan dimensi emosional yang mendalam.

Dalam proses kreatifnya, seluruh materi dikembangkan melalui proses jamming yang berlangsung secara natural. Setiap personel membawa gagasan dan pendekatannya masing-masing, kemudian merangkainya menjadi komposisi yang saling melengkapi.

Proses tersebut tidak selalu berjalan mulus. Tentu terdapat perbedaan-perbedaan pendapat. Misalnya antara Raden Liga dan Praja Yogi yang kerap mewarnai eksplorasi bagian gitar dan drum.

Sementara Jati Hadasher hadir dengan tawanya dan Adi Njup mengambil peran sebagai penyeimbang selama proses workshop di studio.

Benturan-benturan kreatif di antara personel itu, bisa diduga menghasilkan beberapa tantangan secara teknis untuk mengejar hasil yang diinginkan. Salah satunya muncul di lagu “Case I – Autopsy of Impunity”.

“Karena lagu ini dalam proses kreatifnya benar-benar membuat Praja Yogi dan Raden Liga harus memutar otak dan sempat bikin pusing,” cetus mereka terus-terang.

Tantangan utamanya, kata mereka, terletak pada struktur lagunya dimana setiap bagian selalu terjadi perubahan kord serta ketukan tempo di drum.

“Ditambah lagi, dengan temponya yang lumayan cepat, eksekusi lagu ini sangat menguras tenaga. Terutama bagi Praja Yogi di sektor drum untuk menjaga intensitas blastbeat agar tetap konstan dan presisi di sepanjang lagu.”

Distorsi Monoton

Di tengah padatnya skena death metal lokal, khususnya di kawasan Bekasi dan sekitarnya, Cyrocist memang harus meracik formula yang bisa membuat mereka lepas dari pakem generik.

Salah satunya dengan menerapkan pendekatan ramuan musik yang abstrak, cepat dan gelap, sambil tetap menjaga struktur aransemen yang catchy dan dimensi emosional yang mendalam.

Selain itu, Cyrocist berpendapat, mereka tidak sekadar menjual unjuk kebrutalan teknis atau kecepatan distorsi yang monoton di lagu-lagunya. Tapi juga merancang perbedaan besar di kekuatan konsep lirik.

Di balik distorsi, intensitas dan agresivitas musikalnya, terdapat tanda tanya besar yang tidak pernah kunjung berakhir.

Bagi mereka, kemarahan terhadap ketidakadilan hanyalah satu sisi dari cerita; sisi lainnya adalah penderitaan orang-orang yang ditinggalkan tanpa kepastian dan dipaksa hidup tanpa jawaban.

“Kami mengangkat tema berkas perkara dari kasus-kasus nyata yang tak terpecahkan di Indonesia.”

“Menyuarakan rasa frustrasi terhadap ketidakadilan sekaligus penderitaan psikologis dari keluarga korban yang ditinggalkan tanpa kepastian sampai saat ini yang kami tahu.”

Setelah perilisan demo ini, Cyrocist berencana membawa materi mereka ke sejumlah kota untuk bersilaturahmi, bertemu dengan kawan-kawan dari berbagai skena musik ekstrem, dan berbagi panggung.

Sejak 16 Oktober 2026 lalu, tiga komposisi yang menggelegak di kemasan “Dossier MMXXVI” sudah bisa didengarkan di berbagai gerai pemutar musik digital. Termasuk di laman Bandcamp serta kanal YouTube Music. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
vested
Read More

VESTED: Di Antara Metal dan Hardcore

Mencoba menonjolkan karakter yang berbeda dan segar tanpa kehilangan agresivitasnya, Vested kembali menghujam lewat rilisan baru yang menajamkan konsep itu.
dewa gitar
Read More

9 DEWA GITAR di Konser GUNS N’ ROSES Jakarta

Sembilan dewa gitar legendaris tanah air dipilih sebagai amunisi pembuka konser Guns N’ Roses yang bakal berlangsung di Senayan, 21 November 2026 mendatang.