Sebelas Tahun A REVENGE FROM INSIDE, Bangkitkan “Armageddon” Kembali

Sejak melahirkan album berjudul “Towards The End” yang dirilis via Rostels Records pada Oktober 2015 lalu plus sejumlah jadwal tur promo, unit metalcore/post-hardcore asal Tambun, Bekasi ini mendadak memutuskan untuk rehat. Tepatnya dimulai pada 2017 lalu lantaran beberapa faktor, termasuk adanya pergantian personel serta permasalahan internal. Namun untung tidak terus terlena dan bubar. Tahun ini,

DISSECTING FLESH Banting ‘Alien’ dengan Death Metal yang Brutal

Sambut unit slamming brutal death metal asal Bekasi ini, yang menyerbu dengan konsep yang terbilang sangat berbeda dibanding band-band sejenis. Dari muntahan lirik misalnya, lewat album mini (EP) bertajuk “The Impact of Cruelty from Extraterrestrial” yang baru mereka lontarkan pada 4 Oktober 2021 lalu, Dissecting Flesh mengumbar dampak kekejaman makhluk angkasa luar. “Kami mengambil tema

“Keluh Lelah”, Muntahkan Konsep Grunge Eksperimental GASTROOZ

Berusaha tetap produktif dalam masa pandemi Covid-19 ditempuh unit psychedelic grunge asal Bekasi ini dengan menggarap sebuah album mini (EP) bertajuk “Keluh Lelah” yang akhirnya berhasil dimuntahkan via sebuah label independen, Creatitude Records. Tidak berjalan mulus. Proses produksi EP tersebut terkendala berbagai hal, mulai dari kesulitan membagi waktu antar personel, situasi pandemi hingga ketiadaan dana

CHILDREN OF GAZA Soroti Krisis di Gaza Lewat EP “HARB”

Keprihatinan akan isu sosial dan kemanusiaan yang saat ini terjadi di Palestina mengusik unit metal Children of Gaza untuk kembali ‘menghunus pedang’ lewat karya rekaman terbarunya, sebuah album mini (EP) bertajuk “Harb”. Band bentukan 1 Januari 2010 tersebut ingin membangun rasa simpati dan empati para pendengarnya di “Harb”, untuk menyuarakan ketidakadilan yang menimpa masyarakat Palestina.

PRISMAL DAWN Menggasak Single Metal Bernuansa Swedia

Dimulai dari dua personel awalnya, yakni gitaris Dede Iskandar dan dramer Adi Sasono, cikal bakal single “CHAPTER II : The World Breeds Despair” lahir. Lagu yang telah ‘dicemarkan’ Prismal Dawn sejak 9 April 2021 lalu tersebut asalnya dari beberapa riff Dede, warisan stok lagu saat masih di band lamanya, Backseat yang sudah lama tidak aktif.

BAJINGAN TENGIK Membakar Semangat Punk yang Positif

Pandemi memang bajingan. Situasi yang bahkan membuat rombongan punk yang juga ‘bajingan’ ini sampai harus meneriakkan lirik yang khusus menyasar dampak dari terjangan Covid-19 tersebut. Lewat sebuah single baru bertajuk “Jadilah Juara”, unit punk asal Cikarang, Bekasi tersebut memotivasi diri dan masyarakat luas agar tidak kalah, selalu berjuang melawan dampak pandemi, sambil berharap masa gelap

Di Single Terbaru, ANARCUTE Tebar Konsep Punk-Emo?

Sama seperti single debutnya, “Dunia Belum Berakhir”, kali ini Anarcute kembali memberikan ruang seluas-luasnya bagi pendengarnya untuk berimajinasi dengan pikirannya sendiri, lewat single terbaru yang bertajuk “Nikmat Patah Hati”. Di lirik lagunya, trio pop punk ini hanya mengangkat kulit luar dari masalah yang terjadi. Dengan begitu pendengar bisa memberikan asumsi berbeda setelah mendengar lagunya. Bukan

HAWTHORN Kubur Radicalism, Lalu Menerjang dengan Konsep Baru

Usai menanggalkan nama sebelumnya, Radicalism, unit hardcore asasl Bekasi ini langsung menerjang lewat single debut bertajuk “Leave”. Sebuah ekspresi yang dilampiaskan saat berada dalam kekecewaan, namun di saat bersamaan masih tersimpan harapan, yang akhirnya membentuk dilema dan kegelisahan.  Dalam penggarapan “Leave”, Hawthorn – nama barunya – mencoba menggaet salah satu vokalis dari unit Hardcore asal

Terhadang Pandemi, HUMANIMAL dan OUTRAGE Cetuskan Proyek “Humanrage”

Berawal ketika Humanimal dan Outrage gagal melanjutkan tur “Dignotour 2020” bersama karena harus terhenti di tengah jalan akibat hempasan pandemi, maka tercetuslah gagasan untuk melanjutkan niat berkolaborasi tersebut. Solusinya adalah merilis sebuah album berbagi (split) bertajuk “Humanrage”. Karya produksi rekaman yang bakal diedarkan dalam format fisik oleh kerja sama beberapa label independen sekaligus, yakni Trueside,

Tragedi “Fallujah” dalam Konsep Rock Ketimuran SINNAR

Sebuah tragedi pertempuran yang terjadi di kota Fallujah, Irak pada Februari 2004 silam, atau yang lebih dikenal dengan First Battle of Fallujah, menjadi titik sentral tema lirik lagu terbaru Sinnar, sebuah unit psychedelic rock mencekam asal Bekasi.  Menurut band yang diperkuat formasi Rachmat Solichin (vokal/gitar), Dedy Januar (gitar), Edgar Hang (bass), Putra Yudha (dram) ini,

Dengan Darah Baru di Formasinya, BONJOUR Siap Rilis EP

Sambil menyiapkan sentuhan akhir terhadap album mini (EP) mereka yang bakal berjudul “The Good Old Days”, maka satu lagu dari kumpulan karya rekaman tersebut telah diluncurkan sebagai single pemanasan. Yang dipilih adalah “Angkat Suara” versi terbaru. Terbaru? Ya, karena lagu tersebut sebenarnya sudah pernah dirilis sebelumnya, tepatnya pada Januari 2018 lalu. Namun karena terjadi perubahan

RADICALISM Kembali Eksis Lewat Single Hardcore Melodik

Menyusul single debut bertajuk “Invisible”  yang dirilis tahun lalu, unit hardcore asal Bekasi ini kembali meluncurkan karya rekaman baru, sebuah single agresif berjudul “Lost”. Di liriknya kali ini, Radicalism mengumbar keresahan tentang pengalaman pribadi dari salah satu personelnya, yakni vokalis Ihdrus Setiawan, berupa keresahan serta luapan emosi karena kehilangan seseorang yang dicintai. Selain oleh Ihdrus,

LIARLIAR: “Kami Terinspirasi Semangat Kelompok Penerbang Roket.”

Lewat perilisan single perdananya, “Masa Muda Sia-Sia”, unit alternative rock asal Bekasi ini secara resmi meletakkan batu pertamanya menuju perilisan album mini (EP) debutnya yang rencananya segera dirilis. Tentang lirik “Masa Muda Sia-Sia” sendiri bercerita tentang pemuda yang banyak menghabiskan masa mudanya hanya untuk kesenangan sesaat. Proses rekaman “Masa Muda Sia-Sia” dimulai Liarliar sejak awal

CHILDREN OF GAZA Menyalak Lagi, Letupkan Konsep Baru

Sebenarnya unit metal bernuansa Timur Tengah ini telah menggeliat sejak 2010 silam dan terbilang cukup aktif. Tapi setelah sekitar tujuh tahun bergerilya di skena underground, kesibukan para personelnya memaksa laju band asal Bekasi tersebut terhenti sejenak. Formasi Children of Gaza lalu hanya menyisakan sang vokalis, Husein Al Atas karena personel lainnya memilih mengundurkan diri.   

OUTCAST Bangkitkan Kenangan Hardcore Lewat “One Family”

Pada 8 Maret 2007 silam, unit oldschool hardcore yang terbentuk di Kota Bekasi, Jawa Barat pada 1999 silam ini merilis sebuah album debut bertajuk “One Family”. Bisa dibilang, karya rekaman tersebut diproduksi seadanya, sebagian dalam format kaset serta CD-R yang diduplikasi secara mandiri menggunakan mesin pengganda CD rumahan. Namun karena tak terurus dengan semestinya, album

Siapkan Album Baru, VISCRAL Makin Mencekam dan Brutal

Unit death metal asal Bekasi ini akhirnya menyalak lagi. Lima tahun jeda pasca perilisan album “Egocentric Underneath of Horror” benar-benar telah menyuntikkan kobaran energi yang lebih berbahaya di tubuh band ini. Lewat single terbarunya, “Impulses To Kill” yang telah diperdengarkan via kanal YouTube dan akun Bandcamp resmi Blackandje Records sejak Jumat, 12 Juni 2020 lalu,

Rilis Dua Single Cadas, KUDETA Buktikan Bukan ‘Kaleng-kaleng’!

Oke, pertama-tama yang harus ditegaskan, MUSIKERAS bukan media gosip, apalagi gosip murahan. Walau band ini dibentuk oleh salah satu selebritis paling kontroversial di jagat dunia hiburan nasional, namun tentunya kami tidak akan menyentuh area itu. Lagi pula, vokalis Kudeta, Vicky Prasetyo ini rupanya punya talenta yang mengerikan di kancah permetalan. Bukan ‘kaleng-kaleng’! Ya, sejak kemunculan

“Mari Berpesta!” Aplikasikan SPEEDFUZZ yang Easy Listening

Musik cadas tidak harus selalu disampaikan dengan muntahan lirik kemarahan, penghujatan kepada pemerintah atau keresahan pada prilaku lingkungan sosial. Seperti yang dilakukan Speedfuzz ini, lewat single debutnya yang bertajuk “Mari Berpesta!” (Masasiorangutan Records). Bagi mereka, lirik dituturkan secara gamblang saja, dengan pilihan diksi sehari-hari agar keresahan mereka mudah dicerna oleh para pendengar. “Konsep ‘Mari Berpesta!’