Browsing Category
Lokal
2205 posts
WAVE: Keresahan Hardcore untuk Skena Kalimantan
Menggeber suara metallic hardcore modern yang dipadukan dengan elemen beatdown yang agresif, WAVE muntahkan album mini (EP) debutnya.
PANDEMIC RAGE: Beri Wanita Ruang di Ranah Hardcore
Bangkit dari hibernasi, kini Pandemic Rage langsung melampiaskan dua karya lepas terbaru, dan menggeser konsep musiknya ke arah hardcore.
BUILDERS MY SKIN: Kreativitas Modern Metal Bernuansa Dark
Dari format duo berkembang menjadi band seutuhnya, akhirnya disahkan Builders My Skin lewat karya rilisan tunggal terbarunya, “Bitter”.
BLISSTERING: “Single Kami Tajam, Sakit dan Menghantam!”
Usai debut panggung di Hellprint “Kecil Tapi Party”, kini Blisstering siap menggebrak skena metal dengan lagu yang sarat emosi dan intensitas.
STIGMATA: “Duo Ini untuk Tampung Kelebihan Skill Kami”
Berawal dari obrolan seputar musik dan beberapa cangkir arabica, proyek Stigmata tercetus, yang lantas berujung perilisan lagu tunggal debut.
HALFWAY TO THE GRAVE: “EP ‘Resurrection’ Simbol Kebangkitan Kami”
Setelah vakum selama delapan tahun untuk mencari jati diri, Halfway to the Grave akhirnya kembali berkoar lewat sebuah album mini (EP) terbaru.
BLEAGH: Hantaman Baru Usai Kubur Masochist
Unit crossover hardcore Bleagh merilis “Hantam”, lagu reissue untuk menyemangati orang-orang yang selalu dipandang sebelah mata.
EDGECRUSHER: “Kami Tak Peduli Klasifikasi Metal”
Kebisingan baru dan pemain lama merupakan dua komponen utama dalam pembentukan Edgecrusher, unit metal pendatang baru dari Jakarta.
SNIPERHEAD: “Thrash Metal yang Lantang dan Berani”
Sebagai pemanasan menuju perilisan album mini (EP), Sniperhead telah memuntahkan tiga lagu lepas yang kental akan gempuran thrash metal.
GEMURUH: “Kami Lebih Senang Disebut Heavy Metal”
Menyusul dua lagu rilisan tunggal yang telah diperdengarkan sebelumnya, Gemuruh akhirnya berhasil merampungkan album penuh debutnya.
MIKA RAFELLO: Mengagetkan Sofyan Hadi di “Sanctity Sacrifice”
Di lagu rilisan tunggal kelimanya ini, Mika Rafello kali ini membidik ranah death metal, dan menawarkan kolaborasi dengan Sofyan Hadi.
RHYTHM OF HELL: Berkaitan dengan Kematian yang Fana
Tema itu dirangkum di “Sakrilegium”, album mini (EP) debut Rhythm of Hell yang sarat amunisi death metal dengan pengaruh elemen metal lainnya.
GREIZE: “Metalhead Wajib Dengar Musik Kami!”
“Tirani Belati” resmi dihunus GREIZE, lagu debut yang disemburkan dengan nuansa chaotic yang sarat kemarahan serta intensitas metal yang tinggi.
AEONS OF RESURRECTIONS: “Kami Menawarkan Deathcore ‘Lawas’!”
Formula dan konsep musik dari Aeons Of Resurrections tersebut diaplikasikan lewat lagu debut yang menantang dalam pengeksekusiannya di rekaman.
CARVE THE WRATH: “Kami Tidak Menghibur, tapi Mengganggu!”
Membuka agresi debutnya menuju perilisan album mini (EP) tahun ini, Carve the Wrath memuntahkan “Sadder”, lagu pertama yang sarat kemarahan.