TREMORRAGE: Membuka Pintu Gerbang EP “Ascend”

Kali ini, Tremorrage sedikit bergerak ke wilayah metalcore Eropa dari era 2000-an serta terapan riff-riff American metal di karya rekaman terbarunya.
tremorrage
TREMORRAGE

Tremorrage kembali dengan amunisi baru. Unit metalcore dari ujung barat Indonesia, di Kota Banda Aceh yang telah aktif berkarya sejak 2018 silam ini meneruskan momentum kreativitasnya.

Mereka melepas lagu rilisan tunggal terbaru berjudul “Worn Thin”, setelah sebelumnya menghajar kuping para metalhead lewat kobaran distorsi album “Savior”, yang diluncurkan di laman Bandcamp pada 28 Januari 2025 lalu.

“Worn Thin” sendiri merupakan sebagai pintu gerbang Tremorrage menuju pelampiasan album mini (EP) yang bertajuk “Ascend”, yang direncanakan rilis pada September tahun ini juga.

Sejauh ini, empat lagu yang menjadi bahan bakar “Ascend” sudah rampung diproduksi, setelah digarap sejak Desember 2025 lalu.

“Dari empat lagu tersebut masing-masing akan dibarengi dengan visualnya juga, dan akan dirilis secara bertahap,” beber Tremorrage kepada MUSIKERAS.

Metafora Fisik

Secara harfiah, “Worn Thin” sendiri merupakan sebuah ungkapan, yaitu menangkap fase sunyi dengan mental yang sangat lelah setelah sebuah tragedi kehilangan.

Alih-alih berfokus pada momen tragedi kehilangan tersebut, lagu ini justru menggali apa yang terjadi setelah itu. Kehidupan yang berada di antara sisa-sisa di dalam diam, dimana ketahanan perasaan mulai goyah dan diuji, hingga menyisakan keadaan yang rapuh.

Namun kesadaran perlahan bahwa hidup harus terus berjalan, meskipun ada sesuatu yang hilang dan tak tergantikan. Tidak ada emosi yang berlebihan, tidak ada penyelesaian yang dramatis.

Yang ada hanyalah keberlanjutan yang sunyi, dan keharusan untuk melanjutkan cerita berikutnya, meskipun ada bagian yang tidak kembali utuh.

Vokalis Ferry Andria, gitaris sekaligus vokalis latar Said Muhammad Ikhsan dan Teuku Aulia Rahman serta bassis Jafri Hasman (plus bantuan Alif Maulana dari Cloath di isian dram) menggunakan pendekatan lirik secara metafora fisik, retakan, tekanan dan pengikisan untuk mencerminkan beban emosional.

Pendekatan tersebut tidak menceritakan secara langsung, melainkan membuka ruang bagi pendengar untuk merasakan pengalaman tersebut.

tremorrage

Benang Merah

Sementara dari segi musikal, “Worn Thin” yang sudah mulai dikerjakan sejak Januari 2026, lalu direkam di VOX Music Studio pada akhir Maret 2026 dan dirampungkan pada awal Mei 2026, agak berbeda dibanding karya-karya Tremorrage dari album sebelumnya.

Kali ini Tremorrage sedikit bergerak ke wilayah metalcore Eropa dari era 2000-an serta terapan riff-riff American metal. Lalu dipadukan dengan racikan bunyi yang modern, yang menjadikan lagu tersebut lebih emosional dan megah.

Namun secara keseluruhan, ciri khas Tremorrage tetap terjaga, dimana mereka masih mempertahankan gaya vokal metal gaya lama. Plus tempo atau ketukan-ketukan yang membuat kepala sepertinya susah untuk tidak bergerak headbang ketika didengarkan.

“Untuk singleWorn Thin’ ini, referensi musiknya lebih condong ke arah seperti (band) Gojira, Lamb of God dan As I Lay Dying,” seru band ini meyakinkan.

Namun untuk keseluruhan EP ‘Ascend’, Tremorrage mencoba meramu konsep oldschool metalcore, dan juga sedikit tambahan nuansa-nuansa nu metal di dalamnya, seperti Limp Bizkit dan Mudvayne.

Namun Tremorrage mengakui, walaupun telah berkiprah selama hampir satu dekade, mereka tetap merasa cukup sulit untuk menentukan benang merah dari materi-materi lagu yang mereka buat, agar tidak melenceng dari karakter Tremorrage.

“Karena jujur, sampai saat ini kami merasa membentuk karakter itu bukan hal yang mudah. Kami harus memikirkan setiap riff dan aroma dari setiap materi agar tidak melenceng dari (ciri) musiknya Tremorrage.”

“(Bahkan) Ada beberapa materi yang tidak kami lanjutkan, karena kami rasa aroma dan vibe-nya melenceng dari benang merah Tremorrage.”

Dengarkan “Worn Thin” di berbagai gerai musik digital, serta tonton video musiknya di tautan kanal YouTube ini. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
voice of baceprot
Read More

VOICE OF BACEPROT: Siap Gempur Copenhell 2026

Setelah serangkaian penampilan di berbagai festival dan panggung dunia, Voice of Baceprot kembali beraksi, bakal pentas di festival bergengsi Copenhell 2026.