PANIC DISORDER: Akhir Kegelapan di “The Wyrd Continuum”

Usai perdengarkan “Eternal Dread”, kini Panic Disorder merangkumnya dalam kemasan album mini (EP) “The Wyrd Continuum” yang lebih modern.
panic disorder
PANIC DISORDER

Panic Disorder lanjutkan perjalanan panjang selama satu dekade sejak perilisan album “Daimonion” pada awal Maret 2016 silam. Dalam rentang waktu tersebut, unit death metal asal Jakarta ini menghadapi berbagai dinamika.

Mulai dari kehilangan sosok vokalis yang menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka, pergantian personel hingga berbagai tantangan lain yang sempat menghambat proses kreatif dan keberlangsungan band.

Kisah gelap yang lahir dari pengalaman-pengalaman tersebut lalu dirangkum dan dimuntahkan ke dalam EP brutal bertajuk “The Wyrd Continuum”.

Setiap materi yang terdapat di dalam karya rekaman terbaru tersebut merepresentasikan berbagai emosi yang dialami oleh para personel band ini selama bertahun-tahun.

Menyatukan ekspresi kemarahan, kehilangan, kekecewaan hingga berbalik menjadi buncahan semangat untuk terus bertahan dan melangkah maju.

Proses produksi “The Wyrd Continuum” sendiri membuthkan waktu kurang lebih setahun. Dimulai dari penulisan materi, penyusunan aransemen, latihan intensif, proses rekaman hingga tahapan pengeditan, mixing dan mastering.

“Kami tidak ingin terburu-buru karena setiap lagu ingin kami bangun dengan karakter dan atmosfer yang kuat,” seru band ini kepada MUSIKERAS.

“Selama proses tersebut, beberapa materi juga mengalami revisi berkali-kali agar hasil akhirnya benar-benar merepresentasikan identitas Panic Disorder saat ini.”

panic disorder

Transisi, Presisi

Lebih dari sekadar rilisan baru, EP itu juga sekaligus menjadi titik balik sekaligus babak baru bagi Panic Disorder.

Dengan formasi terkini yang diperkuat oleh bassis Budy Gede Arya, dramer Qory Ariyanto, vokalis Nizar Bagas Rumekso serta gitaris Dion Eka Putra dan Muhammad Rizky, band ini menghadirkan komposisi musik yang beringas.

Lebih padat, gelap, agresif serta mengadopsi pendekatan death metal modern tanpa meninggalkan identitas musikal yang telah mereka bangun sejak awal.

Panic Disorder menyebut “The Wyrd Continuum”, secara musikal masih berakar kuat pada death metal, tetapi digabungkan dengan asupan elemen yang lebih modern.

“Kami memainkan riff yang lebih dinamis, groove yang lebih kuat serta struktur lagu yang lebih variatif tanpa meninggalkan agresivitas khas death metal.”

Jika dibandingkan dengan karya sebelumnya, kali ini mereka lebih fokus pada detail produksi dan kualitas penataan suara.

Menggunakan penalaan senar (tuning) yang lebih berat, tone gitar yang lebih padat, permainan dram yang lebih presisi serta mixing yang memberikan ruang bagi setiap instrumen agar terdengar jelas.

“Kami juga lebih memperhatikan dinamika lagu sehingga setiap bagian memiliki impact yang lebih kuat. Pendekatan inilah yang membuat EP ini terdengar lebih modern tanpa kehilangan identitas Panic Disorder.”

Tapi pengembangan dalam hal komposisi serta aransemen, diakui Panic Disorder juga menghadirkan sejumlah tantangan. Khususnya dalam hal teknis saat pengeksekusian rekamannya.

Misalnya di lagu “The New Arc Ascend” yang menerapkan struktur lagu paling kompleks. Pergantian tempo, variasi riff serta transisi antar bagian menuntut setiap personel bermain dengan tingkat presisi yang tinggi.

“Selain itu, kami juga ingin memastikan emosi dan atmosfer lagu tetap terasa meskipun secara teknis cukup rumit. Tantangan tersebut justru membuat lagu ini menjadi salah satu materi yang paling memuaskan saat akhirnya selesai direkam.”

Di antara lima lagu yang menyesaki “The Wyrd Continuum”, terselip pula lagu “Testamen”, yang lali ini dihadirkan dalam versi pelarasan ulang di kualitas audionya (remastered).

“Kami menjaga agar sound-nya tidak beda atau belang dibanding empat lagu lainnya, karena lagu ‘Testamen’ dikerjakan tahun 2024 (lalu),” cetus pihak band beralasan.

Melalui “The Wyrd Continuum”, Panic Disorder ingin menyampaikan bahwa setiap luka, kehilangan dan perjuangan yang mereka alami telah menjadi bagian dari proses pembentukan identitas baru band ini.

EP tersebut merupakan refleksi dari perjalanan panjang sekaligus pernyataan bahwa mereka masih berdiri, berkembang dan siap melangkah menuju era berikutnya.

“The Wyrd Continuum” yang diedarkan via AMPS Records sudah tersedia di berbagai gerai musik digital serta dalam format fisik kaset sejak 26 Juni 2026 lalu.

Jangan lupa, tonton pula video musik resmi lagu “Testamen” melalui kanal YouTube. (@mudya_mustamin/MK01)

Susunan lagu:

  1. Testamen
  2. Reforged
  3. Samsara
  4. Eternal Dread
  5. The New Arc Ascend
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts