KREMUSH: Lestarikan ‘Gergaji Mesin Swedia’

Death metal berciri suara ‘gergaji mesin Swedia’ kembali diraungkan Kremush lewat formasi baru, lagu baru, sekaligus pemanasan album baru.
kremush
KREMUSH

Kremush yang telah menggeliat di skena musik cadas ‘bawah tanah’ Tanah Air sejak 5 November 1994 silam menyebut karya rekaman terbarunya, berjudul “The Creation of the Universe and All the Living Things + Cosmic Lullaby” masih melestarikan kekejian death metal gaya lama.

Akan tetapi, peracikan dan penataan suaranya disesuaikan dengan kondisi sekarang.

“Referensi musik kami mengacu ke Swedish death metal sebagai tuntunan,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS meyakinkan.

“Tapi benang merahnya tetap mengacu ke old school death metal, dengan mengemas sound (efek) chainsaw Boss HM-2 secara lebih kekinian.”

Boss HM-2 Heavy Metal (1983–1991) adalah pedal distorsi ikonik yang terkenal karena menciptakan semburan suara ‘gergaji mesin Swedia’ yang unik, agresif dan kasar. Terutama ketika semua tombol (knob) diputar maksimal.

Namun jika dibandingkan dengan band-band dengan paham sejenis lainnya, Kremush yang kini dihuni formasi gitaris Heldevi Deristan dan Hartono (Bonjo), vokalis Steve serta dramer Randy Obien mengklaim, konsep mereka berbeda dalam tuturan tema lirik.

“Kami mengedepankan tema cosmic, alien, pemikiran masa depan dan science dari sudut pandang keyakinan kami,” ujar mereka menegaskan.

Proses rekaman materi “The Creation of the Universe and All the Living Things + Cosmic Lullaby” sendiri sebenarnya dilakukan dalam rentang era pandemi Covid 19.

Dimulai pada Februari 2022 hingga April 2022 untuk rekaman instrumen yang dieksekusi di Studio Venom, Jakarta selatan. Sementara untuk rekaman isian vokal, mixing dan mastering dilakukan di DSP Studio, kawasan Bintaro pada periode Agustus – September 2025.

kremush

Agenda Strategis

Sedikit menengok ke belakang. Sejak awal berdiri, Kremush dikenal sangat aktif dalam berbagai rilisan kompilasi underground. Antara lain terlibat di album kompilasi “Underground Revolution” – dirilis dalam format kaset pada 1997) serta menyumbangkan lagu “Infiltrasi Budaya” untuk album kompilasi “Dimensi Kematian”, rilisan Edelweiss Production pada tahun 2000 (CD dan kaset).

Juga menyematkan komposisi bertajuk “The Gate of Deepest Sorrow” di album kompilasi “Metal One Soul: From Metalhead for Metalhead” (CD – 2013). Terakhir, melepas lagu rilisan tunggal bertajuk “Semburat Hitam” pada 21 Juni 2022 lalu dan “ET Feline” pada 11 September 2025.

Sebenarnya, perjalanan karir mereka awalnya tidak mudah. Tetapi band ini telah berhasil menghasilkan sejumlah karya yang memperlihatkan perkembangan musikalitas dari Kremush.

Kini, memasuki fase baru dalam perjalanannya, Kremush menginjeksi kekuatannya dengan menghadirkan dua personel baru, yakni Steve dan Bonjo untuk memperkuat formasi.

Steve, vokalis otodidak yang sebelumnya sempat bergabung dalam beberapa band lain, memutuskan berlabuh di Kremush setelah melalui proses kolaborasi sebagai vokalis additional di perjalanan Moonstruck Tour 2023.

Sementara Bonjo yang telah mengenal gitar sejak masa SMP,  sebelumnya dikenal aktif sebagai gitaris di band Mouthless. Ia lantas dipilih untuk bergabung lantaran dinilai memiliki visi musikal yang sejalan dengan arah perkembangan Kremush.

Pembaruan formasi ini juga merupakan langkah strategis untuk mematangkan konsep musik serta kesiapan Kremush menghadapi agenda-agenda baru di tahun-tahun mendatang.

Salah satunya menyiapkan perilisan album mini (EP) atau album penuh tahun ini. “Kami masih menjalani workshop di sela mematangkan materi. Progresnya sudah masuk pre-demo sebelum masuk studio rekaman.”

Sejak 6 Februari 2026 lalu, “The Creation of the Universe and All the Living Things + Cosmic Lullaby” sudah bisa digeber via berbagai gerai penyedia layanan musik digital. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
itami
Read More

ITAMI: Metal Modern yang Lebih Luas

Lewat sepasang rilisan tunggal bertajuk “Oblivion” dan “Remembrance”, ITAMI memadukan keganasan metalcore dengan agresi presisi dari pengaruh djent.
repture
Read More

REPTURE: Epos Metal yang Brutal dan Kolosal

Terinspirasi konflik historis dan narasi panjang, Repture lepas karya baru, sambil pertahankan fondasi metal ekstrem yang brutal dan tanpa kompromi.