Deliverance bercerita tentang keangkuhan dan kesombongan manusia di karya rilisan tunggal terbarunya, yang bertajuk “Rotten To The Core”.
Mereka menggaungkan pesan yang berbunyi; ‘your names errased from the pages of thought…’, penggalan lirik yang menyiratkan bahwa waktu akan menghapus segalanya, dan kita semua akan membusuk dengan cara yang sama, menjadi bisikan sesaat yang kemudian hilang selamanya.
“Rotten To The Core” sendiri merupakan satu dari 11 amunisi yang telah disiapkan Deliverance untuk materi album debut yang ditargetkan bisa rilis pada pertengahan tahun ini.
Saat menjalani proses workshop untuk penggarapan album, urai pihak band kepada MUSIKERAS, “Rotten To The Core” adalah karya paling pertama yang mereka kerjakan.
“Kira-kira satu tahun lebih disimpan sebagai draft album bersama 10 lagu lain yang disiapkan untuk album mendatang, lalu kemudian dipilih sebagai single menjelang rilisnya album.”
Untuk produksi dan perilisan keseluruhan, Deliverance yang diperkuat formasi vokalis Indra Setiawan, gitaris Aria S Pratama (Arya), dramer Kiki Muhamad dan gitaris Devara M Azhar bekerja sama dengan REVERGE 40124 sebagai rumah produksi.
Direkam di REBUILT 40124 Studio, dan mempercayakan Oktav Mutter untuk mengeksekusi pemolesan mixing dan mastering.
Ini adalah langkah awal dan penting bagi Deliverance menemukan ‘kolam’ untuk menyelam lebih dalam dan menjalin koneksi lebih luas untuk berbagai pergerakan.
Produksi, Promosi
Metallic hardcore menjadi benang merah penggodokan musik di “Rotten To The Core”, serta di lagu-lagu lain yang bakal menghuni album. Menurut para personel Deliverance, formula itu merupakan serapan dari berbagai sumber musik yang menjadi inspirasi mereka.
Referensi yang terbentuk secara organik dari telinga yang terbiasa mendengar band-band ‘marah-marah’ yang mereka sukai. Di antaranya seperti Knocked Loose, Vein.fm, End, Kublai Khan TX hingga Dealer.
“Tetapi kami selalu tetapkan garis besarnya, yang kemudian menjadi ciri khas sound yang kami yakini. Dan penerapannya untuk single ini ada pada kesinambungan dengan maksud lirik yang berisi keresahan pada sifat alami manusia yang sombong, dan kami tuang sepenuhnya dari dasar hati yang marah sedari jauh jauh hari.”
Jika membandingkannya dengan “To All The Pain That Hides In Truth”, maxi-single bermuatan tiga lagu yang mereka perdengarkan kanal Bandcamp pada 1 November 2024 lalu, ada beberapa pengembangan yang terbilang signifikan.
“Perbedaan mungkin pada segi kualitas, tuning nada yang berbeda, produksi yang lebih dipersiapkan, dan branding promosi yang lebih dipikirkan, dan melibatkan banyak pihak yang mengerjakannya.”

Deliverance adalah unit cadas asal Bandung, Jawa Barat yang terbentuk pada April 2023 lalu. Para personelnya tumbuh di jejaring kolektif skena lokal dan tak hanya bergerak di satu band.
Masing-masing menjalani proyek band lain yang masih bersinggungan di lingkaran pertemanan yang sama. Kondisi ini memudahkan nama Deliverance cepat muncul ke permukaan.
Sebelum melepas “Rotten To The Core”, Deliverance mengawali invasinya lewat rilisan maxi-single “To All The Pain That Hides In Truth” yang memuat lagu “Deeper”, “Trapped” dan “The Bloods Find Colour”.
Sambil menanti materi album yang saat ini, persiapannya sudah mencapai 90%, dengarkan “Rotten To The Core” di berbagai gerai penyedia layanan musik digital. Tonton pula video musiknya di tautan kanal YouTube ini. (mdy/MK01)