MOLT: Spektrum Emosi di Maxi-Single

Penanda awal dari perjalanan Molt, alternative rock asal Klaten, Jawa Tengah ini ditegaskan lewat peluncuran dua lagu perpaduan ledakan emosi dan asa baru.
molt
MOLT

MOLT yang baru terbentuk tahun ini telah meresmikan kehadirannya di skena rock tanah air lewat peluncuran dua karya terbaru mereka yang bertajuk “Supernova” dan “Cahaya”.

Dua rilisan tunggal yang saling melengkapi, menghadirkan dua spektrum emosi yang berlawanan namun berada dalam satu benang merah.

“Supernova” menyodorkan ritme bertenaga dengan distorsi tajam yang menggambarkan puncak kejenuhan dan ledakan emosi seseorang saat menghadapi titik balik dalam hidup.

Sementara di “Cahaya”, Molt menghadirkan aransemen yang lebih dinamis sebagai manifestasi dari harapan, ketenangan serta proses pemulihan setelah melewati masa-masa sulit.

“Kami ingin menyampaikan bahwa sebelum seseorang menemukan kedamaian, sering kali mereka harus melewati ledakan emosi besar terlebih dahulu,” ujar vokalisnya, Yosef Bergas (Silir) menjelaskan.

“(Lagu) ‘Supernova’ adalah momen ledakan itu, sedangkan ‘Cahaya’ adalah proses melangkah menuju tempat yang lebih terang.”

Proses penggarapan kedua lagu itu sendiri dijalani para personel Molt, yakni Silir, gitaris dan vokalis Valentino Christian (Valen), bassis Paulus Neo serta drumer Bonifasius Bagas selama kurang lebih enam bulan.

Mereka mengawalinya dengan workshop yang dilakukan setiap hari Senin, lalu merekam materinya di studio Lantai Merah. Sisi produksi dipandu oleh bassis Paulus Neo Prasetyo selaku produser. Sementara tahapan mixing dan mastering dipercayakan kepada Yabes Yuniawan.

“Namun untuk kedua lagu tersebut kebetulan dari Valen yang sudah memiliki lirik dan akhirnya menjadi sebuah pemantik, akhirnya dibedah bersama dengan seluruh personel,” beber Bonifasius Bagas kepada MUSIKERAS.

molt

Tubuh, Energi

“Kami mungkin agak susah menjelaskan rock yang kami mainkan sebagai sesuatu yang punya batas cukup jelas,” seru Paulus Neo tentang konsep musiknya.

Menurutnya, “Supernova” dan “Cahaya” memang tumbuh dari tubuh rock—gitar, bass, drum, distorsi dan energi sebuah band—tetapi setelah itu dibiarkan lagu-lagunya mencari bentuknya sendiri.

“Kami suka ketika sebuah lagu tidak langsung memberikan semuanya. Ada bagian yang ditahan, diulang, dibuat semakin penuh, lalu tiba-tiba dibuka lagi.”

“Ada yang keras, ada yang justru dibiarkan kosong. Buat kami, ketegangan seperti itu sama pentingnya dengan suara yang besar.”

“Supernova” mungkin lebih terasa seperti sesuatu yang sedang terbakar dari dalam, sementara “Cahaya” lebih seperti sesuatu yang bergerak mencari jalan keluar. Keduanya punya energi yang berbeda, tetapi berasal dari tempat yang sama.

“Kami tidak terlalu tertarik membuat lagu yang terdengar ‘alternative rock’ dalam pengertian harus mengikuti ciri-ciri tertentu. Kalau sebuah bagian membutuhkan noise, kami kasih noise.”

“Kalau membutuhkan ruang, kami tinggalkan ruang. Kalau ternyata membutuhkan sesuatu yang sederhana, ya kami biarkan sederhana. Tidak semua harus diberi distorsi hanya supaya kelihatan sedang bermain rock.”

Bagi Paulus, mungkin sisi itu yang membuat Molt berbeda. Mereka tidak sedang berusaha keluar dari kotak alternative rock. Hanya, mereka tidak terlalu peduli kalau kotaknya ternyata tidak ada.

“Kalau harus diringkas, ‘Supernova’ dan ‘Cahaya’ adalah usaha kami untuk membuat rock yang tetap punya tubuh dan energi, tetapi tidak kehilangan ruang untuk bernapas.”

Dalam pengerjaannya, referensi musik menyusup dengan sendirinya tanpa mereka sadari. Semuanya dibiarkan mengalir dengan menyatukan referensi-referensi musik yang mereka dengarkan masing-masing.

“Jadi bisa dibilang dua lagu ini adalah penggabungan dari musik-musik yang kami dengarkan sehari-hari tanpa kita sadari.”

Namun demikian, saat workshop Valen mengakui lumayan sering mendengarkan Fontaines D.C., band rock asal Dublin, Irlandia. Terutama album mereka yang berjudul “Skinty Fia” (April 2022).

“Jadi kayaknya itu cukup memengaruhi kami saat menggarap single ini,” urai Valen terus-terang.

Usai gebrakan perkenalan ini, para personel Molt ingin menyiapkan beberapa karya lagi untuk memberikan tawaran lain bagi para pendengar mereka.

Harapannya, dalam waktu dekat bisa meluncurkan karya pendamping tersebut, sebagai pemberi perspektif lain dalam melihat karya mereka.

“Supernova” dan “Cahaya” sudah bisa dinikmati di berbagai gerai penyedia layanan musik digital sejak 31 Agustus 2026 lalu. (@mudya_mustamin/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts