BLACK HORSES dan CLOATH, Darah Segar AMI Awards 2026

Gemuruh distorsi turut menggetarkan puncak gelaran AMI Awards 2026, dengan hadirnya deretan band baru potensial yang mengisi daftar nominasi dan pemenangnya.
black horses
BLACK HORSES di Panggung AMI Awards 2026 (Foto Dok. AMI Awards)

Black Horses dan Cloath adalah dua nama segar yang turut meriuhkan gelaran puncak pentas resmi AMI Awards ke-29 yang berlangsung Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (4/11/2026) lalu.  Mereka mewakili kubangan rock dan metal dan berhasil menyingkirkan pesaing masing-masing.

Lewat album penuh ketiganya, “Jahanam” yang diedarkan via FireFly Records pada 14 Mei 2026 lalu, unit rock asal Jakarta ini berhasil merebut trofi AMI Awards untuk kategori Album Rock Terbaik.

Mereka berhasil menyingkirkan karya album self titled milik ABG (Akbar Bagus Giox), “Bisa Meledak” (Sukses Lancar Rejeki), “Salute From Pee Wee Gaskins” (Pee Wee Gaskins) dan “Spiritual” (510).

Sementara Cloath, unit metal asal Aceh, ujung Sumatera ini melahap penghargaan kategori Album Metal Terbaik lewat album mini (EP) “The Fallen God” yang dirilis pada 7 Januari 2026 lalu.

Pesaingnya tidak main-main. Monster black metal Pure Wrath yang mengandalkan album “Bleak Days Ahead”, lalu ada pula Forgotten, veteran cadas asal Ujung Berung, Bandung lewat album “Silalatu” serta album “Dosa” (Karat) dan “Galat” (Vortex Of Hatred).

Di kategori rock lainnya, yakni Artis Solo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik, berhasil dimenangkan oleh kolaborasi For Revenge dan Stand Here Alone untuk lagu “UKYdS”.

Nama-nama yang tersingkir di kategori ini adalah 510 untuk lagu “Ritual”, Pee Wee Gaskins (“Bermimpi”), StereoWall (“Sisa Asa”) dan Sukses Lancar Rejeki (“Ke Pasar Bareng Emak”).

Sementara untuk kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Metal Terbaik, dimenangkan oleh Burgerkill lewat album “Kontinum”. Unit metal asal Bandung ini berhasil mengalahkan karya rekaman milik Bless The Knights, Grausig, Hellcrust dan Pure Wrath.

Isyana Sarasvati juga berhasil membawa pulang dua trofi, yakni untuk kategori Video Musik Terbaik (disutradarai oleh Shadtoto Prasetio) dan Karya Produksi Progresif Terbaik lewat lagu “Burn” yang menghadirkan Agt. Widi dari Infernal Lamentations.

black horses

Atmosfer Mencekam

“Jahanam” sendiri merupakan album pertama Black Horses yang keseluruhan lirik menggunakan bahasa Indonesia. Bukan hanya itu, album yang diproduseri oleh John Paul Patton (Coki) dari Kelompok Penerbang Roket dan Ali ini juga merambah area-area baru dalam konseptual musikalitas.

“Proses produksi materi-materi dalam album ini punya tantangannya sendiri. Syukurnya, gue udah kenal dengan semua personel Black Horses dengan baik. Sehingga, tantangannya lebih ke output yang sama-sama kita inginkan secara idealis, tapi harus juga relate dengan audiens,” urai Coki yang turut pula menulis beberapa lagu di album “Jahanam”.

Ada sembilan peluru panas yang mengasapi “Jahanam”, sarat kobaran classic rock yang terasa segar namun tetap ‘kotor’ dan eksplosif. Termasuk dua lagu yang sudah diperdengarkan di berbagai platform digital sebelumnya, yakni “Tirani Tua” dan “Distorsi Menggema”.

Secara musikal, “Jahanam” dirancang vokalis Dimas Oscario, gitaris Kevin Indriawan, bassis Lucky Azhary serta drumer Julian Aditya Karnajaya untuk mengedepankan semangat live band.

Juga kebebasan dalam memaknai perasaan yang sedang dialami pendengarnya saat menonton Black Horses manggung.

Cloath di lain sisi, melampiaskan EP “The Fallen God” dengan serbuan suara dan bunyi yang keras, cepat, agresif dengan pengaruh hardcore yang kental.

Band yang digerakkan vokalis Fatahillah Reza (Borjong), gitaris Wirya Nugraha (Ngeng) dan Dopan Rehayatsyah, bassis M. Khairul Azmi (Amy) serta drumer Alief Maulana (Bolip) ini memang dikenal melalui karakter musik yang gelap dan intens.

Mereka memadukan gitar bernada rendah yang bergemuruh, riff tajam, atmosfer mencekam, serta dentuman drum yang padat dan menghantam. Pendekatan ini membentuk identitas sonik Cloath yang agresif, bertenaga dan meninggalkan kesan kuat bagi pendengarnya.

Lebih jauh tentang proses kreatif EP “The Fallen God” yang diedarkan via Hammersonic Records bisa dibaca selengkapnya di tautan artikel ini.

Kategori Baru

Untuk penyelenggaraan ke-29 ini, AMI Awards yang diinisiasi oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI), plus dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini kembali dihadirkan sebagai perayaan atas perjalanan, keberagaman, dan perkembangan musik Indonesia.

Mengedepankan tema “Ruang Nada Nusantara”, AMI Awards 2026 membawa gagasan tentang Indonesia sebagai ruang yang tidak pernah kehabisan bunyi.

Mulai dari musik tradisi yang diwariskan lintas generasi, denting instrumen daerah, lantunan bahasa ibu, hingga karya-karya modern yang terus mencari bentuk baru. Seluruhnya tumbuh dari keberagaman yang menjadi kekuatan musik Indonesia.

Melalui tema “Ruang Nada Nusantara”, AMI Awards 2026 menjadi perayaan keberagaman suara Indonesia. Sebuah ruang bersama tempat masa lalu, masa kini, dan masa depan bertemu dalam harmoni.

Sebagai bentuk komitmen untuk terus mengikuti perkembangan musik Indonesia, AMI Awards 2026 menghadirkan 67 kategori penghargaan, berdasarkan hasil Sidang Kategorisasi AMI yang berlangsung pada 22 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Dari keseluruhan kategori tersebut, terdapat empat kategori baru yang untuk pertama kalinya dihadirkan dalam penyelenggaraan AMI Awards, yaitu Album Rap/HipHop Terbaik, Karya Produksi Musik Etno Terbaik, Karya Produksi HipDut Terbaik serta Karya Produksi Lagu Pesta Timur Terbaik.

Kehadiran kategori-kategori baru ini merupakan respons AMI terhadap dinamika dan perkembangan kreativitas musik Indonesia. Sekaligus, juga menegaskan bahwa musik Indonesia memiliki ruang yang luas bagi berbagai bentuk ekspresi, identitas, dan inovasi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, malam puncak AMI Awards ke-29 dibagi menjadi dua sesi penghargaan, yakni sesi siang dengan 34 kategori dan sesi malam dengan 33 kategori.

Selain penghargaan dalam 67 kategori tersebut, AMI Awards 2026 juga memberikan sejumlah penghargaan khusus sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian dan kontribusi insan musik.

Penghargaan khusus tersebut meliputi International Special Awards – Japanese Popular Music, yang merupakan hasil kerja sama dengan Music Awards Japan; tiga penghargaan Lifetime Achievement Awards; serta satu penghargaan Legenda Musik Indonesia.

Selain melalui saluran YouTube resmi AMI Awards, gelaran malam puncak AMI Awards 2026 juga ditayangkan lewat kanal YouTube Kementerian Kebudayaan dan Indonesiana TV, juga Garuda TV, TVRI serta MaxstreamTV. (*/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
repture
Read More

REPTURE: Satu Dekade Sang Penakluk

Perjalanan satu dekade dirangkum Repture dalam sebuah album yang membawa gagasan sejarah serta semangat dan pendekatan kreatif yang mandiri.
dwikarta
Read More

DWIKARTA: Ruwatan Megah di “Sudamala”

Dengan jubah baru bernama Dwikarta, unit heavy metal asal Yogyakarta ini akhirnya geber karya baru yang melebur distorsi dan kemegahan simfonik yang emosional.
end of summer
Read More

END OF SUMMER: Belum Berakhir

Agresivitas post-hardcore era awal 2000-an kembali dipanaskan End of Summer lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Kilas” yang juga dibaluri elemen post-rock.