Dengarkan “Yorkie”, Eksplorasi REDSIX di Ranah Emo/Modern Rock

Berselang lebih dari setahun sejak munculnya pandemi Covid-19, unit modern rock asal Jakarta ini akhirnya kembali berkarya, dengan merilis single terbaru bertajuk “Yorkie”. Dari sudut pandang musikal, Redsix kali ini meramu “Yorkie” dengan pendekatan sound yang lebih berat, yang bernuansa emo/modern rock.  Ide kreatifitas tersebut adalah hasil dari proses komunikasi antar personel yang terus terjalin

AIDOAUDIO Cetuskan “Samar” yang Lahir di Persimpangan

Formasi band asal Bandung ini datang dari latar belakang genre berbeda,  seolah merepresentasikan organ tubuh yang saling menopang satu sama lain. Keberagaman hasrat musik personelnya lantas dikonversi menjadi kelebihan, dengan harapan agar menjadi kaya akan warna, suasana, dan ritme yang berbeda. Seperti yang telah tertuang lewat single debut bertajuk “Samar”. Adalah Muhamad Farid Azhari –

Ini Detail “everything after”, Karya ELEVENTWELFTH yang Dirilis di Jepang

Unik juga. Sepanjang periode 2017 hingga 2020, unit alternative math rock asal Jakarta ini berhasil mempertahankan konsistensi merilis karya rekaman single setiap 11 Desember. Sesuai nama bandnya. “out of nowhere” menandai rilisan single pertama eleventwelfth, setelah melepas album mini (EP) debut pada 2017 via Six Thirty Recordings, dan mengeksekusi tur promonya di Jepang di tahun

Distorsi Kasar THE HUMAN RAS Menghajar Ketidakadilan

Dibalut dengan distorsi gitar yang kasar, unit alternative rock asal Cianjur, Jawa Barat ini melantangkan protes keras tentang keadilan yang belum dilakukan seadil-adilnya lewat karya single debut bertajuk “Topeng”. Bagi The Human RAS, lagu ini adalah sebuah ungkapan kegelisahan dan amarah dalam menyuarakan aspirasi untuk melawan ketidakadilan. Dengan panjang lebar, band yang terbentuk pada 28

FALLEN ROSE Luncurkan Lagu Galau Berbalut Distorsi Berat

Dengan vokalis barunya, unit alternative rock asal Surabaya, Jawa Timur ini merangsek lagi. Sebuah single bertajuk “Tak Lagi Ada” dipersembahkan sebagai bagian dari petualangan menuju perilisan album.  Lirik “Tak Lagi Ada” sendiri merupakan sebuah lagu curahan hati sang bassis Hayyan Sabith, yang lantas diekspresikan ke dalam format lirik oleh gitaris Muhammad Dirham Satia. “Menceritakan tentang

Kolaborasi CHARIOT ON FIRE dan CELESTIAL HEVRTS Berlanjut, Hasilkan “Codename: Fire”

Tergiring keseruan kolaborasi memainkan lagu “Obey” milik Bring Me The Horizon yang ditayangkan di kanal YouTube sejak tiga bulan lalu, kini dua pelaku musik keras kekinian ini kembali menyatukan ide- kreativitasnya. Hasilnya, adalah sebuah single orisinil yang enerjik bertajuk “Codename: Fire”, yang telah diperdengarkan pada 12 Maret 2021 lalu. Ide awal melakukan kolaborasi itu sendiri

MORNING SHINE Lestarikan Psychedelic Grunge Lewat “Hilang Ingatan”

Awal April lalu, trio psychedelic grunge asal Jakarta ini baru saja merilis single baru bertajuk “Hilang Ingatan”. Sebuah karya baru yang akhirnya dilahirkan Morning Shine setelah lebih dari enam tahun mengalami paceklik karya rekaman, sejak mereka melepas album berjudul “Dunia Imajinasi”. Album yang berisikan 11 trek, di antaranya “Tragedi”, “Udara Segar” dan “Erupsi” tersebut, tepatnya

TADRICK AND THE WATER Terapkan Dua Sisi Dekade Rock

Referensi dari kekentalan nafas rock era ’90an yang disaling-silangkan dengan alunan psychedelic rock ’70an menjadi kendaraan utama unit rock asal kawasan Pantura ini dalam berkarir di kancah industri rekaman. Usai menancapkan eksistensi awal lewat album mini (EP) bertajuk “Dreams are Not Fantasy” (2019) serta sebuah single berjudul “Inside of Me” (2020), kini Tadrick and The

YIAZMAT Serukan “Lawan” untuk Menjadi yang Tak Terkalahkan

Dengan lirik dan aransemen yang menyoroti kepentingan bermimpi dengan berani dan percaya diri, unit keras asal Bandung, Jawa Barat ini pun melontarkan single debut bertajuk “Lawan” pada 12 Februari 2021 lalu. Sebuah karya pertama yang diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh bagi awal perjalanan Yiazmat di dalam industri musik. Karya “Lawan” sendiri juga dibangun dengan dorongan

ORDINARY PERSON Serukan Semangat “Jangan Pernah Berhenti”

Dua tahun menjalani proses penggodokan karya-karya rekamannya, Ordinary Person akhirnya bisa merilisnya dalam format album mini (EP) pertama bertajuk “Jangan Pernah Berhenti”. Leburan alternative rock yang kental akan keenerjikan pop punk menjadi menu utama band asal Jakarta ini. Saat mendengarkan “Jangan Pernah Berhenti”, pendengar digiring ke ingatan akan keseharian dan perjuangan hidup, saat mereka berusaha

Lewat Bauran Punk/Grunge, RAMALAN CVACA Sentil Pengguna Narkoba

Didasari tujuan untuk bisa seru-seruan lagi dengan musik rock, kuartet keras yang dihuni mahasiswa dari kampus Institut Seni Jakarta ini pun terbentuk. Namun dalam meracik amunisi musiknya, Ramalan Cvaca tak ingin dibatasi. Mereka ingin selalu membawa rasa baru hasil perahan dari berbagai jenis musik. Seperti yang telah mereka lampiaskan di single bertajuk “Joni Kacrut”. Single

Muak Pandemi, SNAPBURN Serukan Tekad “Survive”

Berawal dari kondisi yang mengharuskan orang-orang untuk bertahan di situasi pandemi, dimana semua kegiatan harus terhenti dan berdiam di rumah, maka terciptalah single “Survive”, karya unit alternative rock/rap rock asal Kediri, Jawa Timur ini.  “Semua orang pasti sudah sangat muak dengan situasi pandemi yang tidak jelas bagaimana solusinya. Nah ‘Survive’ wajib untuk didengarkan karena lirik

Sambut BLOW UP, Kolaborasi Crossover yang Meledak-ledak

Berawal dari ide lagu yang sebenarnya disiapkan untuk PAS Band pada 2013 silam, namun akhirnya berakhir menjadi peluru bagi terbentuknya sebuah kolaborasi fresh bernama Blow Up. Formasinya menghadirkan empat musisi asal Bandung, dari band yang berperan penting pada genre-nya masing-masing. Kolaborasi tersebut diperkuat oleh gitaris Bambang ‘Bengbeng’ Sutejo (PAS Band), bassis Yuke Sampurna (Dewa 19),

OMBAK: “Terima Kasih Young Offender!”

Jika tak ada tawaran untuk terlibat di sebuah album kompilasi dari “Young Offender”, mungkin unit alternative rock asal Jakarta ini tak pernah menapakkan karirnya lagi di skena musik independen Tanah Air. Adalah Ondy Rusdy dari band Submission, yang juga pencetus komunitas punk dan alternatif pertama di Indonesia, Young Offender yang menghubungi personel Ombak untuk terlibat

SEIREN, Suguhan Modern Rock yang Terinspirasi Film

Lirik yang bisa dikatakan ‘pedih dan pilu’ dengan kemasan musik yang keras menjadi ciri khas sekaligus daya tarik band bentukan 2019 lalu ini. Kenapa memilih paham tersebut? Karena Seiren ingin menyatukan lima referensi dari lima kepala, yakni para personelnya. Tapi di sisi lain, “Kami juga tumbuh besar dengan genre seperti ini,” seru pihak band kepada

Ada Sentuhan Semi-Orkestra di Single Terbaru ALISIUM

Akhir 2020 lalu, Alisium telah meluncurkan single keduanya berjudul “Beranjak” yang sudah bisa disimak melalui berbagai platform digital seperti  Spotify, Apple Music, iTunes, Deezer, dan lain-lain. Sebelumnya, unit alternative rock bentukan awal 2018 lalu ini juga sudah menancapkan eksistensinya lewat single debut bertajuk “Stranger’s” yang dirilis pada pertengahan 2019 lalu. Para personel Alisium; Ariq Yuda

Tanpa Beban, COKELAT Makin Agresif di Ranah Rock

Sejak tak lagi dinaungi label rekaman arus utama dan memantapkan diri terjun ke ranah indie, Cokelat bertekad tak mau setengah-setengah bereksplorasi. Ditambah lagi, kini didukung barisan personel yang disebut-sebut banyak kalangan sebagai formasi yang terbaik. Rock yang lebih pekat, namun tetap dengan groove yang sing-along kini menjadi target utama. Seperti yang akhirnya tertuang di single

ALPHA MORTAL FOXTROT: “Musik Kami Bisa Membuat Produser Frustrasi.”

Rock dengan imbuhan berbagai dimensi nuansa yang melingkupi komposisinya kembali menjadi menu utama Alpha Mortal Foxtrot, yang dipersembahkan sebagai pemuas dahaga bagi rockhead yang mengharapkan suguhan karya rekaman yang tidak generik. Single terbaru mereka, “Would You Save Me?” menjadi penerus benang merah musikal yang telah dijalin unit rock asal Jakarta bentukan 2019 ini sebelumnya, lewat

ROCKGENIC Lanjutkan Semangat IDIOT BOX Lewat “Kembali Terang”

Rock kembali berusaha digairahkan kelompok musisi yang berbasis di Bandung ini. Tepatnya, ramuan Rockgenic terbentuk dari bauran classic rock dan alternative rock. Hasil finalnya bisa didengarkan di album “Kembali Terang” yang telah mereka rilis. “Dalam perjalanan musik, kami suka memainkan lagu-lagu classic rock dan alternative rock. Secara konsep, Rockgenic menggabungkan keduanya. Setiap personel diberi kebebasan

RUANG KENDALI Menghantui dengan Notasi Rock Repetitif

Berbahan bakar nuansa muram, dengan rayapan vokal dingin menusuk serta lirik yang merasuk ke dalam aransemen repetitif menghantui, “Reprise” menjadi perkenalan yang baik bagi unit rock pendatang baru dari Malang, Jawa Timur ini. Ruang Kendali menghidupkan nuansa alternative rock era ‘90an sampai awal 2000an dengan sentuhan notasi yang akrab dengan telinga pendengar muda. Benang merah

TIRANT: “Benang Merah Kami Adalah Rock yang Fresh!”

Unit rock asal Malang, Jawa Timur ini merilis karya rekaman album perdananya, “Anomali” di tengah pandemi, tepatnya pada 13 November 2020 lalu. Ya, kenapa tidak? Karena menurut Tirant, justru di masa inilah konsumsi orang-orang terhadap internet sangat meningkat. “Dalam masa pandemi memang semua serba berubah. Termasuk pola konsumsi musik. Masyarakat punya pola baru untuk merasa

THE SUN GOES DOWN: “Kami Berimprovisasi, Emo Bukan Sekadar Emosi.”

Unit alternative/emo rock asal Mojokerto, Jawa Timur ini tengah memanaskan persiapan perilisan album penuh debutnya. Tapi sebelum mendentangkan gongnya, mereka sekali lagi menguatkan sinyal ancang-ancang peluncurannya lewat single baru bertajuk “Querencia”. Sebelumnya, tiga single berjudul “Poison”, “Brighter Days” dan “Our Heart” juga telah diperdengarkan oleh The Sun Goes Down (TSGD) untuk menancapkan eksistensinya di skena