Station Blood menceritakan tentang kondisi pikiran manusia pada titik terburuknya lewat EP “Violent Delirium”.
Unit melodic hardcore/post hardcore/skramz asal Malang, Jawa Timur ini mengisahkan seseorang yang berada di titik terendah akibat kegagalan pribadi, patah hati, serta berbagai peristiwa emosional yang terjadi dalam hidup.
Melalui “Violent Delirium”, Station Blood yang mulai menggeliat pada 2022 lalu mengeksplorasi tema tentang luka emosional, kehilangan serta pergulatan batin yang lahir dari hubungan antarmanusia.
Setiap lagu menjadi bagian dari sebuah perjalanan emosional yang menggambarkan upaya bertahan di tengah kenangan, penyesalan, kehampaan dan proses menerima kenyataan.
Untuk menegaskan pesan di liriknya itu, desain artwork menggunakan foto bangunan tua yang diambil secara langsung di London, Inggris oleh rekan personel band. Foto itu lantas dipermak lagi oleh Oktavianus Surya Gumilang, vokalis Station Blood.
Melalui sampul EP ini, secara keseluruhan Station Blood ingin menggambarkan banyak perasaan saat seorang manusia berada di titik nadir namun tetap harus bertahan.
Melodic Hardcore
Sementara di racikan musiknya, Station Blood yang juga digerakkan gitaris Vinsensius Christo Pria Busa Wedhu (Christo), bassis Nicolas Patrick Yoga Pramarta (Nico) serta gitaris Otniel Cahya Pramana ini mempertegas identitas sebagai band yang memadukan agresivitas hardcore yang melodius dengan pendekatan emosional dan atmosferik.
Detailnya, “Violent Delirium” yang disesaki lima lagu dengan total durasi sekitar lima belas menit ini melebur unsur melodic hardcore dengan sentuhan post-rock, screamo serta post-hardcore.
Lalu, Station Blood juga menyuntikkan kombinasi vokal scream dan clean dengan sentuhan musik yang melodius serta atmosferik ke dalam lima lagunya.
“Referensi untuk membuat lagu ini cukup luas dan variatif,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS mengungkap proses kreatifnya.
Mereka mencoba menggabungkan banyak unsur genre ke dalam lagu-lagu di EP, namun tetap berusaha untuk tidak menghilangkan unsur melodic hardcore yang telah menjadi urat nadi band ini.
“Kami menambahkan sentuhan post-hardcore, screamo, post-rock, bahkan ada unsur shoegaze hingga musik pop di beberapa lagunya. Itu semua dilakukan untuk menciptakan suasana yang agresif dan atmosferik.”
Beberapa band mancanegara yang menjadi referensi Station Blood di antaranya menyerap sari musikal Counterparts, More Than Life, Pianos Become The Teeth, Mineral, Vacant Home, bahkan hingga band pop terkenal LANY.

Trying To Escape
Proses pembuatan “Violent Delirium” sendiri terbilang cukup lama. Station Blood butuh waktu hingga hampir empat tahun. Domisili personel yang kuliah dan bekerja terpencar ke beberapa kota menjadi alasan terkuat.
“Sehingga EP tersebut hanya dikerjakan pada saat seluruh personel sedang berada di Kota Malang,” cetus band yang merekam seluruh materi lagunya di Haum Studio, yang juga berada di Kota Malang.
Semua lagu yang ada di EP ini ditulis oleh Christo, sang gitaris. Ia menciptakan semua komposisi dan aransemen hingga lirik lagu yang kemudian disempurnakan oleh masukan-masukan dari personel lainnya.
Walau butuh cukup lama dalam masa penggarapannya, namun secara teknis mereka mengaku tidak terlalu menghadapi kendala. Kalau pun harus memilih, mereka menunjuk komposisi “Trying To Escape” dan “i’m between your breath, you’re between my breath” yang cukup menghadirkan kesulitan teknis.
“Trying To Escape” merupakan lagu paling lama pengerjaannya lantaran ada pergantian tempo di tengah lagu dan dinamika lead gitar yang berubah-ubah. Juga ada penambahan vokal clean perempuan di dalamnya.
Sementara di “i’m between your breath, you’re between my breath”, struktur lagu yang sangat dinamis dan tanpa repetisi menjadi alasan utama.
“Kami berusaha meracik dinamika lagu yang mencapai klimaks di bagian akhir dengan menambahkan vokal perempuan di dalamnya.”
“Lagu ‘By My Embrace’ juga terbilang cukup menantang karena di lagu tersebut terdapat banyak pecah suara oleh kedua gitar,” imbuh mereka lagi.
Station Blood merilis EP “Violent Delirium” pada 4 Oktober 2026 lalu melalui Atlas Records, yang sudah tersedia di berbagai gerai penyedia layanan musik digital. (@mudya_mustamin/MK01)
Susunan Lagu:
- By My Embrace
- Veins
- Trying To Escape
- i’m between your breath, you’re between my breath
- I Surrender
