Pejuang Stoner Rock BVAS Lampiaskan “Muara Murka”

Kelompok stoner rock asal Surabaya, BVAS, kembali mengaum. Tepat awal Juni 2017 lalu, desakan emosional Bayu (vokal), Ade (gitar), Prass (gitar), Heru (bass) dan Fadly (dram) akhirnya tersembur lewat sebuah single panas bertajuk “Muara Murka”. Lagu tersebut merupakan nomor pemanasan, sekaligus sebagai sinyal keras menuju perilisan album mini (EP) berjudul sama, yang rencananya bakal dirilis via Resting Hell, label ternama dari Kediri, pada 17 Juni 2017 mendatang.

Buncahan lirik di “Muara Murka” sendiri, menurut pihak BVAS, adalah menyoroti realita kehidupan yang ada sekarang, dimana semakin banyaknya orang mengobral gaya bicara yang berujung pada tingkat kepalsuan yang tertutupi oleh sajian intelektual.

Di album “Muara Murka”, BVAS akan melampiaskan tiga lagu baru, masing-masing bertitel “Retorika Dosa”, “Tikam Menikam” dan tentunya, “Muara Murka”. Tapi khusus “Tikam Menikam”, sebelumnya BVAS sudah sering menggebernya di tiap gigs ataupun video live session pada 2016 lalu.

“Materi aslinya sebenarnya sudah ada sekitar akhir tahun 2015,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS. “Tapi karena kesibukan masing-masing player maka kami baru bisa masuk sesi recording pada pertengahan tahun 2016 di Musicals Studio.”

BVAS kali ini mengarahkan konsep musiknya ke pola permainan yang cenderung lebih heavy dengan teriakan vokal serta lontaran sound atau riff-riff yang makin berbahaya dan beringas, dimana ‘nyawa’-nya banyak terserap dari band-band panutan mereka seperti Down, Motorhead hingga Crobot.

“Dan yang pasti, kami (selalu) punya konsep materi yang berbeda di setiap album kami. Termasuk pada album ‘Muara Murka’ ini, namun benang merah-nya masih tetap berkiblat ke musik Stoner Rock,” urai BVAS menegaskan.

BVAS mulai menggelinding pada 2013, yang berawal dari sebuah side project, dimana konsep musiknya berbeda dibanding band asli dari masing-masing personel. Bayu berasal dari band Fraud yang berpaham hardcore, lalu Ade dari Boy Horror dengan karakter hardcore/punk, Prass (Fear) menganut genre crossover/thrash metal), Heru (The Sinners) dengan d-beat/punk dan Fadly (Humanure) yang terkontaminasi grindcore. Laju BVAS terbilang sangat cepat. Karena pada 2014, mereka sudah berhasil melesatkan album mini perdana bertajuk “Agresi” yang dirilis via Radioactive-Force. Album tersebut mendapat respon positif, terjual habis hanya dalam hitungan kurang lebih satu bulan. (MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *