SCREAM IN BUBBLE: Kini Diperkuat Dua Vokalis

Di lagu terbarunya, “Terbakar Api” menandai awal era baru Scream In Bubble dengan formasi berenam, dengan tambahan personel di lini vokal.
scream in bubble
SCREAM IN BUBBLE

Scream In Bubble (SIB) sedang ‘bermain api’, dengan mengaplikasikan dua vokalis sekaligus di lagu rilisan tunggal keduanya, yang bertajuk “Terbakar Api”.

Sehingga unit metalcore asal Majalaya, Bandung (Jawa Barat) ini, kini diperkuat enam musisi di formasinya.

Selain gitaris Rizal Ridwan dan Dany F. Saputra, vokalis Irfan Fadlan (scream), bassis Irdani Yuliana dan dramer Aden Ridwan, kini ada vokalis tambahan untuk isian clean, yakni Andreas Isnanda.

Pertemuan Scream In Bubble dengan Andreas Isnanda berlangsung tanpa disengaja. Dimulai dari Dany yang bertemu dengan vokalis tersebut di sebuah event di Majalaya pada pertengahan 2025.

Dany lalu mengajak Andreas membuat cover lagu di studionya. Dari momen itu, Irfan iseng meminta Dany untuk mengambil contoh suara vokal Andreas untuk lagu “Emptiness” yang sudah dirilis Scream In Bubble pada 24 Februari 2023 lalu.

Lalu, hasilnya dikirim ke seluruh personel band, yang akhirnya dilanjutkan ke sebuah pertemuan di kedai ramen milik Aden.

“Pada pertemuan itu, kami semua memutuskan untuk melanjutkan perjalanan band ini dengan dua vokalis agar eksplorasi musik lebih luas lagi. Khususnya di ranah metalcore,” ucap pihak band kepada MUSIKERAS.

Konsep musik “Terbakar Api” sendiri sebenarnya sudah beres sebelum Andreas bergabung. Sudah dipersiapkan sejak akhir 2024 lalu.

“Tetapi saat itu kami masih stuck dan mencari-cari formula yang tepat untuk bikin lagu ini jadi enak dan catchy. Materi yang baru memang membutuhkan karakter vokal yang seperti dimiliki Andreas.”

scream in bubble

Perlawanan Pengkhianat

Seperti apa konsep metalcore yang diterapkan Scream In Bubble di lagu “Terbakar Api”? “Yang kami mainkan jelas modern/new wave,” seru mereka menegaskan.

Di “Terbakar Api”, band ini memberi sentuhan berbeda di bagian akhir lagu, lewat hentakan yang mengarah ke hardcore. “Biasanya kami letakkan build up untuk menuju ending breakdown seperti pada umumnya, tapi (kini) kami lakukan cara lain.”

Jika membahas arah secara keseluruhan, band ini meyakinkan bahwa apa yang mereka lakukan kali ini kurang lebih sama seperti yang diterapkan band-band mancanegara.

Sebutlah macam I Prevail, Fit For A King, Motionless In White, Falling In Reverse, Bad Omens, Dayseeker, Sleep Theory, Wage War, From Ashes To New atau band-band semacamnya.

“Dalam satu album, pasti ada lagu yang paling keras dan yang paling lembut yang mereka miliki. SIB pun akan merilis single lanjutan untuk album ini bulan depan dengan tipikal lagu yang lebih lembut,” ucap Irfan mewakili rekan-rekannya di band.

Dan secara keseluruhan, acuan racikan komposisi serta aransemen di “Terbakar Api” juga sebagian besar datang dari band-band metalcore modern.

“Lebih banyak mengacu ke musik metalcore modern seperti dari Spiritbox, Hollow Front, Motionless In White, Make Them Suffer dan band sejenisnya,” cetus Dany menambahkan.

Sementara di lini lirik, “Terbakar Api” mencerminkan tentang kemarahan untuk menantang seorang pengkhianat. Menggambarkan sebuah perlawanan api dibalas dengan api hingga semuanya musnah bersama.

Lagu tersebut, diharapkan Scream In Bubble bisa menjadi motivasi positif untuk pendengar agar terus semangat menjalani hidup jika pernah jatuh karena teman yang berkhianat. Bukan untuk membalaskan dendam secara personal, tapi dengan bentuk pembuktian yang nyata.

Sejauh ini, dua lagu telah diluncurkan Scream In Bubble untuk menyambut perilisan albumnya nanti. Sebelumnya sudah diperdengarkan “Y-Team” sejak 20 Desember 2023 lalu.

Bakal ada 10 lagu yang dicanangkan menyesaki album tersebut, dan keseluruhan sudah selesai direkam. Pemolesan mixing dan mastering untuk lagu-lagunya dilakukan di Autumnwave Recordings milik Dany.

Untuk pendistribusiannya, Scream In Bubble bekerja sama dengan label independen asal Bandung, Coexist Music dari 9IANT Music & Publishing.

“Terbakar Api” sudah tersaji di berbagai gerai digital serta sebuah video visualizer di kanal YouTube. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.