Dottland meraungkan selusin amunisi lagu di album “Negara Mati” – plus tambahan dua lagu bonus khusus untuk kemasan CD – dengan energi tinggi yang tanpa henti.
Menggeber keberingasan musik yang berakar pada pengaruh Swedish metal dan d-beat punk klasik, yangs ekaligus terkontaminasi elemen hardcore/thrash retro yang intens dan ‘primitif’.
Band asal Depok ini yang diperkuat formasi vokalis Raiv Ramel (Rev), gitaris Christian Parhusip (Tyan) dan Chandra Maulana (Chan), dramer A. Fikry (Vixx) serta bassis Haris Juniarto (Ncx) ini menerapkan dual gitar abrasif yang membentuk dinding distorsi yang sangar.
Namun di sisi lain juga memiliki melodi melankolis, geraman bass serta hantaman dram d-beat dengan vokal yang seakan menyalak.
Membuat “Negara Mati” yang telah tersaji dalam format digital sejak 10 April 2026 lalu menjadi album yang menjanjikan untuk scene hardcore punk Indonesia, bahkan mungkin internasional.
Nama Döttland sendiri memang berarti ‘negara mati’. Sebuah manifestasi sikap dan identitas band. Tema lirik yang cenderung sosial politik, seakan melanjutkan perang dengan dunia yang kapitalistik dan tanpa masa depan.
“Negara Mati” dihadirkan sebagai respon stagnasi sosial dan absurditas negara yang makin membusuk.
“Di lirik kami nggak bungkus macem-macem. Apa yang mau disampein ya langsung aja. Nggak muter-muter,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.
Contohnya, misalnya terapan di lagu “Arogansi”, ada tuturan lirik ‘… arogansi mayoritas / minoritas ditindas’. Atau di “Krisis Logika” yang membahas soal dogma dan realita.
Lalu di lagu “Piece of Shit” ada muntahan ‘systematic mass murder / the planet dies for welfare’, dan ocehan ‘sistem monarki, alibi demokrasi’ di lagu “Negara Mati”.
“Itu memang cara kami melihat realita sekarang. Jadi album ini bukan cuma kumpulan lagu, tapi lebih ke apa yang kami rasain dan yakini!”

Nabrak, Pakem
Penggarapan album “Negara Mati” dijalani Dottland selama kurang lebih enam bulan. Diawali dari berbagai ide yang dibawa oleh personelnya masing-masing.
“Kebanyakan dari keresahan yang kami alami atau lihat langsung, terus kami olah bareng di studio sampai jadi bentuk yang paling pas. Kami juga nggak terlalu ngejar harus rapi atau ‘sempurna’. Yang penting energinya dapet dan kerasa jujur.”
Makanya saat menjalani proses rekamannya, Dottland membiarkannya tetap ‘kasar’ dan ‘mentah’ agar karakter d-beat/crust yang suguhkan tetap hidup.
“Secara musikal, kami masih berakar di d-beat dan crust punk, tapi cara mainnya nggak dibikin terlalu pakem,” cetus mereka kembali meyakinkan.
Terapan permainan dua gitar, baik dari sisi ritme maupun isian lead sengaja dibuat tidak rapi, tapi lebih ke ‘nabrak’ satu sama lain agar menjadi tembok kebisingan yang padat.
“Bass juga nggak cuma ngikutin, tapi ikut dorong biar beratnya dapet. Vokal juga bukan soal nyanyi, lebih ke teriak aja langsung dilepas, seolah teriak dari ruang sempit gitu.”
“Knoize Forever” disebut Dottland sebagai lagu yang memberikan tantangan tersendiri saat penggarapannya. Sebuah lagu yang didedikasikan Dottland untuk kawan mereka yang sudah meninggal.
“Jadi dari awal kami udah tahu ini harus beda secara rasa. Tantangannya bukan cuma di mainnya, tapi gimana caranya tetap jaga energi khas Dottland tapi tetap dapet emosinya. Nggak mau terlalu dramatis, tapi juga nggak kosong.”
Di bagian lirik juga cukup personal. Misalnya dicuplikan kalimat ‘memori ini takkan hilang / Kevin Noise tak pernah terganti’.
“Jadi kami bener-bener jaga feel-nya supaya tetap jujur. Selain itu, secara umum tantangan lain ada di suara gitar yang distorsinya tebal banget, biar tetap padat tapi nggak tenggelam satu sama lain.”
“Negara Mati” yang diedarkan via Lawless Jakarta Records disebut Dottland sebagai sebuah album yang solid, yang dihadirkan untuk mengacak-acak dunia dengan distorsi nan abrasif.
Sebelumnya, sejak terbentuk pada 2023 lalu, Dottland juga sudah pernah merilis beberapa karya rekaman.
Dimulai dengan sebuah album mini (EP) bertajuk “Martyr’s Death” (23 Oktober 2023) rilisan Tarung Records & Visus Records yang tersedia di laman Bandcamp.
Lalu album kompilasi “Genocide On Our Doorstep” rilisan Good Guys Go Grind, Ukraina (15 Juli 2024).
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 24 Oktober, Dottland juga menggagas perilisan “This Is Charity Not Party Compilation Manggarai Calling” (City Side Records – 2 Oktober 2024).
Terbaru, berpartisipasi di kompilasi “Epilog Cinta Air dan Sabda Hutan” (Sound Of Chaos Records) yang bakal diluncurkan Mei tahun ini.
Geber “Negara Mati” sekarang juga di tautan gerai digital ini. (mdy/MK01)
Susunan lagu (versi CD):
- Chaos
- Piece Of Shit
- Negara Mati
- Manifestasi
- Knoize Forever
- Breed and Greed
- Universe of Chaos
- 4.2.0
- Teror Logika
- Darah Luka
- Hate Human
- Arogansi
- Destroy Em All
- Hail to Crust